Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Kapan Sayyidina Muhammad SAW Menjadi Nabi?

Ada yang bilang bahwa Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi sejak awal sebelum usia 40 tahun, bahkan sebelum Adam tercipta. Itu tidak benar. Nabi Muhammad jelas baru menjadi Nabi setelah berusia 40 tahun, sebelum itu belum menjadi Nabi meskipun sudah ada berbagai kejadian luar biasa yang menunjukkan bahwa beliau spesial. Kejadian luar biasa tersebut istilahnya irhash, bukan mukjizat sebab istilah mukjizat hanya bagi mereka yang telah diangkat menjadi Nabi saja. Hadis yang menceritakan bahwa beliau diangkat sebagai Nabi tatkala berusia 40 tahun cukup banyak. Di antaranya adalah: عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ، قالَ: «بُعِثَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وهُوَ ابْنُ أرْبَعِينَ سَنَةً "Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah diangkat menjadi Nabi tatkala berusia 40 tahun"  Sebenarnya dalil di atas sudah cukup, tapi sebagian orang betul-betul meyakini sebelum Itu Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi meskipun belum mendapat wahyu pertamanya. Mereka juga menguatkan pendapatnya dengan beberapa hadis. Untuk itu per

Pentingnya Berthariqat

Seandainya jalan kaum sufi bisa di tempuh dengan mengandalkan kefahaman ilmu saja tanpa bimbingan Guru Mursyid yang membimbing perjalanan Ruhani murid, maka tentu sekelas imam Al Ghozali (Hujjatul Islam) dan Syekh 'Izzuddin bin 'Abdissalam (Sulthonul Auliya') tidak perlu belajar adab pada Guru Mursyid. Nyatanya, imam Al Ghozali menjalani suluk thoriqoh dibawah bimbingan syekh Abu Muhammad Al Bazighoni, sementara Syekh 'Izzuddin menjalani suluk thoriqoh dibawah bimbingan syekh Abul Hasan As Syadzili. Sebelum masuk thoriqoh, beliau berdua sempat berkata;  "Setiap orang yang menganggap ada jalan menuju ilmu ma'rifat selain jalan yg kami tempuh (hanya fikih/tekstual AlQur'an-Hadits) maka sungguh ia berbuat bohong pada Allah Swt". Namun, setelah masuk thoriqoh, beliau berdua berkata "Sungguh kami telah menyia-nyiakan umur kami dalam pengangguran dan terhalang dari Allah (hanya berkutat pada il

BERTEMU NABI, DUNIA KITA GENGGAM

Syaikh Sya'roni berkata: "Salah satu ajaran inti dalam tariqah adalah memperbanyak bacaan solawat kepada Nabi Muhammad SAW, sampai bisa bertemu beliau dalam keadaan sadar (bukan mimipi), menemani beliau seperti para Sahabat, dan bertanya langsung kepada beliau tentang ajaran, dan hadis-hadis yang dianggap doif, agar kita bisa dengan yakin mengamalkan ajaran Rasulullah.   Jika belum bisa bertemu Rasulullah, maka itu artinya kita bukan termasuk orang-orang yang sering atau tidak banyak bersolawat untuk kanjeng Nabi Muhammad SAW. Pada hakekatnya, Rasulullah adalah sosok syaikh sejati bagi kita. Baik melalui perantara para masyayikh toriqah atau tidak.  Banyak sekali para waliyullah yang sudah bertemu langsung dengan Rasulullah dalam keadaan sadar (bukan mimpi). Di antaranya, ada  Sidi Ali Al-Khowas, Syaikh Muhammad Al-'adly, Syaikh Jalaluddin As-Suyuti, dan masih banyak juga waliyullah-waliyullah lainnya.  Semoga kita segera menyusul bisa bertemu dengan kekasih ki

Manipulasi terhadap KH Hasyim Asy'ari

Tidak aneh lagi jika teman di seberang sana senang melakukan manipulasi terhadap karya-karya para ulama, tidak terkecuali Hadrotus Syaikh KH Hasyim Asy'ari, pendiri Jam'iyyah Nahdlatul Ulama. Nama Hadrotus Syaikh seringkali dicatut untuk menguatkan argumen orang-orang yang tidak suka dengan amaliyah kalangan santri, yang menurut mereka tidak sesuai dengan ajaran Islam.  Di antara karya beliau, yang dicatut adalah karya yang berjudul al-Tanbihat li man yashna'ul maulida bil munkarat (Teguran kepada orang yang mengadakan Maulid dengan Kemungkaran). Dengan menggunakan judul itu, orang-orang seberang langsung membuat simpulan bahwa Hadrotus Syaikh menganggap bahwa mauldid merupakan perbuatan munkar. Padahal, maksud dari judul tidaklah begitu.  Tidak cukup dengan memanipulasi judul, orang-orang itu kemudian menampilkan narasi dari Hadrotus Syaikh, yang dijadikan sebagai argumentasi. Narasi itu adalah:  قد رأيت في ليلة الإثنين الخامس والعشرين من شهر ربيع الأول من شهور

Bersatunya Umat Islam

By. Ahmad Sarwat, Lc.MA Wujud perrsatuan umat Islam itu tidak harus seluruh umat Islam sedunia ini bernaung di bawah satu negara dan satu khalifah. Bahkan di masa Ali bin Abi Thalib yang nota bene masih dalam radius khilafah rasyidah, juga sudah ada semacam dualisme pemerintahan.  Dan hal semacam itu terus berlanjut sepanjang sejarah umat Islam. Dalam kenyataannya, sepanjang masa tiga kekhalifahan besar Bani Umayah, Bani Abasiyah dan Bani Ustaminyah pun, umat Islam tidak pernah bersatu secara bulat di bawah satu khilafah. Silahkan baca fakta sejarah, bajwa di saat berdiri khilafah Bani Abbasiyah yang berpusat di Baghdad, pada kurun yang kurang lebih sama, di Spanyol juga berdiri khilafah Bani Umayah jilid 2. Selain itu kita juga mengenal banyak sekali daulah dengan ukuran lebih kecil, seperi Bani Fatimiyah di Mesir lalu diteruskan dengan Bani Ayyubiyah, Daulah Murobthin, Daulah Mughal di India. Termasuk juga kesultanan Islam di nusantara yang ada banyak itu merupakan fakta

Tantangan Kembali Kepada Al-Quran

By Ahmad Sarwat, Lc.MA Tidak semudah mengucapkannya, kembali kepada Al-Quran itu bukan perkara sederhana. Kalau sekedar klaim memang mudah kelihatannya. Namun begitu dijalankan, ternyata banyak sekali tantangannya. Ada banyak sekali kendalanya. Tidak sembarang orang bisa melakukannya dengan benar. Hanya para ekspert dan ahlinya saja yang mendapatkan ijin melalukannya.  Sedangkan buat kita yang awam, bukan ekspert dan tidak terdidik dengan benar, diperingatkan dengan keras untuk tidak  melakukannya, kecuali di bawah bimbingan dan pengawasan ahli. Kembali kepada Al-Quran itu mirip dengan menerbangkan pesawat. Tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Tidak mentang- mentang dia orang kaya tajir melintir dan punya duit segudang buat beli selusin pesawat, kemudian merasa boleh seenaknya menyupiri pesawat.

Israel

By Ahmad Sarwat, Lc.MA Al-Quran banyak sekali bicara tentang Bani Israil, bahkan ikut juga menjadi nama salah satu surat, yaitu urutan ke-17, Surat Bani Israil. Memang nama lainnya disebut Surat Al-Isra', karena ayat pertamanya bercerita tentang isra'-nya Nabi Muhammad SAW Siapakah sebenarnya Israil itu sampai namanya jadi nama surat dalam Al-Quran.  Israil sebenarnya nama seorang nabi, yaitu Nabi Ya'qub alaihissalam. Beliau putera dari Nabi Ishaq dan Nabi Ishaq adalah putera kedua dari Nabi Ibrahim alaihimussalam.  Israil punya 12 anak, salah satunya Nabi Yusuf alaihissalam, dimana surat ke-12 juga dinamakan Surat Yusuf. Jadi sebenarnya Israil ini seorang nabi, anak nabi dan cucu nabi, bahkan ayah dari seorang nabi.  Nanti keturunan Nabi Yusuf pun ada juga yang jadi nabi, seperti Nabi Musa alaihissalam.  Yang menarik, sekarang mereka para keturunan Bani Israil sepakat mendirikan sebuah negara tersendiri yang mereka beri nama dengan nama kakek moyang mereka, Isr

