Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2009

Kapan Sayyidina Muhammad SAW Menjadi Nabi?

Ada yang bilang bahwa Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi sejak awal sebelum usia 40 tahun, bahkan sebelum Adam tercipta. Itu tidak benar. Nabi Muhammad jelas baru menjadi Nabi setelah berusia 40 tahun, sebelum itu belum menjadi Nabi meskipun sudah ada berbagai kejadian luar biasa yang menunjukkan bahwa beliau spesial. Kejadian luar biasa tersebut istilahnya irhash, bukan mukjizat sebab istilah mukjizat hanya bagi mereka yang telah diangkat menjadi Nabi saja. Hadis yang menceritakan bahwa beliau diangkat sebagai Nabi tatkala berusia 40 tahun cukup banyak. Di antaranya adalah: عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ، قالَ: «بُعِثَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وهُوَ ابْنُ أرْبَعِينَ سَنَةً "Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah diangkat menjadi Nabi tatkala berusia 40 tahun"  Sebenarnya dalil di atas sudah cukup, tapi sebagian orang betul-betul meyakini sebelum Itu Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi meskipun belum mendapat wahyu pertamanya. Mereka juga menguatkan pendapatnya dengan beberapa hadis. Untuk itu per

Bunga Flamboyan

Bunga Flamboyan Merah merangkai di ranting - ranting yang kecil Indah nian dipandang mata bunga flamboyan itu memberi kenangan di hati serupa kekasih jauh di seberang Hari ini matahari begitu gersang Padang yang luas penuh bebatuan berdebu namun di tepi jalanan itu tiada layu flamboyan menebarkan keindahan pada pengelana yang menyusuri jalanan. Kupetik setangkai flamboyan itu ku cium dan ingin ku sunting mesra di telingamu bila kau seiring sejalan namun di sini kau tiada hanya keindahan itu ku nikmati sendiri. Duh Tuhanku Sampaikanlah salam sejahtera untuk kekasihku jauh di seberang beri dia kehangatan dan kebahagiaan serupa aku hadir di sisinya. Pekalongan 18 Desember 1990

Sisa

Puingku adalah sisa sisa kehancuran kegagalan yang tampak makin membawa kegundahan hati tak bernilai segenap bakti tak berguna segala daya hanya kehancuran tampak di mata pedih menjadi kenangan kehancuran itu tak terlupakan. Wahai mendung yang kelabu mengapa tak juga mencurahkan air hujan kau buat hati ini sendu atau puingku itu biarlah menjemput mautku agar sesal itu terasa berlalu tapi kematian dalam puing itu tak mungkin bukan? Tak mungkin juga aku harus menangis meratap biar cinta itu menjadi berhamburan Sisaku biarlah daya yang masih tersisa. Oh segenap cintaku ku nyalakan lilin di malam gelap ku hadirkan untukmu seberkas cahaya terbitlah warna kesucianmu lihatlah kedua tanganku menengadah apa yang selama ini aku dambakan tak lain hanya kedamaian Hanyalah kedamaian itu saja. Pemalang 17 Desember 1990

Sisa

Puingku adalah sisa sisa kehancuran kegagalan yang tampak makin membawa kegundahan hati tak bernilai segenap bakti tak berguna segala daya hanya kehancuran tampak di mata pedih menjadi kenangan kehancuran itu tak terlupakan. Wahai mendung yang kelabu mengapa tak juga mencurahkan air hujan kau buat hati ini sendu atau puingku itu biarlah menjemput mautku agar sesal itu terasa berlalu tapi kematian dalam puing itu tak mungkin bukan? Tak mungkin juga aku harus menangis meratap biar cinta itu menjadi berhamburan Sisaku biarlah daya yang masih tersisa. Oh segenap cintaku ku nyalakan lilin di malam gelap ku hadirkan untukmu seberkas cahaya terbitlah warna kesucianmu lihatlah kedua tanganku menengadah apa yang selama ini aku dambakan tak lain hanya kedamaian Hanyalah kedamaian itu saja. Pemalang 17 Desember 1990

Keheningan

Dipandang kau berdiri Kibarkan nurani sunyi Dari bait alpa hingga pamungkas ku pandang begitu dalam : a da kesunyian kian mencekam duh, aku yang berendam dalam kepasrahan ikut menggigil kedinginan bukan dingin iman, bukan ! Namun keheningan ya kesenyapan wajar bukan ? Unggunan api hanya membakar syahwati Dan telah lama menjadi mati sejak ibu bapakku mengajarkanku kata kata sejak kanak kanak aku berlarian untuk mendapatkan kepasrahan mengabadikan kasih sayang duh, begitu tak berdayanya sang penyair Hingga aku ragu bersikap dan masih saja bertanya mengapa ? aku terus saja menggali jika masih ada sisa sisa kepedulian dan aku tersiksa sungguh tersiksa begitu rumitnya watak manusia... Pekalongan 29 juli 1990

Keheningan

Dipandang kau berdiri Kibarkan nurani sunyi Dari bait alpa hingga pamungkas ku pandang begitu dalam : a da kesunyian kian mencekam duh, aku yang berendam dalam kepasrahan ikut menggigil kedinginan bukan dingin iman, bukan ! Namun keheningan ya kesenyapan wajar bukan ? Unggunan api hanya membakar syahwati Dan telah lama menjadi mati sejak ibu bapakku mengajarkanku kata kata sejak kanak kanak aku berlarian untuk mendapatkan kepasrahan mengabadikan kasih sayang duh, begitu tak berdayanya sang penyair Hingga aku ragu bersikap dan masih saja bertanya mengapa ? aku terus saja menggali jika masih ada sisa sisa kepedulian dan aku tersiksa sungguh tersiksa begitu rumitnya watak manusia... Pekalongan 29 juli 1990

Kebahagiaan ?

Aku selalu setia berkhalwat kehadiratmu walau antara kita ada rintih antara kita ada dendam. Di malam yang sunyi sepi akupun selalu kenang dirimu ketika kita sama sama bahagia karena kita rindukan kedamaian. Namun dalam ingatanku kau selalu termenung diam mu penuh rasa cemburu. Setelah lama kitapun berjumpa kembali sekedar berkhalwat kembali ? Karena kita merindukan kebahagiaan kembali ? Namun di dalam setiap khalwat dalam setiap tegur sapa kita sama sama tanam dosa sama sama tanam dusta sama sama ternoda. Kekasihku seperti itukah kebahagiaan ? Pekalongan 12 april 1990

Kebahagiaan ?

Aku selalu setia berkhalwat kehadiratmu walau antara kita ada rintih antara kita ada dendam. Di malam yang sunyi sepi akupun selalu kenang dirimu ketika kita sama sama bahagia karena kita rindukan kedamaian. Namun dalam ingatanku kau selalu termenung diam mu penuh rasa cemburu. Setelah lama kitapun berjumpa kembali sekedar berkhalwat kembali ? Karena kita merindukan kebahagiaan kembali ? Namun di dalam setiap khalwat dalam setiap tegur sapa kita sama sama tanam dosa sama sama tanam dusta sama sama ternoda. Kekasihku seperti itukah kebahagiaan ? Pekalongan 12 april 1990

Kepasrahan

Dalam dekapan jiwaku engkau kecewa, saat matahari kan terbenam engkau berpaling pula. Biarlah, agar dapat kubaca jejak jejak langkah yang menyerah dalam kesunyian jiwamu. Di bawah matahari senja sebenarnya beri aku gairah biar tunduk pasti dalam kedamaian cintamu dan aku relakan malam malam kelamku berlalu dan hilang ketika kalah menghadapi kenyataan. Biarlah engkau kan meneguhkan diri dalam segala keyakinan dan pendirianmu aku kan melihat sendiri dengan tenang matahari terbenam di pojok desaku di antara pucuk pucuk daun bambu dan kujelang malam malam kelanku bersama kasih abadi Tuhanku. Pemalang 23 agustus 1989

Kepasrahan

Dalam dekapan jiwaku engkau kecewa, saat matahari kan terbenam engkau berpaling pula. Biarlah, agar dapat kubaca jejak jejak langkah yang menyerah dalam kesunyian jiwamu. Di bawah matahari senja sebenarnya beri aku gairah biar tunduk pasti dalam kedamaian cintamu dan aku relakan malam malam kelamku berlalu dan hilang ketika kalah menghadapi kenyataan. Biarlah engkau kan meneguhkan diri dalam segala keyakinan dan pendirianmu aku kan melihat sendiri dengan tenang matahari terbenam di pojok desaku di antara pucuk pucuk daun bambu dan kujelang malam malam kelanku bersama kasih abadi Tuhanku. Pemalang 23 agustus 1989

Potret

Sejak kecil dan senantiasa bertahun aku dalam kesendirian. Ibu potretmu itu sejuk dan teduh tapi bisu tanpa suaramu selalu aku tanyakan kapan aku kan berjumpa denganmu. Senantiasa bertahun aku dalam kesendirian tanpa hidupmu sedangkan bayangmu hadir dalam kebisuanku. Tanpa hidupmu kau hantarkan aku menjadi bagian dari hidup di dunia yang penuh pergolakan semu. Ibu tanpa hidupmu selalu kupendam kerinduan yang dalam padamu. Pemalang 16 agustus 1989

Batas

Hatiku trauma hasratku berduka dan itu masih ada walau terasa hangat belai mentari tapi jiwa kaku mati. Keinginan membentang sampai ke ujung batas hidup ketika mencapai puncak jemu sampai padaku rasa ingin tahu batas antara mati dan hidup. Oh ...... bertahan itu wajar dalam mengukur kepandaian akal aku mesti bertahan sampai padaku batas antara hidup dan mati. Pemalang 16 agustus 1989

Batas

Hatiku trauma hasratku berduka dan itu masih ada walau terasa hangat belai mentari tapi jiwa kaku mati. Keinginan membentang sampai ke ujung batas hidup ketika mencapai puncak jemu sampai padaku rasa ingin tahu batas antara mati dan hidup. Oh ...... bertahan itu wajar dalam mengukur kepandaian akal aku mesti bertahan sampai padaku batas antara hidup dan mati. Pemalang 16 agustus 1989

Menanti

Simaklah rinai hujan wahai Anita! Amat jenuh pengorbanan di hatiku alunkanlah tembang tembang doa lukisan cinta yang agung kan menggores malam.   Perjalanan waktu adalah pasti tidakkah kau berkehendak sekedar membuat coretan di hatiku ,Anita? Ya di dadaku masih ada pengharapan. Ceritakanlah kepadaku kisah kisah beku perjalanan hidupmu karena di matamu memancarkan kebimbangan terkadang senyummu ungkapkan kehampaan.   Anita kidung kidung tua telah berlalu tapi suara suara nyanyian burung masih merdu semerdu suara di hatiku yang selalu menyebut namamu. Pemalang 5 agustus 1989

Menanti

Simaklah rinai hujan wahai Anita! Amat jenuh pengorbanan di hatiku alunkanlah tembang tembang doa lukisan cinta yang agung kan menggores malam.   Perjalanan waktu adalah pasti tidakkah kau berkehendak sekedar membuat coretan di hatiku ,Anita? Ya di dadaku masih ada pengharapan. Ceritakanlah kepadaku kisah kisah beku perjalanan hidupmu karena di matamu memancarkan kebimbangan terkadang senyummu ungkapkan kehampaan.   Anita kidung kidung tua telah berlalu tapi suara suara nyanyian burung masih merdu semerdu suara di hatiku yang selalu menyebut namamu. Pemalang 5 agustus 1989

Kapan aku merdeka

Jiwa ragaku lelah melangkah tak berdaya berfikir tiada gairah kepalaku pening mataku berkunang kunang sekujur badan dilanda demam sedang hatiku menggigil kedinginan kau bilang, kasihan. Aku mencari jawaban, kapan aku merdeka belenggu merangkul tanganku beban berat bertumpuk di pundak ketika hendak mencapai engkau engkau kukuhkan benteng ketika aku hendak naik ke puncak menara engkau bilang,mungkinkah....... Aku pasrah agar batin ini tenang meski duka menyelimuti badan tapi keresahan itu datang bagai gelombang dari lautan yang berdebur penuh gelora menghempas jiwa ragaku hingga aku kalah dan sia sia engkau bilang, biarlah.. Duh Tuhan kapan aku merdeka. Karawang 29 juni 1992

Buat Aloe

Aku katakan padamu, berceritalah kau jawab, buat apa ? Ketika ku tanya mengapa kau jawab, hatiku terluka.. Aku berkata sekali lagi, tersenyumlah kau jawab, biarlah kehampaan ini aku hikmati sendiri aku bertanya, mengapa kau jawab, aku biarlah berlalu dengan kebanggaanku sendiri. Aku bertanya, mengapa engkau kenapa kau jawab, itulah aku. Jakarta 10 juli 1992

Buat Aloe

Aku katakan padamu, berceritalah kau jawab, buat apa ? Ketika ku tanya mengapa kau jawab, hatiku terluka.. Aku berkata sekali lagi, tersenyumlah kau jawab, biarlah kehampaan ini aku hikmati sendiri aku bertanya, mengapa kau jawab, aku biarlah berlalu dengan kebanggaanku sendiri. Aku bertanya, mengapa engkau kenapa kau jawab, itulah aku. Jakarta 10 juli 1992

Kata dan kalimat

KATA DAN KALIMAT Kata dan kalimat di sinilah orang orang terluka bersemayam jiwanya membawa cinta yang terpetak petak. Darah membeku meruntuhkan perjalanan. Inilah sebuah beranda sunyi malam amat kelam Dalam kata kata harapan membujuk mencampak sia sia terkubur jauh sisa sisa daya terpedaya nafsu kecewa sepatah kalimat tak tergapai. Kata dan kalimat hidup di dalamnya jiwaku kehausan terukir dalam bahasa sakti pertapa tua duhai berbinar benar mata memandang menitikan air mata menyayat perasaan kata dan kalimat sebuah lentera menerangi malam tongkat firman mutiara kehidupan mencampak cinta dari luka yang terpendam berjalan tertatih menelusuri seribu dendam kau tersenyum... ...kau berdiam diri beribu bahasa di mana kebekuanmu di mana seribu cintamu di mana leluconmu dulu selalu kau ceritakan kini terpendam menjadi misteri dulu selalu berseri kini mati tapi sebenarnya api oh kata dan kalimat di sinilah orang orang terluka bersemayam. Jakarta 26 mei 1991 dari album BUNGA SEROJA

Kata dan kalimat

Kata dan kalimat di sinilah orang orang terluka bersemayam jiwanya membawa cinta yang terpetak petak darah membeku meruntuhkan perjalanan. Inilah sebuah beranda sunyi malam amat kelam Dalam kata kata harapan membujuk mencampak sia sia terkubur jauh sisa sisa daya terpedaya nafsu kecewa sepatah kalimat tak tergapai. Kata dan kalimat hidup di dalamnya jiwaku kehausan terukir dalam bahasa sakti pertapa tua duhai berbinar benar mata memandang menitikan air mata menyayat perasaan kata dan kalimat sebuah lentera menerangi malam tongkat firman mutiara kehidupan mencampak cinta dari luka yang terpendam berjalan tertatih menelusuri seribu dendam kau tersenyum... ...kau berdiam diri beribu bahasa di mana kebekuanmu di mana seribu cintamu di mana leluconmu dulu selalu kau ceritakan kini terpendam menjadi misteri dulu selalu berseri kini mati tapi sebenarnya api oh kata dan kalimat di sinilah orang orang terluka bersemayam. Jakarta 26 mei 1991

Kata dan kalimat

Kata dan kalimat di sinilah orang orang terluka bersemayam jiwanya membawa cinta yang terpetak petak darah membeku meruntuhkan perjalanan. Inilah sebuah beranda sunyi malam amat kelam Dalam kata kata harapan membujuk mencampak sia sia terkubur jauh sisa sisa daya terpedaya nafsu kecewa sepatah kalimat tak tergapai. Kata dan kalimat hidup di dalamnya jiwaku kehausan terukir dalam bahasa sakti pertapa tua duhai berbinar benar mata memandang menitikan air mata menyayat perasaan kata dan kalimat sebuah lentera menerangi malam tongkat firman mutiara kehidupan mencampak cinta dari luka yang terpendam berjalan tertatih menelusuri seribu dendam kau tersenyum... ...kau berdiam diri beribu bahasa di mana kebekuanmu di mana seribu cintamu di mana leluconmu dulu selalu kau ceritakan kini terpendam menjadi misteri dulu selalu berseri kini mati tapi sebenarnya api oh kata dan kalimat di sinilah orang orang terluka bersemayam. Jakarta 26 mei 1991

KATA DAN KALIMAT

KATA DAN KALIMAT Kata dan kalimat di sinilah orang orang terluka bersemayam jiwanya membawa cinta yang terpetak petak darah membeku meruntuhkan perjalanan. Inilah sebuah beranda sunyi malam amat kelam. Dalam kata kata harapan membujuk mencampak sia sia terkubur jauh sisa sisa daya terpedaya nafsu kecewa sepatah kalimat tak tergapai. Kata dan kalimat hidup di dalamnya jiwaku kehausan terukir dalam bahasa sakti pertapa tua duhai berbinar benar mata memandang menitikan air mata menyayat perasaan kata dan kalimat sebuah lentera menerangi malam tongkat firman mutiara kehidupan mencampak cinta dari luka yang terpendam berjalan tertatih menelusuri seribu dendam kau tersenyum... ...kau berdiam diri beribu bahasa di mana kebekuanmu di mana seribu cintamu di mana leluconmu dulu selalu kau ceritakan kini terpendam menjadi misteri dulu selalu berseri kini mati tapi sebenarnya api oh kata dan kalimat di sinilah orang orang terluka bersemayam. Jakarta 26 mei 1991 dari album BUNGA SEROJA

Kata Dan Kalimat

Kata dan kalimat di sinilah orang orang terluka bersemayam jiwanya membawa cinta yang terpetak petak darah membeku meruntuhkan perjalanan. Inilah sebuah beranda sunyi malam amat kelam. Dalam kata kata harapan membujuk mencampak sia sia terkubur jauh sisa sisa daya terpedaya nafsu kecewa sepatah kalimat tak tergapai. Kata dan kalimat hidup di dalamnya jiwaku kehausan terukir dalam bahasa sakti pertapa tua duhai berbinar benar mata memandang menitikan air mata menyayat perasaan kata dan kalimat sebuah lentera menerangi malam tongkat firman mutiara kehidupan mencampak cinta dari luka yang terpendam berjalan tertatih menelusuri seribu dendam kau tersenyum... ...kau berdiam diri beribu bahasa di mana kebekuanmu di mana seribu cintamu di mana leluconmu dulu selalu kau ceritakan kini terpendam menjadi misteri dulu selalu berseri kini mati tapi sebenarnya api oh kata dan kalimat di sinilah orang orang terluka bersemayam. Jakarta 26 mei 1991

Gerimis Malam

Sepi hanya ada aku di sini yang sendri. Ku tatap langit sunyi ku nikmati bentang lazuardi mencari arti. Ku hayati perjalanan diri sampai saat ini masih ada duka di hati. Dan aku semakin mengerti gerimis malam ini membawa kenangan abadi antara aku di sini dan engkau yang jauh kini. Duh kekasih masih adakah cinta abadi ? Pemalang 14 januari 1990

Gerimis Malam

Sepi hanya ada aku di sini yang sendri. Ku tatap langit sunyi ku nikmati bentang lazuardi mencari arti. Ku hayati perjalanan diri sampai saat ini masih ada duka di hati. Dan aku semakin mengerti gerimis malam ini membawa kenangan abadi antara aku di sini dan engkau yang jauh kini. Duh kekasih masih adakah cinta abadi ? Pemalang 14 januari 1990

Aku Pasti Kembali

Selaput senja kelabu di cakrawala dari perjalanan pagi menghikmati bayang bayang kota tua saat kaki mulai kelelahan pengalaman hanya lembah,gunung,pantai dan laut seperti tak ada yang berarti kecuali kecewa berulang selalu. Dari waktu ke waktu hari bergulir menggores usia hidup membuat jiwa jadi terburu buru seakan begitu cepat matahari berlalu hingga hati bimbang selalu. Ibu begitulah nasib petualanganku pergi ke tempat yang jauh merajut impian hidup aku tetap saja aku hingga akhirnya bosan sendiri Ibu aku pasti kembali. Jakarta 28 Desember 1989

Valentine days ?

Hari ini kita mendambakan kasih sayang tapi bukan terbatas oleh jarak dan waktu bahkan selamanya kita rindukan kasih sayang yang abadi. Valentine days apa guna karena limpahan kasih sayang hanya sekejap keindahan dan kebahagiaan hanya fatamorgana. Dengan kasih sayang Tuhan setiap desah nafas kita penuh kasih sayang dengan sahmat kasih Tuhan setiap detik hidup kita penuh limpahan cinta kasih dan kasih sayang Tuhan itulah kasih sayang sejati yang abadi selamanya. Pekalongan 14 februari 1991

Valentine days ?

Hari ini kita mendambakan kasih sayang tapi bukan terbatas oleh jarak dan waktu bahkan selamanya kita rindukan kasih sayang yang abadi. Valentine days apa guna karena limpahan kasih sayang hanya sekejap keindahan dan kebahagiaan hanya fatamorgana. Dengan kasih sayang Tuhan setiap desah nafas kita penuh kasih sayang dengan sahmat kasih Tuhan setiap detik hidup kita penuh limpahan cinta kasih dan kasih sayang Tuhan itulah kasih sayang sejati yang abadi selamanya. Pekalongan 14 februari 1991

Hasrat terpendam

Serupa angin tak memberi belaian. Engkau garang membakar aku dalam cekam. Hasratku terpendam dayaku tak bersuara. Aku melihat engkau memalingkan muka. Engkau menatapku hanya mata kebimbangan. Engkau dan aku tak pernah membagi rasa. Pemalang 18 januari 1991

Flamboyan

Merah merangkai di ranting ranting yang kecil indah nian dipandang mata bunga flamboyan itu kenangan di hati serupa kekasih jauh di seberang hari ini matahari begitu gersang padang yang luas penuh bebatuan berdebu namun di tepi jalanan itu tiada layu flamboyan menebarkan keindahan pada pengelan yang menyusuri jalanan. Kupetik setangkai flamboyan ku cium dan ingin ku sunting mesra di telingamu bila kau seiring sejalan namun di sini kau tiada hanya keindahan itu ku nikmati sendiri. Duh Tuhanku sampaikanlah salam sejahtera untuk kekasihku jauh di seberang beri dia kehangatan dan kebahagiaan serupa aku hadir di sisinya. Pekalongan 18 Desember 1990

Flamboyan

Merah merangkai di ranting ranting yang kecil indah nian dipandang mata bunga flamboyan itu kenangan di hati serupa kekasih jauh di seberang hari ini matahari begitu gersang padang yang luas penuh bebatuan berdebu namun di tepi jalanan itu tiada layu flamboyan menebarkan keindahan pada pengelan yang menyusuri jalanan. Kupetik setangkai flamboyan ku cium dan ingin ku sunting mesra di telingamu bila kau seiring sejalan namun di sini kau tiada hanya keindahan itu ku nikmati sendiri. Duh Tuhanku sampaikanlah salam sejahtera untuk kekasihku jauh di seberang beri dia kehangatan dan kebahagiaan serupa aku hadir di sisinya. Pekalongan 18 Desember 1990

Sisa

puingku adalah sisa sisa kehancuran kegagalan yang tampak makin membawa kegundahan hati tak bernilai segenap bakti tak berguna segala daya hanya kehancuran tampak di mata pedih menjadi kenangan kehancuran itu tak terlupakan. Wahai mendung yang kelabu mengapa tak juga mencurahkan air hujan kau buat hati ini sendu atau puingku itu biarlah menjemput mautku agar sesal itu terasa berlalu tapi kematian dalam puing itu tak mungkin bukan ? Tak mungkin juga aku harus menangis meratap biar cinta itu menjadi berhamburan sisgku biarlah daya yang m asih tersisa. Oh segenap cintaku ku nyalakan lilin di malam gelap ku hadirkan untukmu seberkas cahaya terbitlah warna kesucianmu lihatlah kedua tanganku menengadah apa yang selama ini aku dambakan tak lain hanya kedamaian hanyalah kedamaian itu saja. Pemalang 17 Desember 1990

Sisa

puingku adalah sisa sisa kehancuran kegagalan yang tampak makin membawa kegundahan hati tak bernilai segenap bakti tak berguna segala daya hanya kehancuran tampak di mata pedih menjadi kenangan kehancuran itu tak terlupakan. Wahai mendung yang kelabu mengapa tak juga mencurahkan air hujan kau buat hati ini sendu atau puingku itu biarlah menjemput mautku agar sesal itu terasa berlalu tapi kematian dalam puing itu tak mungkin bukan ? Tak mungkin juga aku harus menangis meratap biar cinta itu menjadi berhamburan sisgku biarlah daya yang m asih tersisa. Oh segenap cintaku ku nyalakan lilin di malam gelap ku hadirkan untukmu seberkas cahaya terbitlah warna kesucianmu lihatlah kedua tanganku menengadah apa yang selama ini aku dambakan tak lain hanya kedamaian hanyalah kedamaian itu saja. Pemalang 17 Desember 1990

Hening

Dipandang kau berdiri kibarkan nurani sunyi dari bait alpa hingga pamungkas ku pandang begitu dalam : ada kesunyian kian mencekam duh,aku yang berendam dalam kepasrahan ikut menggigil kedinginan bukan dingin iman,bukan ! Namun keheningan ya kesenyapan wajar bukan ? Unggunan api hanya membakar syahwati dan telah lama menjadi mati sejak ibu bapakku mengajarkanku kata kata sejak kanak kanak aku berlarian mendapatkan kepasrahan mengabdikan kegalauan duh,begitu berdayanya sang penyair hingga aku ragu bersikap dan masih saja bertanya mengapa ? aku terus saja menggali jika masih ada sisa sisa kepedulian dan aku tersiksa sungguh tersiksa begitu rumitnya watak manusia... Pekalongan 29 juli 1990

Hening

Dipandang kau berdiri kibarkan nurani sunyi dari bait alpa hingga pamungkas ku pandang begitu dalam : ada kesunyian kian mencekam duh,aku yang berendam dalam kepasrahan ikut menggigil kedinginan bukan dingin iman,bukan ! Namun keheningan ya kesenyapan wajar bukan ? Unggunan api hanya membakar syahwati dan telah lama menjadi mati sejak ibu bapakku mengajarkanku kata kata sejak kanak kanak aku berlarian mendapatkan kepasrahan mengabdikan kegalauan duh,begitu berdayanya sang penyair hingga aku ragu bersikap dan masih saja bertanya mengapa ? aku terus saja menggali jika masih ada sisa sisa kepedulian dan aku tersiksa sungguh tersiksa begitu rumitnya watak manusia... Pekalongan 29 juli 1990

Kebahagiaan ?

Aku selalu setia berkhalwat kehadiratmu walau antara kita ada rintih antara kita ada dendam. Di malam yang sunyi sepi akupun selalu kenang dirimu ketika kita sama sama bahagia karena kita rindukan kedamaian. Namun dalam ingatanku kau selalu termenung diam mu penuh sasa cemburu. Setelah lama kitapun berjumpa kembali sekedar berkhalwat kembali ? Karena kita merindukan kebahagiaan kembali ? Namun di dalam setiap khalwat dalam setiap tegur sapa kita sama sama tanam dosa sama sama tanam dusta sama sama ternoda. Kekasihku seperti itukah kebahagiaan ? Pekalongan 12 april 1990

Kebahagiaan ?

Aku selalu setia berkhalwat kehadiratmu walau antara kita ada rintih antara kita ada dendam. Di malam yang sunyi sepi akupun selalu kenang dirimu ketika kita sama sama bahagia karena kita rindukan kedamaian. Namun dalam ingatanku kau selalu termenung diam mu penuh sasa cemburu. Setelah lama kitapun berjumpa kembali sekedar berkhalwat kembali ? Karena kita merindukan kebahagiaan kembali ? Namun di dalam setiap khalwat dalam setiap tegur sapa kita sama sama tanam dosa sama sama tanam dusta sama sama ternoda. Kekasihku seperti itukah kebahagiaan ? Pekalongan 12 april 1990

Perjalanan

Perjalanan hidup seperti kereta membawa kita ke tempat yang jauh pada orang orang yang takut mati karena kesombongan diri sendiri. Seakan di bumi ini akan hidup abadi. Padahal jika ALLAH kehendaki tulang belulang yang telah hancur luluh pun bisa dibangkitkan kembali. Mengapa manusia tak peduli pada kehidupan akhirat yang abadi dengan ilmu dan teknologi mengapa manusia tiada menggali kebenaran yang sejati. Perjalanan hidup seperti kereta terus melaju hingga jauh jauh... Tapi makin dekat dengan tempat di mana kita berasal. Pekalongan 31 maret 1990

Gerimis Malam

Sepi hanya ada aku di sini yang sendri. Ku tatap langit sunyi ku nikmati bentang lazuardi mencari arti. Ku hayati perjalanan diri sampai saat ini masih ada duka di hati. Dan aku semakin mengerti gerimis malam ini membawa kenangan abadi antara aku di sini dan engkau yang jauh kini. Duh kekasih masih adakah cinta abadi ? Pemalang 14 januari 1990

Gerimis Malam

Sepi hanya ada aku di sini yang sendri. Ku tatap langit sunyi ku nikmati bentang lazuardi mencari arti. Ku hayati perjalanan diri sampai saat ini masih ada duka di hati. Dan aku semakin mengerti gerimis malam ini membawa kenangan abadi antara aku di sini dan engkau yang jauh kini. Duh kekasih masih adakah cinta abadi ? Pemalang 14 januari 1990

Menanti

Keteguhanmu menanti daku kan kembali dengan sejuknya sinar rembulan mengharap kehadiranku penghibur hati. Dalam bisumu aku tak tahu apa yang terjadi hanya bulan bintang jadi saksi kesetiaanmu terlukis abadi. Namun dalam sesalmu tiada di hati cela caci hanya kepasrahan jadi bukti betapa tersiksanya jiwa menanti Dalam kerinduanmu engkau alunkan bait bait puisi Aku tahu betapa pedihnya menjalani hidup ini... Pekalongan 5 Januari 1990

Menanti

Keteguhanmu menanti daku kan kembali dengan sejuknya sinar rembulan mengharap kehadiranku penghibur hati. Dalam bisumu aku tak tahu apa yang terjadi hanya bulan bintang jadi saksi kesetiaanmu terlukis abadi. Namun dalam sesalmu tiada di hati cela caci hanya kepasrahan jadi bukti betapa tersiksanya jiwa menanti Dalam kerinduanmu engkau alunkan bait bait puisi Aku tahu betapa pedihnya menjalani hidup ini... Pekalongan 5 Januari 1990

Aku Pasti Kembali

Selaput senja kelabu di cakrawala dari perjalanan pagi menghikmati bayang bayang kota tua saat kaki mulai kelelahan pengalaman hanya lembah,gunung,pantai dan laut seperti tak ada yang berarti kecuali kecewa berulang selalu. Dari waktu ke waktu hari bergulir menggores usia hidup membuat jiwa jadi terburu buru seakan begitu cepat matahari berlalu hingga hati bimbang selalu. Ibu begitulah nasib petualanganku pergi ke tempat yang jauh merajut impian hidup aku tetap saja aku hingga akhirnya bosan sendiri Ibu aku pasti kembali. Jakarta 28 Desember 1989

Aku Pasti Kembali

Selaput senja kelabu di cakrawala dari perjalanan pagi menghikmati bayang bayang kota tua saat kaki mulai kelelahan pengalaman hanya lembah,gunung,pantai dan laut seperti tak ada yang berarti kecuali kecewa berulang selalu. Dari waktu ke waktu hari bergulir menggores usia hidup membuat jiwa jadi terburu buru seakan begitu cepat matahari berlalu hingga hati bimbang selalu. Ibu begitulah nasib petualanganku pergi ke tempat yang jauh merajut impian hidup aku tetap saja aku hingga akhirnya bosan sendiri Ibu aku pasti kembali. Jakarta 28 Desember 1989

Malam Terakhir

Malam terakhir rasa sedihku tak jemu cinta suciku terpedaya nafsu. Tak mungkin pada suara harum nikmat kasih aku kenangkan bayangan kabut tebal saat itu terlupakan pada emosi yang ingin terlampiaskan malam ini cinta suciku tercampakkan. Oh Tuhan bawakan padaku rasa keteduhan mengupas jalang hati dari yang menggebu damaikanlah perasaanku agar tiada kutangisi luka cinta ini. Nyanyian sendu ini mengiringi redup cahaya lilin cintamu lembut amat ayu terpaku mati di sanubari. Kekasihku lewat goresan kenangan ini ingin ku bertegur sapa padamu lewat sunyi malam ini teringat lisanmu yang lembut berkata ...cintamu cintaku tetap bersatu. Pemalang 1 nov. 1989

KERDIL

KERDIL Tanganmu menjamah dengan sengaja dirimu memanja membelenggu diriku. Ketika itu aku punya satu cinta !! Tiba tiba hatiku retak pudar keteguhan cintapun terpetak petak. Di dadaku bimbang masih adakah kejujuran untuk sebuah cinta ? Cermin mengatakan sungguh jalang itulah aku. Kerdil itulah jiwaku. Pemalang 23 oktober 1989

FIKRI

FIKRI Kedamaian? Langit lihatlah! Lazuardi biru membentang awan awan berarak bertabur bintang gemintang. Tatap ! Di kejauhan batas cakrawala yang memanjang antara renja dan hijau panorama lihat pula di persada bumi tempat kaki kita tegak berdiri berpijak,berjalan mengembara mencari karunia Ilahi. Fikri itu semua tetap ada dan tetap kau saksikan sampai jiwa kita tak lagi merasa sampai pada batas kehidupan. Bukankah itu semua rahmat kasih Ilahi? Tentramlah kita dalam rahmatNYA hiduplah kita dalam hikmahNYA bersegeralah menuju kedamaianNYA yang hakiki dan abadi. Pemalang 12 oktober 1989 dari album BUNGA SEROJA

KEPASRAHAN

KEPASRAHAN Dalam dekapan jiwaku engkau kecewa saat matahari kan terbenam engkau berpaling pula. Biarlah agar dapat kubaca jejak jejak langkah yang menyerah dalam kesunyian jiwamu. Di bawah matahari senja sebenarnya beri aku gairah biar tunduk pasti dalam kedamaian cintamu dan aku relakan malam malam kelamku berlalu dan hilang ketika kalah menghadapi kenyataan. Biarlah engkau kan meneguhkan diri dalam segala keyakinan dan pendirianmu aku kan melihat sendiri dengan tenang matahari terbenam di pojok desaku di antara pucuk pucuk daun bambu dan kujelang malam malam kelamku bersama kasih abadi Tuhanku. Pemalang 23 agustus 1989 dari album BUNGA SEROJA

BATAS

BATAS Hatiku trauma hasratku berduka dan itu masih ada walau terasa hangat belai mentari tapi jiwa kaku mati. Keinginan membentang sampai ke ujung batas hidup ketika mencapai puncak jemu sampai padaku rasa ingin tahu batas antara mati dan hidup. Oh bertahan itu wajar dalam mengukur kepandaian akal aku mesti bertahan sampai padaku batas antara hidup dan mati. Pemalang 16 agustus 1989

MENANTI

MENANTI Simaklah rinai hujan wahai Anita! Amaj jenuh pengorbanan di hatiku alunkanlah tembang tembang doa lukisan cinta yang agung kan menggores malam. Perjalanan waktu adalah pasti tidakkah kau berkehendak sekedar mdmbuat coretan dh hatiku.Anita? Ya di dadaku masih ada pengharapan. Ceritakanlah kepadaku kisah kisah beku perjalanan hidupmu karena di matamu memancarkan kebimbangan terkadang senyummu ungkapkan kehampaan. Anita kidung kidung tua telah berlalu tapi suara suara nxanyian burung masih merdu semerdu suara di hatiku yang selalu menyebut namamu. Pemalang 5 agustus 1989 dari album BUNGA SEROJA.

Batas

BATAS Hatiku trauma hasratku berduka dan itu masih ada walau terasa hangat belai mentari tapi jiwa kaku mati. Keinginan membentang sampai ke ujung batas hidup ketika mencapai puncak jemu sampai padaku rasa ingin tahu batas antara mati dan hidup. Oh bertahan itu wajar dalam mengukur kepandaian akal aku mesti bertahan sampai padaku batas antara hidup dan mati. Pemalang 16 agustus 1989

Batas

BATAS Hatiku trauma hasratku berduka dan itu masih ada walau terasa hangat belai mentari tapi jiwa kaku mati. Keinginan membentang sampai ke ujung batas hidup ketika mencapai puncak jemu sampai padaku rasa ingin tahu batas antara mati dan hidup. Oh bertahan itu wajar dalam mengukur kepandaian akal aku mesti bertahan saampai padaku batas antara hidup dan mati. Pemalang 16 agustus 1989

Menanti

Simaklah rinai hujan wahai Anita! Amat jenuh pengorbanan di hatiku alunkanlah tembang tembang doa lukisan cinta yang agung kan menggores malam. Perjalanan waktu adalah pasti tidakkah kau berkehendak sekedar mdmbuat coretan di hatiku.Anita? Ya di dadaku masih ada pengharapan. Ceritakanlah kepadaku kisah kisah beku perjalanan hidupmu karena di matamu memancarkan kebimbangan terkadang senyummu ungkapkan kehampaan. Anita kidung kidung tua telah berlalu tapi suara suara nyanyian burung masih merdu semerdu suara di hatiku yang selalu menyebut namamu. Pemalang 5 agustus 1989

Menanti

Simaklah rinai hujan wahai Anita! Amat jenuh pengorbanan di hatiku alunkanlah tembang tembang doa lukisan cinta yang agung kan menggores malam. Perjalanan waktu adalah pasti tidakkah kau berkehendak sekedar mdmbuat coretan di hatiku.Anita? Ya di dadaku masih ada pengharapan. Ceritakanlah kepadaku kisah kisah beku perjalanan hidupmu karena di matamu memancarkan kebimbangan terkadang senyummu ungkapkan kehampaan. Anita kidung kidung tua telah berlalu tapi suara suara nyanyian burung masih merdu semerdu suara di hatiku yang selalu menyebut namamu. Pemalang 5 agustus 1989

Kepasrahan

Dalam dekapan jiwaku engkau kecewa saat matahari kan terbenam engkau berpaling pula.     Biarlah agar dapat kubaca jejak jejak langkah yang menyerah dalam kesunyian jiwamu.     Di bawah matahari senja sebenarnya beri aku gairah biar tunduk pasti dalam kedamaian cintamu dan aku relakan malam malam kelamku berlalu dan hilang ketika kalah menghadapi kenyataan.     Biarlah engkau kan meneguhkan diri dalam segala keyakinan dan pendirianmu aku kan melihat sendiri dengan tenang matahari terbenam di pojok desaku di antara pucuk pucuk daun bambu dan kujelang malam malam kelanku bersama kasih abadi Tuhanku.     Pemalang 23 agustus 1989

Kepasrahan

Dalam dekapan jiwaku engkau kecewa saat matahari kan terbenam engkau berpaling pula.     Biarlah agar dapat kubaca jejak jejak langkah yang menyerah dalam kesunyian jiwamu.     Di bawah matahari senja sebenarnya beri aku gairah biar tunduk pasti dalam kedamaian cintamu dan aku relakan malam malam kelamku berlalu dan hilang ketika kalah menghadapi kenyataan.     Biarlah engkau kan meneguhkan diri dalam segala keyakinan dan pendirianmu aku kan melihat sendiri dengan tenang matahari terbenam di pojok desaku di antara pucuk pucuk daun bambu dan kujelang malam malam kelanku bersama kasih abadi Tuhanku.     Pemalang 23 agustus 1989

Fikri

Kedamaian? Langit lihatlah! Lazuardi biru membentang awan awan berarak bertabur bintang gemintang. Tatap ! Di kejauhan batas cakrawala yang memanjang antara renja dan hijau panorama lihat pula di persada bumi tempat kaki kita tegak berdiri berpijak,berjalan mengembara mencari karunia Ilahi. Fikri itu semua tetap ada dan tetap kau saksikan sampai jiwa kita tak lagi merasa sampai pada batas kehidupan. Bukankah itu semua rahmat kasih Ilahi? Tentramlah kita dalam rahmatNYA hiduplah kita dalam hikmahNYA bersegeralah menuju kedamaianNYA yang hakiki dan abadi. Pemalang 12 oktober 1989

Fikri

Kedamaian? Langit lihatlah! Lazuardi biru membentang awan awan berarak bertabur bintang gemintang. Tatap ! Di kejauhan batas cakrawala yang memanjang antara renja dan hijau panorama lihat pula di persada bumi tempat kaki kita tegak berdiri berpijak,berjalan mengembara mencari karunia Ilahi. Fikri itu semua tetap ada dan tetap kau saksikan sampai jiwa kita tak lagi merasa sampai pada batas kehidupan. Bukankah itu semua rahmat kasih Ilahi? Tentramlah kita dalam rahmatNYA hiduplah kita dalam hikmahNYA bersegeralah menuju kedamaianNYA yang hakiki dan abadi. Pemalang 12 oktober 1989

Kerdil

KERDILTanganmu menjamah dengan sengaja dirimu memanja membelenggu diriku. Ketika itu aku punya satu cinta !! Tiba tiba hatiku retak pudar keteguhan cintapun terpetak petak. Di dadaku bimbang masih adakah kejujuran untuk sebuah cinta ? Cermin mengatakan sungguh jalang itulah aku. Kerdil itulah jiwaku. Pemalang 23 oktober 1989

MENANTI

MENANTI Simaklah rinai hujan wahai Anita! Amat jenuh pengorbanan di hatiku alunkanlah tembang tembang doa lukisan cinta yang agung kan menggores malam. Perjalanan waktu adalah pasti tidakkah kau berkehendak sekedar mdmbuat coretan di hatiku.Anita? Ya di dadaku masih ada pengharapan. Ceritakanlah kepadaku kisah kisah beku perjalanan hidupmu karena di matamu memancarkan kebimbangan terkadang senyummu ungkapkan kehampaan. Anita kidung kidung tua telah berlalu tapi suara suara nyanyian burung masih merdu semerdu suara di hatiku yang selalu menyebut namamu. Pemalang 5 agustus 1989 dari album BUNGA SEROJA.

KEPASRAHAN

KEPASRAHAN Dalam dekapan jiwaku engkau kecewa saat matahari kan terbenam engkau berpaling pula. Biarlah agar dapat kubaca jejak jejak langkah yang menyerah dalam kesunyian jiwamu. Di bawah matahari senja sebenarnya beri aku gairah biar tunduk pasti dalam kedamaian cintamu dan aku relakan malam malam kelamku berlalu dan hilang ketika kalah menghadapi kenyataan. Biarlah engkau kan meneguhkan diri dalam segala keyakinan dan pendirianmu aku kan melihat sendiri dengan tenang matahari terbenam di pojok desaku di antara pucuk pucuk daun bambu dan kujelang malam malam kelanku bersama kasih abadi Tuhanku. Pemalang 23 agustus 1989 dari album BUNGA SEROJA

FIKRI

FIKRI Kedamaian? Langit lihatlah! Lazuardi biru membentang awan awan berarak bertabur bintang gemintang. Tatap ! Di kejauhan batas cakrawala yang memanjang antara renja dan hijau panorama lihat pula di persada bumi tempat kaki kita tegak berdiri berpijak,berjalan mengembara mencari karunia Ilahi. Fikri itu semua tetap ada dan tetap kau saksikan sampai jiwa kita tak lagi merasa sampai pada batas kehidupan. Bukankah itu semua rahmat kasih Ilahi? Tentramlah kita dalam rahmatNYA hiduplah kita dalam hikmahNYA bersegeralah menuju kedamaianNYA yang hakiki dan abadi. Pemalang 12 oktober 1989 dari album BUNGA SEROJA

KERDIL

KERDIL Tanganmu menjamah dengan sengaja dirimu memanja membelenggu diriku. Ketika itu aku punya satu cinta !! Tiba tiba hatiku retak pudar keteguhan cintapun terpetak petak. Di dadaku bimbang masih adakah kejujuran untuk sebuah cinta ? Cermin mengatakan sungguh jalang itulah aku. Kerdil itulah jiwaku. Pemalang 23 oktober 1989

JOMBANG OH JOMBANG ~ 2

Selama ini bangsa indönesia banyak dihujani bala dan bencana dari bencana alam,bencana ekonomi,bencana demokrasi bahkan disintegrasi bangsa. Kalau Ponari dan batu ajaibnya adalah suatu anugreah,maka banyak maryarakat Jombang dan sekitarnya belum mampu menempatkan Ponari dan batu ajaibnya pada porsi dan posisi yang sebenarnya. Kita semua tahu bahwa Ponari hanyalah anak kecil yang berhak memperoleh pendidikan dan masa masa bermain dengan sewajarnya,dia juga berhak terhadap kebebasan untuk tidak dieksploitasi meskipun pada kenyataannya masyarakat sangat membutuhkan pertolongannya. Pada akhirnya kembalilah kepada sikap dan kesadaran masyarakat untuk tidak gampang mengkultuskan seseorang apalagi meminta pertolongan yang bersangkut paut dengan urusan ghaib karena salah salah syiriklah akibatnya,dan nerakalah balasannya,berhati hatilah karena sosok Ponari dengan batu ajaibnya bisa jadi sebagaian dari makar iblis yang akan menggelincirkan iman khta. Na'udzubillahi min dzalik.

JOMBANG OH JOMBANG

JOMBANG OH JOMBANG. Jombang bergeliat,tiba tiba semua tersentak. Sosok Ponari itu hanya anak kecil,tapi namanya telah membesar dan berkelana jauh melebihi besar dan luasnya Kabupaten Jombang. Jombang oh Jombang,bumi para kyai,dihuni beribu santri dari penjuru bumi,hanya karena sekepal batu dewa petir milik ponari,tiba tiba dia menjadi anak ajaib yang sanggup mengobati berbagai macam penyakit baik penyakit medis maupun yang non medis. Kita semua ternganga dan hampir dibuat tak percaya dengan daya sembuh Ponari bersama batu ajaibnya yang sangat luar biasa. Para ahli kedokteran dibuat kebingungan,ilmu apa gerangan yang Ponari punya karena belum tentu dokter yang bergelar Profesor Doktor Insinyur ditambah SH SE dibelakangnya sanggup memberi jaminan kesembuhan kepada pasiennya. Ponari bahkan juga tak berjanji dan memberi jaminan bagi orang yang meminta pertolögan padanya,tapi kita melihat bahkan puluhan ribu orang orang yang sudag merasakan bahwa keajaiban Pöari dengan batu dewa petirnya Be

KEJAWEN ? (1)

ADA APA DENGAN KEJAWEN? Selama ini masyarakat jawa dikaitkan dengan tradisi atau budaya kejawen. Apa kejawen itu sesungguhnya? Banyak orang mengatakan kejawen adalah tradisi menyelaraskan atau menyeimbangkan antarat kehidupan makrokosmos sebagai alam semesta dan mikrokos sebagait manusga. Mengapa harus diselaraskan? