Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Kapan Sayyidina Muhammad SAW Menjadi Nabi?

Ada yang bilang bahwa Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi sejak awal sebelum usia 40 tahun, bahkan sebelum Adam tercipta. Itu tidak benar. Nabi Muhammad jelas baru menjadi Nabi setelah berusia 40 tahun, sebelum itu belum menjadi Nabi meskipun sudah ada berbagai kejadian luar biasa yang menunjukkan bahwa beliau spesial. Kejadian luar biasa tersebut istilahnya irhash, bukan mukjizat sebab istilah mukjizat hanya bagi mereka yang telah diangkat menjadi Nabi saja. Hadis yang menceritakan bahwa beliau diangkat sebagai Nabi tatkala berusia 40 tahun cukup banyak. Di antaranya adalah: عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ، قالَ: «بُعِثَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وهُوَ ابْنُ أرْبَعِينَ سَنَةً "Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah diangkat menjadi Nabi tatkala berusia 40 tahun"  Sebenarnya dalil di atas sudah cukup, tapi sebagian orang betul-betul meyakini sebelum Itu Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi meskipun belum mendapat wahyu pertamanya. Mereka juga menguatkan pendapatnya dengan beberapa hadis. Untuk itu per

Beratnya Tanggung Jawab Seorang Suami

Ilustrasi Pernikahan - File thejakartapost.com Forum Muslim - Saya terima nikahnya.... binti.... dengan mas kawin......di bayar tunai....”.Singkat, padat dan jelas. Tapi tahukan makna “perjanjian atau ikrar” tersebut?Itu tersurat. Tetapi apa pula yang tersirat? Yang tersirat ialah :Artinya: ”Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia (perempuan yang ia jadikan istri) dari ayah dan ibunya. Dosa apa saja yang telah dia lakukan. Dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yang berhubungan dengan si dia (perempuan yang ia jadikan istri), aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung. Serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku”.juga sadar, sekiranya aku gagal dan aku lepas tangan dalam menunaikan tanggung jawab, maka aku fasik, dan aku tahu bahwa nerakalah tempatku kerana akhirnya isteri dan anak-anakku yang akan menarik aku masuk kedalam Neraka Jahanam. dan Malaikat Malik akan melibas aku hingga pecah hancur badanku. Akad nikah ini bukan saja

Kisah Seorang Ahli Ibadah Yang Jenazahnya Tidak Bisa Dihadapkan Ke Arah Kiblat

Makam Nabi Muhammad SAW (Kisah ini diceritakan oleh Al Habib Umar bin Hafidz) Dahulu di Madinah ada seorang laki-laki, ahli Ibadah  "Si Fulan" yang selama 30 th, setiap harinya Shalat Fardhu di Masjid Nabawi Madinah. Namun saat dia meninggal, Jenazahnya tidak bisa dihadapkan ke arah Kiblat, berulang-ulang diarahkan ke arah Kiblat tapi kembali lagi kearah yang berlawanan dengan Kiblat. Dan akhirnya oleh orang-orang diganjal bawahnya...Namun lagi-lagi berbalik dan alat pengganjalnya pun tidak kuat untuk menghadapkan Jenazah itu ke arah Kiblat. Para Ulama setempat berpendapat, bahwa itu Rahasia Allah, jadi biarkan saja demikian, karena pasti  Allah Swt lebih tahu "Ada apa" yang sebenarnya terjadi? Pada akhirnya datanglah seseorang menanyakan pada istri si Fulan tersebut, tentang perbuatan apa yang telah dilakukan suaminya, sehingga saat meninggal Jenazahnya tidak bisa di hadapkan kearah Kiblat? Dan wanita itu berkata : "Suami saya

Sepuluh Sebab Kematian Hati

Ilustrasi Hati Forum Muslim - Seorang ulama salaf (generasi terdahulu umat Islam) yang bernama Syaqiq bin Ibrahim rahimahullah menceritakan, bahwa suatu hari Ibrahim bin Adham rahimahullah melewati sebuah pasar di Kota Bashrah. Lalu orang-orang pun mengerumuninya dan bertanya kepadanya: يَا أَبَا إِسْحَاقَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ فِي كِتَابِهِ : ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ سورة غافر آية 60 ، وَنَحْنُ نَدْعُوهُ مُنْذُ دَهْرٍ فَلا يَسْتَجِيبُ لَنَا “Wahai Abu Ishaq, Allah Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan doamu.’ (QS. Ghofir: 60) Sementara kami selalu berdoa kepada-Nya semenjak waktu yang lama, namun Dia tidak pernah mengabulkan doa kami.” Maka Ibrahim bin Adham pun berkata: يَا أَهْلَ الْبَصْرَةِ ، مَاتَتْ قُلُوبُكُمْ فِي عَشَرَةِ أَشْيَاء “Wahai penduduk Bashrah, (yang demikian itu) karena hati kalian telah mati disebabkan sepuluh perkara.”  أَوَّلُهَا : عَرَفْتُمُ اللَّهَ ولَمْ تُؤَدُّوا حَقَّه