Hadits Itu Tempat Orang Tersesat

Oleh : Ust. Ahmad Sarwat LC Lengkapnya begini : الحديث مضلة إلا للفقهاء Hadits itu madhallah yaitu tempat orang tersesat, nyasar, keliru, dan salah jalan.  Kok bisa? Bisa, karena hanya para fuqaha saja yang bisa mengumpulkan ribuan hadits dari berbagai sanadnya. Para fuqaha juga yang bisa menyeleksi mana yang maqbul dan mana yang tidak.  Lalu para fuqaha pula yang bisa menentukan mana yang 'aam dan mana yang khash, mana yang bermakna haqiqi dan mana yang majazi, mana yang nasikh dan mana yang mansukh.  Dan hanya fuqaha saja yang bisa menetapkan 'illat hukum yang terkandung dalam sebuah hadits.  Kalau levelnya baru sekedar ahli hadits, peranannya baru sebatas menyeleksi mana uang shahih dan mana yang tidak. Namun para ahli hadits belum dilengkapi kemampuan dalam melalukan istinbath hukum.  Core bisnis ahli hadits sebatas pada validitas suatu hadits. Tapi tidak sampai kepada kesimpulan hukumnya. Pekerjaan semacam itu di luar we

Syar'u Man Qablana dalam Al-Quran

By. Ahmad Sarwat, Lc.MA Dalam Al-Quran banyak sekali termuat kisah umat sebelum kita. Ada banyak pelajaran yang bisa kita petik. Namun jangan lupa bahwa syariat mereka tidak selalu sama dengan syariat yang turun kepada kita. Ilmunya ada dalam ushul fiqih, yang disebut : syar'u man qablana. 1. Sujud Kepada Manusia Misalnya dikisahkan dalam Al-Quran bagaimana malaikat sujud kepada Adam, atau ayah ibu dan saudara-saudara nabi Yusuf sujud kepadanya. Kita tahu sujudnya mereka bukan sujud ubudiyah, tapi sujud penghormatan.  Namun dalam syariat kita tetap saja sujud kepada selain Allah itu dilarang, meskipun sekedar untuk penghormatan.  2. Bikin Patung Nabi Sulaiman memerintahkan untuk bikin patung-patung (tamatsil). Pastinya tidak untuk disembah. Hal semacam itu disebutkan dalam Al-Quran. Namun dalam syariat kita, kebanyakan para ulama sepakat mengharamkan patung 3 dimensi berupa makhluk hidup seperti manusia dan hewan. Sedangkan gambar di a

Wajib Membakar Rumah Orang?

By. Ahmad Sarwat, Lc.MA Saya yakin sekali pasti Anda pernah baca hadits tentang Nabi SAW mau bakar rumah orang yang tidak shalat berjamaah berikut ini. وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ Demi dzat yang jiwaku ada ditanganNya, sungguh aku bertekad meminta dikumpulkan kayu bakar lalu dikeringkan (agar mudah dijadikan kayu bakar). Kemudian aku perintahkan shalat, lalu ada yang beradzan. Kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat dan aku tidak berjamaah untuk menemui orang-orang (lelaki yang tidak berjama’ah) lalu aku bakar rumah-rumah mereka (HR. Bulhari) Dari hadits yang shahih si atas itu, kalau ada yang bakar rumah orang lain hari ini, alasannya karena penghuni rumah tidak shalat jamaah ke masjid, kira-kira hukumnya apa?  Boleh dibakar? Wajib dibakar? Sebaiknya dibakar? Atau haram

Bai'at Ulang

Dalam tradisi kelompok pergerakan, khususnya yang rada underground, kita sering menemukan bai'at kepada pemimpin. Buat kelompok ISIS, Al-Qaidah, Taliban dan sejenisnya, bai;at tentu bukan masalah yang asing. Namun berbeda dengan bai'at aslinya di masa kenabian, bai'at yang dikembangkan di kelompok-kelompok itu seringkali diprlintir jadi semacam syahadat ulang. Maksudnya, kalau belum berbai'at sama pimpinan, maka dianggap bukan muslim.  Maka kalua dalam aksinya mereka kok bias dengan mudah membunuh sesama muslim, sebenarnya dalam pandangan mereka, semua yang tidak berbai'at kepada imam mereka statusnya bukan muslim, alias kafir. Bedanya tinggal masalah kafirnya kafir harbi atau kafir zimmi. Kafir harbi dalam pandangan mereka itu tantara, polisi dan juga apparat negara. Sedangkan kafir zimmi itu ya kita-kita ini, yang  tidak berbaiat kepada imam mereka.  Pada dasarnya kita tidak jadi target sasaran pembunuhan, tapi kalua terpaksa harus terkena ledakan bom

