Tampilkan postingan dengan label Kabut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabut. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2016

Catatan Kecil Sang Narapidana : Kabut

 


Kabut tipis tertiup angin,
membuka tirai senja makin dingin,
rintik gerimis menyelimuti sepi,
sepi sekali dalam helaan nafas birahi.


Duh kacau sekali perjalanan ini,
bagaikan perawan bepergian sendiri,
takut berhenti,
takut tak ada yang menemani,
takut mati.....


Padahal,
Di ujung sana,
di ujung pematang kehidupan,
perjalanan berakhir pada sebuah persinggahan,
surga atau neraka........


Kabut tipis tertiup angin,
temaram senja semakin dingin,
di ujung pematang lelaki tua semakin jauh menembus gerimis,
dalam hatinya hanya ada satu teka teki,
surga atau neraka akhir dari perjalanan ini.


14 Mei 2013 pukul 1:09

Jumat, 22 Mei 2015

Matahari Senja

Kabut,
gelap menutupi matahari senja,
ketika baru saja bumi diguyur hujan,
aku menerawang, menengadah ke puncak angkasa,
ke puncak setinggi-tingginya
masih ada kepak burung menjelajah,
berduyun-duyun entah dari mana,
mungkin dari ujung benua ke lain benua,
mengembara dan seakan memberi cerita,
tentang betapa luasnya alam semesta,
dan bercerita tentang betapa tidak lelahnya mencari karunia.


Betapa indahnya kebersamaan,
betapa tidak berharganya berdiam diri dan berpangku tangan,
mereka memberi cerita,
membagi kepada kita
yang sebenarnya lebih cerdas dan mulia,
tapi kadang khilaf
membantai mereka,
hingga tangan berlumuran darah,
darah pemberi cerita
dari balik awan senja
yang semakin gelap.

--
Catatan:
File gambar : http://majalahsastra.com
Kamera : Nokia 206
Naskah : Muhammad Saroji pada Muhammadsaroji.com
Kategori : Fiksi
Tempat : Petarukan
Waktu : 22-05-2015 / 15:51 UTC : +7

© Copyright - All Rights Reserved