Tampilkan postingan dengan label Patah hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Patah hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2016

Puisi Patah Hati

Muhammad Saroji - File Pribadi





Sungguh aku ingin bangkit dan beranjak pergi
meninggalkan kegelapan ini,
kekacauan ini.

Telah tercampak cinta
terbuang ke semak-semak,
di sela rumput liar aku mengaduh,
kemanakah gerangan orang-orang yang berorasi demi kasih dan sayang ?.


Sungguh
tak pernah terjual suara ini,
sungguh perjalanan ini aku tak mengerti,
sungguh kekacauan ini siapa peduli,
siapa peduli diri merana ini ?


Apakah menanti seorang anak kecil dari puncak tebing,
bertirai daun, menengadahkan tangan,
mengetuk pintu penghulu langit,
memohon ampunan seribu dosa hatiku jelata,
sungguh Nuh pun mengembangkan layar bahtera,
meninggalkan negeri para durjana,
hingga puncak tebingpun hanyalah lautan belaka.


Duh, dimanakah cahaya ?
bukankah lentera itu telah membumi di jiwa ?
Lalu mengapa kepastian didustakan ?
Bukankah dalam jiwa telah bersemayam fitrah ?
Lalu mengapa cinta didustakan,
dicampakan teronggok di semak belukar,
di antara rumput-rumput liar ?

Sungguh aku ingin bangkit dan beranjak pergi
meninggalkan kegelapan ini,
kekacauan ini.
Karena cintaku kau tak peduli,
hidup matiku kau tak peduli


***

Puisi ini dibuat pada tanggal 29 Mei 2010

Jumat, 24 April 2015

Gemblung

"Kaaaaaaaaaaang,
aku
Kangeeeeeeeeeeeeeeeennn!!"
Kaaaaang !!!!!!
Teriak-ku merajuk sambil pasang muka cemberut,
kenapa tidak sebentar saja kita duduk disini,
ngopi sambil memandangi bintang di langit, kita sudah kaya raya, Kaaaang !


Tapi teriakanku seperti nyanyian katak dalam tempurung,
nyaring kaaaaaaaaaaang..... kuuuuuuuuuuuuuung........... tapi badan
terkurung bagai orang gemblung.
huh!!!!!!!!!!
aku bisa memaksamu berhenti, kang!!!!
berhenti berlari kesana kemari,
ku pasang kakiku di depan kakimu
dan kau terjatuh, gubrakkkkk!!!!!!!!!!
dan meringis kesakitan,
Tapi
bukan itu maksudku, kang!
Aku cinta padamu
aku kangen padamu
kau segalanya bagiku,
Bukankah aku ini surgamu ?
Bukankah ini rumahmu?
Bukankah aku ini istrimu ?
Bukankah mereka semua anakmu ?


Kenapa kang???????
kenapa membuncah seribu amarah, kang!!
Kaaaaaaang!!!!!!!!!!!!!!,
haaaaaaaah???????????
kau malah tutup telinga???????????
kau anggap aku apa?????????
Kaaaaaaaaaaaang!
aku benci kamuuuu.....
(aku teriak sambil nangis histeris, hiks...!!!! hiks...!!!!)
kau kejjjjammm, kang, huuuh!
tak pernah sedetikpun menyayangiku,
membelai rambutku,
tidur di sampingku, hiks.!!!...! hiks........!!!!!!


Kaaaaang!!!!!!!!!!
ijinkan aku pulang
kembali ke rumah gubuk-ku,
istana ini bukan istanaku,
dan kau tak pernah peduli.
Aku bukan pelacur kang, tempat kau lampiaskan birahi, datang kemudian
pergi lagi....


Kaaaaaaang!!!!!!!!!!!!,
embun kering mematikan akar,
dalam hunusan
bilah belati ku, kau pun mati terkapar,
haaaaaaaaaahhh..........?????????????