Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

Kapan Sayyidina Muhammad SAW Menjadi Nabi?

Ada yang bilang bahwa Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi sejak awal sebelum usia 40 tahun, bahkan sebelum Adam tercipta. Itu tidak benar. Nabi Muhammad jelas baru menjadi Nabi setelah berusia 40 tahun, sebelum itu belum menjadi Nabi meskipun sudah ada berbagai kejadian luar biasa yang menunjukkan bahwa beliau spesial. Kejadian luar biasa tersebut istilahnya irhash, bukan mukjizat sebab istilah mukjizat hanya bagi mereka yang telah diangkat menjadi Nabi saja. Hadis yang menceritakan bahwa beliau diangkat sebagai Nabi tatkala berusia 40 tahun cukup banyak. Di antaranya adalah: عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ، قالَ: «بُعِثَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وهُوَ ابْنُ أرْبَعِينَ سَنَةً "Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah diangkat menjadi Nabi tatkala berusia 40 tahun"  Sebenarnya dalil di atas sudah cukup, tapi sebagian orang betul-betul meyakini sebelum Itu Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi meskipun belum mendapat wahyu pertamanya. Mereka juga menguatkan pendapatnya dengan beberapa hadis. Untuk itu per

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 57-63

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 57-63 Al-Anbiya, ayat 57-63 {وَتَاللَّهِ لأكِيدَنَّ أَصْنَامَكُمْ بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ (57) فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا إِلا كَبِيرًا لَهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ (58) قَالُوا مَنْ فَعَلَ هَذَا بِآلِهَتِنَا إِنَّهُ لَمِنَ الظَّالِمِينَ (59) قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ (60) قَالُوا فَأْتُوا بِهِ عَلَى أَعْيُنِ النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُونَ (61) قَالُوا أَأَنْتَ فَعَلْتَ هَذَا بِآلِهَتِنَا يَا إِبْرَاهِيمُ (62) قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِنْ كَانُوا يَنْطِقُونَ (63) } Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhala kalian sesudah kalian pergi meninggalkannya. Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur terpotong-potong, kecuali yang terbesar  (induk)  dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali  (untuk bertanya)  kepadanya. Mereka berkata, "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sesungguhnya di

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 51-56

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 51-56 Al-Anbiya, ayat 51-56 {وَلَقَدْ آتَيْنَا إِبْرَاهِيمَ رُشْدَهُ مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا بِهِ عَالِمِينَ (51) إِذْ قَالَ لأبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ (52) قَالُوا وَجَدْنَا آبَاءَنَا لَهَا عَابِدِينَ (53) قَالَ لَقَدْ كُنْتُمْ أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ (54) قَالُوا أَجِئْتَنَا بِالْحَقِّ أَمْ أَنْتَ مِنَ اللاعِبِينَ (55) قَالَ بَل رَبُّكُمْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ الَّذِي فَطَرَهُنَّ وَأَنَا عَلَى ذَلِكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ (56) } Dan   sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum  (Musa dan Harun),  dan   adalah Kami mengetahui  (keadaannya. (Ingatlah)  ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya, "Patung-patung apakah ini yang kalian tekun beribadat kepadanya?” Mereka menjawab, "Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya.” Ibrahim berkata, "Sesungguhnya kalian dan bapak-bapak kalian berada dalam kesesatan yang nyata.

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 48-50

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 48-50 Al-Anbiya, ayat 48-50 {وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى وَهَارُونَ الْفُرْقَانَ وَضِيَاءً وَذِكْرًا لِلْمُتَّقِينَ (48) الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَهُمْ مِنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ (49) وَهَذَا ذِكْرٌ مُبَارَكٌ أَنزلْنَاهُ أَفَأَنْتُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ (50) } Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Harun Kitab Taurat dan penerangan serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa,  (yaitu)  orang-orang yang takut akan  (azab)  Tuhan mereka, sedangkan mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan  (tibanya)  hari kiamat. Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab  (peringatan)  yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? Dalam pembahasan yang terdahulu telah kami peringatkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala sering membarengkan sebutan Musa dengan Muhammad Shalallahu'alaihi Wasallam beserta kitabnya masing-masing. Maka dalam ayat ini pun disebutkan oleh firman-Nya: {وَلَ

