Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Kapan Sayyidina Muhammad SAW Menjadi Nabi?

Ada yang bilang bahwa Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi sejak awal sebelum usia 40 tahun, bahkan sebelum Adam tercipta. Itu tidak benar. Nabi Muhammad jelas baru menjadi Nabi setelah berusia 40 tahun, sebelum itu belum menjadi Nabi meskipun sudah ada berbagai kejadian luar biasa yang menunjukkan bahwa beliau spesial. Kejadian luar biasa tersebut istilahnya irhash, bukan mukjizat sebab istilah mukjizat hanya bagi mereka yang telah diangkat menjadi Nabi saja. Hadis yang menceritakan bahwa beliau diangkat sebagai Nabi tatkala berusia 40 tahun cukup banyak. Di antaranya adalah: عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ، قالَ: «بُعِثَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وهُوَ ابْنُ أرْبَعِينَ سَنَةً "Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah diangkat menjadi Nabi tatkala berusia 40 tahun"  Sebenarnya dalil di atas sudah cukup, tapi sebagian orang betul-betul meyakini sebelum Itu Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi meskipun belum mendapat wahyu pertamanya. Mereka juga menguatkan pendapatnya dengan beberapa hadis. Untuk itu per

Memahami Ilmu Agama Tidaklah Dapat Disederhanakan Dengan Kalimat Ikuti Saja Sunnah

Memahami ilmu agama tidaklah dapat disederhanakan dengan kalimat "ikuti saja sunnah". Diperlukan perangkat untuk dapat mengikuti sunnah sebagaimana yang dipahami oleh para ulama--dalam konteks ini para sahabat radhiyallāhu ta'āla anhum merupakan kelompok terdepan dalam barisan ulama.  Menyederhanakan pemahaman ilmu agama, dengan kalimat "ikuti saja sunnah" membuka kemungkinan bagi kalangan awam untuk terjerumus ke dalam kesesatan. Syaikh Ibnu al-Wahhāb rahimahullah, sebagaimana dikutip oleh Syaikh Muhammad Awwāmah, mengatakan:  الحديث مَضلَّةٌ الَّا للْعلَماءِ Hadits merupakan tempat yang membuat orang (awam) menjadi sesat, kecuali bagi para ulama.  Kesesatan yang dimaksud di dalam pandangan Syaikh Ibnu Wahhab di atas adalah sesat pikir di dalam memahami hadits karena tidak menggunakan perangkat ilmu. Di antara contoh sesat pikir itu, adalah kekeliruan di dalam memahami hadits berikut:  أَيُّمَا إِمرأةٍ اسْتعْطرتْ فَمرَّتْ عَلَى قَوْم ليجدوا ريْحَها فهِي زانيةٌ

Pemandangan Yang Indah

Batu Cadas

Batu Cadas, lokasi Dusun Peron Utara, Desa Petarukan, Kabupaten Pemalang

Rumah Limasan

Rumah Limasan, Lokasi Dusun Peron Utara, Desa Petarukan, Kabupaten Pemalang

Jalan Kereta

Jalan Kereta Jalan Kereta Jalan Kereta Jalan Kereta Jalan Kereta Jalan kereta, lokasi di Dukuh Kapurinjing, Iser, Petarukan, Pemalang- Jawa Tengah

Pohon Jarak Pagar atau Gendolo

Pohon Jarak Pagar atau Gendolo Pohon Jarak Pagar atau Gendolo Pohon Jarak Pagar atau Gendolo

Bougainvillea Glabra

Bougainvillea Glabra Bougainvillea Glabra Bougainvillea Glabra

Pemandangan Sawah Yang Indah

Lokasi Dusun Peron Utama, Desa Petarukan, Kabupaten Pemalang

Ini Haram Itu Haram

By. Ahmad Sarwat, Lc.,MA Cincin dan setempel dalam bahasa Arab sama-sama disebut dengan khatam. Padahal keduanya berbeda jauh. Cincin itu melingkari jari, sedangkan stempel itu untuk mengesahkan surat resmi suatu institusi. Lucunya, di masa lalu sudah menjadi kebiasaan para raja untuk punya stempel yang wujudnya berupa cincin. Jadi cincin di jari sang raja itu ada bagian yang bertuliskan nama sang raja, yang nanti bisa ditekan sehingga menjadi cap resmi pada surat dari sang raja.  Dan ketika Nabi Muhammad SAW ingin berkirim surat kepada para raja dunia, Beliau pun mengecap atau menstampel surat-suratnya itu dengan stempel yang wujudnya berupa cincin yang melingkari jari Beliau SAW. Konon cincin atau stempel itu bertuliskan : "Muhammad Rasul Allah". Di masa sekarang, stempel tentu saja tidak lagi berupa cincin yang melingkari jari. Stempel itu dimasukkan laci meja kerja. Masing-masing adalah dua benda yang berbeda fungsi, beda wujud, beda tujuan, beda manfaat dan dalam bahasa