Masjid Di Zaman Nabi vs Masjid Sekarang

Zaman sudah berubah, maka cara mengelola masjid juga berubah. Di zaman Nabi SAW masjid dipakai buat akad nikah juga kayak zaman sekarang. Tapi dulu gratisan, alias tidak bayar.  Kalau sekarang tentu jangan disamakan. Tidak semua masjid boleh dipakai nikahan. Kalau pun boleh nikah di masjid, disuruh bayar dan nggak gratis. So, jangan samakan masjid di masa lalu dan di masa sekarang. Jangan sok diprotes, kenapa harus bayar mau nikah di masjid. Bukankah di zaman Nabi gratis? Zamannya beda. Ternyata zaman berubah. Dan kita ikuti saja perubahannya.  Kalau dulu di zaman Nabi SAW mau nginep di masjid, boleh dan silahkan, dan tidak perlu bayar. Memang urf-nya seperti itu. Tapi zaman kab berubah. Mau nginep di masjid di zaman sekarang, perlu minta izin dulu, minimal lapor pak RT dulu baik-baik. Nggak asal main nginep-nginep aja, Om.  Masuk kampung orang malam-malam, ya kudu salamu alaikum, lapor kepada keamanan. Kalau mau nginep yang bener, cari hotel atau penginepan. Bayar lah, mas

Raja dan Khalifah

Ahmad Sarwat, Lc.,MA Kalau merujuk kembali dalam sejarah Islam, tiga kekhalifan besar yang pernah dilalui umat Islam Bani Umayah, Bani Abasiyah dan Bani Utsmaniyah, lebih dekat ke bentuk negara kerajaan ketimbang model negara modern. Cirinya, yang berkuasa itu meski disebut khalifah, sultan atau amirul mukmnin, namun cara naik tahtanya tidak lewat pemillu yang kita kenal. Caranya lewat keturunan, karena ayahnya raja maka dia pun jadi raja.  Sebutlah misalnya Sultan Muhammad Al-Fatih II yang dikenal sebagai penakluk Eropa 1453 M. Di usia kanak-kanak sudah naik tahta, sebab ayahnya Sultan Murod memutuskan pensiun dini. Model-model pemerintahan macam ini tidak kita kenal di masa modern sekarang ini. Kalau pun anak presiden mau jadi presiden, dia harus berjuang dulu ikut pemilihan. Tidak satu pun presiden atau perdana menteri di masa kita hidup ini yang naik tahta karena faktor keturunan. Khilafah Islam di masa lalu kalau secara teknis, lebih merupakan monarki dan kerajaan, ket

Galak dan Galau

By. Ahmad Sarwat, Lc.MA Beberapa teman saya kalau berdakwah menyebarkan pandangannya terkesan galak dan galau. Galak itu karena orang diancam-ancam, ditakut-takui dan dianggap salah semua. Seolah-olah hanya dia yang benar sendirian, sedangkan orang lain selalu diposisikan keliru, salah, tidak beraqidah, tidak sunnah, tidak bersyariah. Pokoknya yang tidak-tidak. Itu pun masih juga ditambahi dengan umpatan, hinaan, makian dan perundungan.  Galau itu karena anti kritik dan masukan. Tidak siap mental kalau orang yang dituduh-tuduhnya keliru itu ternyata bisa membalas dan bahkan mementahkan argumentasinya.  Maka alih-alih menjawab dengan hujjah ilmiyah, yang dimainkan adalah teror, tuduhan,  makian, hinaan dan hujatan. Alih-alih menerima dan mengakui kekeliruan, malah semakin mabuk dan semqkin naik pitam.  Ini namanya galau, kalah berargumentasi, malah maki-maki. Saran saya, kenapa tidak ganti style aja? Ramah dan santai, kan lebih asyik. Ramah itu maksudnya tidak perlu cari-car

Keutamaan sholat Subuh berjamaah Bagi Laki-Laki

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَوَاتِ عِنْدَ اللهِ صَلَاةُ الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِي جَمَاعَةٍ "Sesungguhnya sholat yang paling utama di sisi Allah adalah sholat shubuh berjama'ah di hari Jum'at." [HR. Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman dari Ibnu 'Umar radhiyallahu'anhuma, Ash-Shahihah: 1566] Dan disunnahkan pada sholat Shubuh hari Jum'at membaca surat As-Sajadah di raka'at pertama dan surat Al-Insan di raka'at kedua. Sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِـ ( الم تَنْزِيلُ ) فِي الرَّكْعَةِ الأُولَى وَفِي الثَّانِيَةِ ( هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ حِينٌ مِنْ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا ) "Bahwa Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam membaca pada sholat Shubuh hari Jum'at surat As-Sajadah di raka'at pe

Fadhilah Bagi Mereka Yang Gemar Beristighfar

Mereka yang selalu beristighfar dan tidak pernah lelah bahkan terlewat semenitpun tanpa ucapan itu keluar dari lisannya, maka Allah Ta'ala akan lapangkan rejekinya dan beri kekuatan berupa iman dan kesehatan. Allah Ta'ala, berfirman: وَيٰقَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَآءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلٰى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ "Dan (Hud berkata), Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa." (QS. Hud 11: Ayat 52) Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam yang menunjukkan bahwa memperbanyak istighfar merupakan salah satu kunci rejeki, suatu hadits yang berbunyi: “مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَ

Rejeki Yang Tidak Disadari

Dulu, saya mengira sholat dhuha, sholat tahajjud, membaca Al Qur'an dan membaca zikir itu dapat menjadi penyebab terbukanya pintu rezeki (dapat kekayaan harta). Padahal justru ibadah-ibadah itu sndiri adalah rezeki. Karena yg saya pahami bahwa rezeki itu adalah berwujud uang, gaji yg besar, banyak order , banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan di bank, punya banyak aset, seperti kendaraan, properti disana-sini Intinya rezeki itu adalah: *"HARTA"* Namun setelah mencari tahu lebih dalam tentang apa makna rezeki dalam Islam, ternyata saya salah besar Bahwa ternyata, langkah kaki yang dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rezeki. Langkah kaki yg dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid adalah rezeki. Hati yg Allah jaga jauh dari sifat iri hati, dengki, dan kebencian, adalah rezeki. Punya temen yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rezeki. Saat keadaan sulit serta penuh keterbatasanpun itu juga rezeki, karena mungk

Malaikat Memintakan Ampun Untuk Orang Yang Membaca Sholawat Sampai Hari Kiamat

جاء في الخبر عن النبي صلي الله عليه وسلم انه قال : ان الله تعالي خلق ملكا له جناح في المشرق وجناح في المغرب ورأسه تحت العرش ورجلاه تحت الارض السابعة وعليه بعدد خلق الله تعالي ريش , فاذا صلي رجل او امرأة من امتي علي , امره الله تعالي ان ينغمس في بحر من نور تحت العرش فيه , فينغمس فيه , ثم يخرج وينفض جناحه فيقطر من كل ريشة قطرة فيه , فيخلق الله تعالي من كل قطرة ملكا , يستغفر له الي يوم القيامة . Telah datang kabar dari Nabi Saw, sesungguhnya Beliau Bersabda : ”Sesungguhnya Allah Swt Menciptakan Malaikat yang mempunyai satu Sayap di Timur dan satu sayap di Barat, Kepalanya di bawah Arsy, kedua Kakinya berada di bawah Bumi ketujuh dan Malaikat ini mempunyai bulu sebanyak hitungan Makhluk-Nya Allah Swt.  Ketika salah seorang dari Ummatku baik laki-laki maupun perempuan membaca Shalawat kepadaku, maka Allah Swt Memerintahkan kepada Malaikat tersebut untuk menceburkan diri kedalam Lautan dari Cahaya yang berada di bawah ‘Arsy. Lalu Malaikat menceburkan diri kedalamnya kemudian kelu

Syukur Membuatmu Kaya

. "Syukur itu artinya membuka, Mereka yang bersyukur adalah mereka yang membuka nikmat-nya, Sehingga bukan hanya dia yang merasakannya, Mereka yang di sekelilingnya pun mendapatkan cipratan anugerah-nya. . Orang yang bersyukur itu memaknai sukses dengan mensuksekan orang lain, Jika ia kaya ia ikut mengkayakan orang lain, Jika ia cerdas ia pun cerdas bersama sahabat-sahabatnya. . Kemampuan bersyukur adalah limpahan dari-nya, Seandainya Allah tidak menghadirkannya dalam kalbu kita, Niscaya keluh lisan ini untuk bersyukur, Sebagaimana doa Nabi Sulaiman AS, "Ya Tuhanku, Berikanlah aku kemampuan untuk mensyukuri nikmat-mu atas ku, Dan kepada orang-tuaku!". . Bersyukur itu di mulai dari yang sedikit, Mereka yang sulit bersyukur ketika sempit, Maka tidak akan bersyukur ketika lapang. . Rasulullah SAW bersabda. من لا يشكر القليل لا يشكر الكثير". "Siapa yang tidak bersyukur atas sedikitnya nikmat, Maka banyaknya ia tidak akan bersyukur!". . Siapa yang t

