Tampilkan postingan dengan label Mexico. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mexico. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Mexico Dilanda Satanisme

Posted: 19 Feb 2018 05:07 AM PST
Forum Muslim -- Mexico di masa lalu adalah negaranya orang-orang saleh. Pada tahun 1910 rakyat memberontak kepada pemerintah yang dianggap zolim kepada rakyat dan mengancam kehidupan agama rakyat. Pemberontakan itu nyaris berhasil menumbangkan pemerintah, namun Gereja Vatikan meminta rakyat untuk menghentikan pemberontakan. 


Saat itu, rakyat menghadapi buah simalakama. Jika mereka menuruti perintah Vatikan, maka kehidupan mereka bakal terancam lebih menderita karena dipastikan regim akan menghukum sebagian besar rakyat yang memberontak. Namun, jika mereka menolak maka mereka akan dicap telah melanggar perintah Tuhan, karena Vatikan adalah wakil dari Tuhan di bumi.

Karena kesalehan dan ketaatan mereka kepada Tuhan, rakyat pun menghentikan pemberontakan dan ratusan orang, terutama para tokoh pemberontak, dihukum mati.

Saat ini, kehidupan di Mexico sudah sangat jauh dari nilai-nilai religius. Saya pernah melihat video sebuah acara kampus terkemuka di Mexico dimana para wanita muda bertelanjang dada berjoget di atas panggung. Dan bagaimana narkoba telah menghancurkan rakyat Mexico, telah menjadi pengetahuan luas di dunia. Dan kini, kerusakan itu juga telah semakin meluas.

Seperti dilaporkan Sputnik News, 13 Maret 2016, serangkaian pembunuhan ritual terjadi di Mexico dan para dukun mengaku mengalami peningkatan permintaan atas layanan mereka. Pendeta José Antonio Fortea, seorang tokoh perdukunan Mexico, yang pernah menyerukan dilakukan gerakan perdukunan di seluruh negara, bahkan mengingatkan adanya peningkatan angka pembunuhan ritual.

Ia menyebutkan telah terjadi peningkatan pesat pengikut sekte 'Santa Muerte', yang digambarkan sebagai tengkorak yang berpakaian seperti pengantin wanita. Salah satu ritual penting sekte ini adalah 'kematian suci' yang akarnya terkait dengan ritual pengorbu6anan manusia suku Indian Aztec.

Selain itu ada sekte lain yang memuja vampire bernama Sons of Baphomet 1. Media Inggris The SUN menulis, salah satu korban ritual sesat sekte ini adalah Edwin Juarez Palma, pekerja restoran berumur 24 tahun. Ia dipukuli, diikat dan lehernya digorok dengan pecahan kaca untuk mengubahnya menjadi vampire. Dua pria dan seorang wanita ditangkap terkait dengan ritual maut ini.

"Kejahatan ini terjadi dalam sebuah seremoni inisiasi (penerimaan anggota baru) yang dilakukan pengikut sekte Sons of Baphomet 1 dimana disebutkan bahwa korbannya akan berubah menjadi vampire,” kata pejabat kepolisian setempat.

Polisi menyebut para anggota kartel narkoba banyak yang tertarik untuk menjadi anggota sekte-sekte sesat itu demi mendapatkan 'kesaktian' yang bisa melindungi mereka dari kematian ataupun kejaran hukum. Mereka biasanya akan meminta 'perlindungan' para pemimpin sekte dan menawarkan pengorbanan berdarah kepada mereka.

Pendeta Fortea mengaitkan maraknya perdukunan dan satanisme itu dengan sekularisme.

“Semakain banyak orang yang meninggalkan agama, semakin marak pula satanisme," katanya.(IFP)

Rabu, 15 November 2017

Islam Berkembang di Pedalaman Mexico

Wanita Tzotzil Indian yang telah menjadi muslim
Forum Muslim -- Dahulu Mexico adalah negeri Katholik yang konservatif, sebelum mengalami dekadensi sebagai negara gagal karena infiltrasi mafia obat-obatan terlarang di segala lini kekuasaan serta liberalisme yang menghancurkan moralitas masyarakat.


Namun, di wilayah pedalaman yang dihuni oleh warga asli Indian Maya, seberkas cahaya tengah bersinar terang oleh fenomena berbondong-bondongnya warga memeluk Islam.

Seperti dilaporkan Voice of America dengan mengutip laporan kantor berita Inggris Reuters, 25 Oktober, di provinsi Chiapas yang berada di selatan Mexico yang bergunung-gunung, ratusan warga suku Tzotzil yang merupakan bagian dari suku Indian Maya telah berpindah agama dari sebelumnya Katholik menjadi Islam.


Mereka tampak berbeda menyolok dibandingkan sebagian besar warga Mexico lainnya, dari cara berpakaian mereka. Para laki-lakinya mengenakan 'lobe' atau penutup kepala untuk beribadah, sedang wanitanya mengenakan hijab. Sebuah masjid yang cukup besar juga telah berdiri di ibukota provinsi San Cristobal. Masjid ini cukup ramai didatangan oleh warga muslim setempat.

Warga setempat mengatakan kepada Reuters bahwa perpindahan agama warga dimulai pada akhir dekade 1980-an. Saat itu gerakan Zapatista tengah marak di Chiapas, dimana sejumlah institusi seperti kapitalisme hingga kekristenan tengah dalam sorotan negatif.

Dari sensus terakhir sebanyak 83 persen warga Mexico adalah penganut Katholik dan Muslims hanya sekitar 1 persen dari 120 juta penduduk. Namun, prosentasi lebih besar dari penganut Islam terdapat di San Cristobal dan sekitarnya, meski tidak dilaporkan angkanya.

"Pada awalnya orang-orang melihat dengan heran kepada kami. Mereka pikir kami teroris dan ketakutan. Namun seiring berjalannya waktu, pandangan itu telah berubah," kata Mustapa, warga Muslim di San Juan Chamula, Provinsi Chiapas.

Umar, mantan pendeta Evangelical yang masuk Islam pada akhir dekade 1990-an, kini menjadi penghubung antara komunitas Muslim dengan warga Kristen.

"Agama kami sama-sama monotheistik. Namun kami tidak memuja para Santo," katanya.

Sementara itu Mohamed Amin (55 tahun) menjelaskan alasannya pindah agama ke Islam.

"Saya ingin selalu bersih dan rapi. Islam adalah agama yang bersih, dan ini membuat saya tertarik untuk memeluknya," katanya.(Sumber : IFP)