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 44-47

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 44-47 Al-Anbiya, ayat 44-47 {بَلْ مَتَّعْنَا هَؤُلاءِ وَآبَاءَهُمْ حَتَّى طَالَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ أَفَلا يَرَوْنَ أَنَّا نَأْتِي الأرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا أَفَهُمُ الْغَالِبُونَ (44) قُلْ إِنَّمَا أُنْذِرُكُمْ بِالْوَحْيِ وَلا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاءَ إِذَا مَا يُنْذَرُونَ (45) وَلَئِنْ مَسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ (46) وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ (47) } Sesungguhnya Kami telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan  (hidup di dunia)  hingga panjanglah umur mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi negeri  (orang kafir),  lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya. Maka apakah mereka yang menang? Katakanlah  (hai Muhammad),  "Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu se

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 41-43

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 41-43 Al-Anbiya, ayat 41-43 {وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ (41) قُلْ مَنْ يَكْلَؤُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمَنِ بَلْ هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُعْرِضُونَ (42) أَمْ لَهُمْ آلِهَةٌ تَمْنَعُهُمْ مِنْ دُونِنَا لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَ أَنْفُسِهِمْ وَلا هُمْ مِنَّا يُصْحَبُونَ (43) } Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa orang rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan rasul-rasul itu azab yang dahulu selalu mereka perolok-olokkan. Katakanlah, "Siapakah yang dapat memelihara kalian di waktu malam dan siang hari dari  (azab Allah)  Yang Maha Pemurah?” Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Tuhan mereka. Atau adakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari  (azab)  Kami. Tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak  (pula)  mereka dilindungi

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 38-40

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 38-40 Al-Anbiya, ayat 38-40 {وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (38) لَوْ يَعْلَمُ الَّذِينَ كَفَرُوا حِينَ لَا يَكُفُّونَ عَنْ وُجُوهِهِمُ النَّارَ وَلا عَنْ ظُهُورِهِمْ وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ (39) بَلْ تَأْتِيهِمْ بَغْتَةً فَتَبْهَتُهُمْ فَلا يَسْتَطِيعُونَ رَدَّهَا وَلا هُمْ يُنْظَرُونَ (40) } Mereka berkata, 'Kapankah janji itu akan datang, jika kamu sekalian adalah orang-orang yang benar?” Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui waktu  (di mana)  mereka itu tidak mampu mengelak­kan api neraka dari muka mereka dan  (tidak pula)  dari punggung mereka, sedangkan mereka  (tidak pula)  mendapat pertolongan,  (tentulah mereka tiada meminta disegerakan).  Sebenarnya  (azab)  itu akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong, lalu membuat mereka menjadi panik, maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak  (pula)  mereka diberi tangguh. Allah Subhanahu wa Ta'ala menceritakan tentang kaum musyrik, bahwa mere

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 36-37

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 36-37 Al-Anbiya, ayat 36-37 {وَإِذَا رَآكَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلا هُزُوًا أَهَذَا الَّذِي يَذْكُرُ آلِهَتَكُمْ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمَنِ هُمْ كَافِرُونَ (36) خُلِقَ الإنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلا تَسْتَعْجِلُونِ (37) } Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok.  (Mereka mengatakan),  "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan kalian?” Padahal mereka adalah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah. Manusia telah dijadikan  (bertabiat)  tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepada kalian tanda-tanda (azab)-Ku. Maka janganlah kalian minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya: {وَإِذَا رَآكَ الَّذِينَ كَفَرُوا} Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu.  (Al-Anbiya: 36) Yakni orang-orang kafir Quraisy, seperti Abu Jahal dan lain-lainnya. {إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلا هُزُوًا}

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 34-35

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 34-35 Al-Anbiya, ayat 34-35 {وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ (34) كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ (35) } Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu  (Muhammad),  maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan  (yang sebenar-benarnya).  Dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: {وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ   الْخُلْدَ} Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu  (Muhammad). (Al-Anbiya: 34) Yaitu di dunia ini, bahkan: {كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ} Semua yang ada di bumi itu akan binasa, dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemul

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 30-33

Tafsir Al Qur'an Surat Al Anbiya Ayat 30-33 Al-Anbiya, ayat 30-33 {أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلا يُؤْمِنُونَ (30) وَجَعَلْنَا فِي الأرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ (31) وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ (32) وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (33) } Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu  (tidak)  guncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan  (pula)  di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat pet