Kerugian Bagi Orang yang Tidak Tahu kebesaran Baginda Nabi Muhammad SAW

"Sangatlah rugi bagi orang-orang yang terikat dengan internet, facebook serta twitter tetapi tidak terikat dengan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam." “Sungguh celakalah orang orang yang tidak melihat wajahnya Nabi Muhammad di akhirat kelak, yaitu orang-orang yang mengagungkan para pemain bola dan para artis lebih dari mengagungkan Rasulullah SAW dan para sahabat RA”. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩

Bila Perdukunan Menggunakan topeng Tasawwuf

Status : Di Indonesia, perdukunan menggunakan topeng tasawwuf.  Komen: orang-orang tasawwuf berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Lihat siapa yang sekarang mengaku-ngaku paling berjuang. Jelas, status di atas adalah upaya untuk mengecilkan tasawwuf.  Respon:  Komen di atas adalah contoh komen sumbu pendek. Baca langsung menyimpulkan tanpa mencerna. Mana kalimat di dalam status yang mengarah kepada upaya mengecilkan tasawwuf? Jika dikatakan bahwa ada praktek perdukunan yang menggunakan topeng tasawwuf, itu bukan berarti tasawwuf menjadi salah. Penekanannya ada pada kata "menggunakan" dan "topeng". Itu artinya, perdukunan yang sudah dianggap buruk itu ingin tampil dalam citra yang baik. Tasawwuf adalah kebaikan. Dan citra positif tasawwuf itu yang kemudian "dimanfaatkan" untuk menutup busuknya praktek perdukunan.  Status di atas justru dimaksudkan untuk "menyelamatkan" citra tasawwuf yang sudah diseret jauh oleh praktik perdukunan. Kare

Nasehat Umar Bin Khatab Tentang Kunci Kemuliaan

1. Barang siapa yang meninggalkan ucapan yang tidak perlu, maka dia akan diberi hikmah. 2. Barangsiapa yang meninggalkan penglihatan yang tidak perlu, maka dia akan diberi kekhusyukan dalam hati. 3. Barang siapa yang meninggalkan makan berlebihan, maka dia diberi kenikmatan beribadah. 4. Barang siapa yang meninggalkan tertawa berlebihan, maka dia akan diberi kenikmatan iman. 5. Barangsiapa meninggalkan humor, maka dia akan diberi kehormatan diri. 6. barangsiapa meninggalkan cinta duniawi, maka dia akan diberikan kecintaan akhirat. 7. Barangsiapa yang meninggalkan perhatiannya kepada aib orang lain, maka dia akan diberi kemampuan memperbaiki aibnya sendiri. 8. Barangsiapa yang meninggalkan penelitian tentang bagaimana wujud Allah, maka dia akan terhindar dari niat berpura pura terhadap agama-Nya. Subhan Allah, Semoga yg berkomentar Aamiin dijauhkan dari segala penyakit, diberi sehat wal afiat, rezekinya melimpah ruah, dan keluarganya bahagia Dan bisa masuk Surga melalui pint

Amal Jariyah Yang Mengalir Terus Pahalanya

1. Mengajarkan Ilmu kepada sesama. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, ”Siapa menunjukkan pada kebaikan, ia mendapat pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” (HR. Muslim). 2. Anak Saleh. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, ”Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara, yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya.” (HR. Muslim). 3. Wakaf (Sedekah jariyah). Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, ”Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara, yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya.”(HR. Muslim) Allah berfirman,”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, sama dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir. Dan pada tiap-tiap butir akan tumbuh 100 biji. Allah melipatgandakan

Tips Memperlancar Rejeki

Sederhana untuk dilakukan/amalkan sehari-hari, semoga bisa membantu membuka pintu rezeki. 1. Letakkanlah sedikit makanan kucing dan semangkuk air di luar rumah untuk kucing-kucing yang datang. 2. Sisihkanlah sedikit dari hasil gaji atau upah jerih payahmu, untuk di sumbangkan kepada anak yatim dan orang miskin. 3. Senantiasa sediakan uang kecil di dalam dompet untuk diberikan kepada yang memerlukan. 4. Letakkanlah di kamarmu sebuah kotak. Setiap kali kamu merasa melakukan dosa, masukkan uang kecil kedalamnya. Genap 1 bulan, buka kotak itu dan sedekahkan uang tersebut. 5. Jika kamu hadir dalam suatu acara (keluarga, kerabat atau sahabat), belilah 1 atau 2 kotak air mineral, niatkan untuk disedekahkan kepada orang yang memerlukannya (orang tua, orang sakit, anak-anak dan lain-lain). 6. Jika kamu membeli barang dari pedagang-pedagang kecil kemudian kemudian sang pedagang ingin mengembalikan uang kembalian atau uang recehan, biarkan uang recehan itu untuknya (disedekahkan atau

6 Perkara Yang Dapat Menghanguskan Amal Sholeh

1. Al istighlal bi’uyubil kholqi (sibuk dengan aib orang lain) Sehingga lupa pada aib sendiri. Semut diseberang kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tidak kelihatan. 2. Qaswatul qulub (hati yang keras) Kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasehat. 3. Hubbun dunya (cinta dunia)  Merasa hidupnya hanya di dunia aja maka segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di akhirat. 4. Qillatul haya’ (sedikit rasa malunya) Jika seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa. 5. Thulul amal ( panjang angan- angan) Merasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan untuk taubat. 6. Dhulmun la yantahi (kezhaliman yang tak pernah berhenti). Perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya.. jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan tersebut. *Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari 6 perkara ini sehingga tetap istiqomah dalam ket

10 Kunci Agar Jiwa Tenang

1. TIDAK MEMBENCI Jangan pernah membenci seseorang, walaupun dia telah berbuat kesalahan kepadamu. 2. TIDAK MERENGUT Jangan berkeluh kesah & bersedih hati, seyogianya perbanyaklah berdo'a kepada Sang Maha Pencipta. 3. HIDUP SEDERHANA Hiduplah sederhana & sewajarnya walaupun punya kedudukan tinggi & harta melimpah. 4. BERPRASANGKA BAIK Senantiasa berfikir positif meskipun silih berganti menghadapi masalah & musibah. 5. SELALU TERSENYUM Tersenyumlah walaupun hati sangat terluka. 6. SELALU MEMBERI Membiasakan tangan diatas, meskipun kondisi lapang atau dalam kesempitan. 7. BERDO'A Senantiasa mendo'akan dirinya dan untuk saudaranya.. 8. TIDAK DENGKI & IRI HATI Jangan iri & dengki dengan keberhasilan teman-teman anda, berdo'alah semoga anda juga diberi keberhasilan seperti dia, jika anda dengki dengan keberhasilan dia, ingatlah bahwa segala amal baik anda pasti hangus, karena Allah tidak menerima amal  orang yang  iri & dengki. 9. MUDA

Corona Virus

Copas tulisan bagus yg diforward Prof. Tono Saksono via WA ===== https://peradabankami.blogspot.com/2020/01/coronavirus-wuhan-takdir.html?m=1 Tulisan bagus dari Ahmad Rusdan Utomo, PhD menerangkan Science par Excellence (ilmu bumi) dan agama Islam (ilmu langit) dalam kaitannya dengan Wuhan Coronavirus. Ahmad Rusdan Utomo, PhD - Stem cell & cancer researcher at Stem Cell and Cancer Institute, Jakarta - Postdoc Harvard Medical School, USA (2003-2007) - PhD Molecular Medicine (University of Texas-San Antonio, USA) - BSc (Angelo State University, USA) Wabah Coronavirus Wuhan 2019: Ketika Sains bertemu Takdir - January 28, 2020 Wabah Coronavirus 2019-NCov: Sains Bertemu Takdir Oleh Pak Ahmad Memang ada batas tipis antara percaya diri dan kesombongan. Titanic tenggelam, sehari setelah dinyatakan sebagai kapal yang tidak akan tenggelam.  Tanggal 1 Oktober, PM Cina Xi Jinping dengan meyakinkan menyatakan bahwa Cina tidak akan dihentikan oleh kekuatan apapun. Meskipun konteks pidato Jinping