Bermaksiat Di Bulan Ramadhan

ilustrasi 📚 لطائف المعارف صـ ٤٨٤ قال كعب: من صام رمضان وهو يحدث نفسه أنه إذا أفطر بعد رمضان أنه لا يعصي الله دخل الجنة بغير مسألة ولا حساب. ومن صام رمضان وهو يحدث نفسه إذا أفطر بعد رمضان عصى ربه فصيامه عليه مردود وخرجه مسلمة بن شبيب. "Barangsiapa yang berpuasa di bulan ramadhan dan terbesit dalam hatinya tidak akan bermaksiat kepada Allah setelah berbuka nanti, maka dia akan masuk surga tanpa masalah dan tanpa hisab, Dan barangsiapa berpuasa Ramadhan dan terbesit dalam hatinya akan bermaksiat kepada Allah setelah berbuka nanti, maka puasanya tersebut tidak akan di terima oleh Allah" Refrensi : Kitab Lathoiful Ma'arif, hlm 484 t.me/dalwadakwah

Tipu Daya Setan Dalam Sholat

Ilustrasi 📚 إحياء علوم الدين صـ ٦٢١ جـ ٢ واعلم أن من مكايده أن يشغلك في صلاتك بذكر الآخرة وتدبير فعل الخيرات ليمنعك عن فهم ما تقرأ. فاعلم : أن كل ما يشغلك عن فهم معاني قراءتك فهو وسواس فإن حركة اللسان غير مقصودة بل المقصود معانيها. Ketahuilah !!! Sesungguhnya dari tipu daya setan di dalam sholat adalah membuat engkau sibuk dengan mengingat perkara-perkara akhirat dan membuatmu merenungkan perkara-perkara kebaikan, tujuannya tidak lain adalah agar engkau lalai dalam memahami apa yang engkau baca (dalam sholat). Maka ketahuilah !!, setiap segala sesuatu yang memalingkanmu untuk memahami makna apa yang engkau baca dalam sholat adalah bisikan/godaan. Gerak bibir bukanlah tujuan dalam sholat, akan tetapi memahami makna apa yang kita baca adalah tujuan dari sholat. Refrensi : Ihya Ulumuddin, hlm 621, Juz 2 t.me/dalwadakwah

Buah Dari Menahan Hawa Nafsu

Ilustrasi 📚 روضة المحبين ونزهة المشتاقين - ابن قيم الجوزية صـ ٤٧٧ أن مخالفة الهوى تورث العبد قوة في بدنه وقلبه ولسانه قال بعض السلف الغالب لهواه أشد من الذي يفتح المدينة وحده وفي الحديث الصحيح المرفوع "ليس الشديد بالصرعة ولكن الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب" وكلما تمرن على مخالفة هواه اكتسب قوة إلى قوته Sesungguhnya melawan hawa nafsu dapat membuat badan, hati, dan lisan seseorang menjadi lebih kuat, sehingga dikatakan oleh salah satu salafus sholeh : "Orang yang menang melawan hawa nafsunya lebih kuat daripada orang yang menaklukkan satu kota sendirian". Di dalam hadits shohih di sebutkan : لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيْدُ الذِيْ يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَب “Orang yang kuat itu bukanlah orang yang yang menang dalam bergulat, akan tetapi orang yang kuat itu adalah orang yang mampu menahan amarahnya”. Setiap seseorang itu bisa menahan hawa nafsunya, maka setiap itu pula dia akan bertambah kuat. Refrensi : Roudhotul Muhibbin, hlm 477 t.me/d

Dahsyatnya Istighfar Di Bulan Ramadhan

Ilustrasi 📚 لطائف المعارف صـ ٤٨٤ الصيام جنة من النار ما لم يخرقها، والكلام السيء يخرق هذه الجنة، والاستغفار يرقع ما تخرق منها. فصيامنا هذا يحتاج إلى استغفار نافع وعمل صالح له شافع كم نخرق صيامنا بسهام الكلام ثم نرقعه وقد اتسع الخرق على الراقع كم نرفو خروقه بمخيط الحسنات ثم نقطعه بحسام السيئات القاطع. كان بعض السلف إذا صلى صلاة استغفر من تقصيره فيها كما يستغفر المذنب من ذنبه إذا كان هذا حال المحسنين في عباداتهم فكيف حال المسيئين مثلنا في عباداتهم Puasa adalah perisai dari api neraka selama orang tersebut tidak merobeknya, dan perkataan yang kotor adalah salah satu yang dapat merobek perisai tersebut, dan istighfar dapat menambal sobekan tersebut. Maka puasa kita ini butuh pada istighfar dan amal sholeh yang banyak ! Berapa kali kita merobek puasa kita dengan perkataan yang kotor kemudian kita menambalnya dengan istighfar namun robekan tersebut sangat lebar sehingga tidak bisa di tambal lagi ?! Berapa kali kita menjahit sobekan yang terdapat pada perisai tersebut dengan amal ibadah, na