Sedekah Yang Tidak Diterima Oleh Allah

Ilustrasi sedekah Forum Muslim - Dari Amru bin Auf ra katanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya sedekah seseorang Islam itu memanjangkan umur dan mencegah daripada mati dalam keadaan konyol dan Allah SWT pula menghapuskan dengan sedekah itu sikap sombong, takabur dan membanggakan diri (dari pemberiannya).” (Hadis Riwayat Bukhari). Hadis di atas menjelaskan bahwa selain sedekah wajib, yaitu zakat harta, zakat fitrah dan sebagainya/Umat Islam umumnya digalakkan memberi sedekah (selain wajib) sebagai tanda bersyukur di atas segala nikmat yang dikaruniakan oleh Allah SWT. Ternyata ada beberapa sedekah yang tidak diterima oleh Allah, walaupun bentuk sedekahnya sendiri diterima oleh manusia, yaitu  tidak dilakukan dengan ikhlas atau mempunyai tujuan lain bukan karena Allah. Berikut ini ada lima sedekah yang tidak akan diterima. 1. Sedekah dari Hasil Penipuan Pada dasarnya sedekah atau memberikan barang berharga yang kita miliki

Tujuh Keajaiban Bersedekah

Ilustrasi Sedekah - File galamedianews Forum Muslim : Bersedekah sangat dianjurkan dalam agama islam, karena sedekah memiliki fadhilah yang sangat besar. Di antara fadhilah sedekah yang sangat besar ialah : 1. Sedekah dapat menghapus dosa “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (hr. tirmidzi, di shahihkan al albani dalam shahih at tirmidzi, 614) 2. Sedekah memberi keberkahan pada harta. “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan allah tambahkan kewibawaan baginya.” (hr. muslim, no. 2588) 3. Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah. “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (qs. al hadid: 18) 4. Sedekah akan menjadi bukti keimanan seseorang. “Sedekah adalah bukti.” (hr. muslim no.223) 5. Sedekah

Tanpa Shawalat Doa Menggantung Antara Bumi dan Langit

Kaligrafi Nabi Muhammad SAW Nabi Shallallahu alahi wa sallam bersabda: ما منكم من أحدٍ سلّم علي إذا متُّ إلا جاءني جبريل فقال جبريل يا محمد هذا فلان ابن فلان يُقرئك السلام، فأقول وعليه السلام ورحمة الله وبركاته. (رواه أبو داود). Artinya: “Tidak ada salah seorang di antara kamu yang mengucapkan salam kepadaku sesudah aku mati melainkan malaikat jibril datang kepadaku seraya mengucapkan: ‘wahai Muhammad, ini Fulan bin Fulan mengucapkan salam untukmu, maka aku menjawab: “dan atasnya salam dan rahmat serta berkah dari Allah”. (HR. Abu Daud) Shalawat adalah sebuah ibadah yang tidak berbatas alam, jarak ataupun waktu. Artinya bila diucapkan maka akan menembus alam langit yang sangat jauh, didengar para malaikat, lalu turut menyampaikan doa bagi manusia yang mengucapkannya, dan menembus Alam kubur menyampaikan salam yang diucapkan manusia kepada Nabi Muhammad Menjadikan doa cepat terkabul Bahwasanya Umar bin Khattab Ra berkata: “Saya mendengar bahwa doa itu ditahan

Gus Dur Sang Petarung Kelas Dunia

KH Abdurrahman Wahid Oleh: Dinno Brasco Jadilah manusia agung Bagai seorang syahid, Seorang imam, bangkit, berdiri Di antara rubah, serigala, tikus, domba Di antara nol-nol, bagai yang satu Syair intelektual pejuang bernama Ali Syari’ati dalam puisi “Satu yang Diikuti Nol-nol yang Tiada Habis-habisnya”, tak biasanya menjadi senjata untuk membangkitkan kesadaran manusia yang terlelap, bahkan mati jiwanya di alam dunia. Dibangkitkan kembali menjadi sejatinya manusia. Manusia adalah segalanya, manusia selalu menarik untuk dibedah untuk mencari jawab tentang arti kepastian. Pisau filsafat pembentukan manusia, dalam pandangan Syari’ati menyasar bahwa hanya manusia yang dibaptis Tuhan untuk menggerakkan jagat semesta, laksanakan amanah-Nya. Malaikat jauh sebelumnya sudah memprediksi kelakuan manusia, sebagai biang tengkar angkara murka di bumi. Tapi Tuhan sangat tahu yang tidak diketahui barisan malaikat. Karena itu, manusia punya da

Kiai Sahal: Penjaga Nurani NU

KH Sahal Mahfudh Oleh: Rumadi Ahmad Kabar duka datang Jumat dini hari (24/1/14). “Innalillahi wainnailaihi raji’un, KH Sahal Mahfudh kapundut”. Membaca SMS itu, aliran darah saya seperti terhenti. Saya hanya bisa membaca surat fatihah untuk beliau. Kepergian Kiai Sahal–– demikian beliau biasa dipanggil— adalah kehilangan besar, bukan saja bagi warga NU, melainkan juga bangsa. Hingga mengembuskan nafas terakhir, Kiai Sahal adalah pemimpin tertinggi NU, rais aam, dan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kiai Sahal adalah kiai par excellent. Kekiaiannya benar-benar otentik, tidak dibentuk media, tapi oleh ilmu dan amalnya. Kesetiaannya pada pesantren dengan seluruh tradisinya tidak menjadikan dirinya teralienasi dari pergaulan sosial. Keahliannya dalam bidang fikih juga tidak menjadikan dirinya terkungkung pada persoalan halal dan haram, tapi justru menjadikan fikih sebagai etika sosial dan jendela untuk melihat realitas kehidupan. Inilah yang mengantarkan

Aib Dibuka di Mana-mana

Mohamad Sobary Oleh: Mohamad Sobary   Seorang pemuda yang hidup sukses diwawancarai sebuah media. Hasil wawancara dicetak dan diedarkan di pasaran bebas. Sebagian disiarkan di televisi, disertai latar belakang rumah mewah, kolam renang, mobil-mobil mewah, dan anjing-anjing mahal. Dalam sekejap anak muda yang sukses itu menjadi sangat terkenal di seluruh Tanah Air. Tak mengherankan, para tetangga, sahabat, dan kenalan orang tuanya di kampung, di seberang lautan yang jauh dari sini, bahkan yang sebetulnya tidak kenal pun, ikut hiruk-pikuk, seolah hidup mereka juga harus diabdikan untuk turut “merayakan” kebanggaan orang tua yang anaknya mampu mengguncang dunia, hanya melalui satu kali penampilan di media cetak sekaligus di layar televisi. Martabat orang tuanya mendadak naik tajam seperti harga saham di bursa efek yang gampang goyah, gampang berubah, dan kaget-kagetan secara dadakan. Seperti kejutan di bursa saham, sebentar kemudian, rumah orang tuanya diro

Sisa Makanan yang Membatalkan Shalat

Ilustrasi Sholat Forum Muslim - Tujuan shalat adalah menghadap Allah swt. dengan penuh ketundukan dan keikhlasan. Dalam shalat seseorang dituntut untuk khusyu’ sesuai dengan kemampuannya masing-masing, meskipun sulit akan tetapi kekhusyuan itulah yang bisa menenangkan hati pada saat menjalankan shalat. Karena sesungguhnya Allah tidak akan memberatkan hambanya dengan sesuatu kecuali sesuai dengan kemampuan hamba tersebut. Salah satu dari hal yang membatalkan shalat adalah makan dan minum, saat seseorang sedang menjalankan shalat ia tidak diperbolehkan makan dan minum, dikarenakan hal itu bisa menyebabkan hilangnya kekhusyuan dalam shalat. Lebih dari itu pekerjaan makan dan minum juga tidak layak jika dilakukan ketika seseorang sedang menghadap Allah swt. dalam shalat. Makan dan minum ketika sedang shalat jelas mebatalkan shalat, lalu bagaimanakah dengan menelan sisa makanan atau meminum tetesan air yang masuk kemulut. Istilah makan dan minum secara umum ada

Gus Dur dan Humanisme Islam

KH Abdurrahman Wahid Oleh: Syaiful Arif * Sudah sejak 30 Desember 2009, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meninggalkan kita. Banyak jasa, peninggalan tetapi juga kontroversi yang ia wariskan. Salah satu peninggalan itu adalah pemikiran Islamnya yang ternyata berpijak dari suatu humanisme Islam. Sayang, banyak yang tak memahami hal ini sehingga pemikirannya sering disalahtafsirkan. Humanisme Islam adalah dasar normatif dan muara etis dari segenap pemikiran Gus Dur. Sejak pribumisasi Islam, Islam sebagai etika sosial, negara kesejahteraan Islam hingga pluralisme agama. Dengan demikian, humanisme Gus Dur bukan antroposentrisme yang meniadakan agama dan Tuhan. Sebaliknya, ia berangkat dari pemuliaan Islam atas manusia, di mana manusia menjadi subjek sekaligus objek humanisasi kehidupan, karena Allah telah menitahkannya. Hal ini didasarkan Gus Dur pada pemuliaan Allah atas manusia (Walaqod karromna bani Adam, Q.S. 17:70) sehingga Dia menciptakan ma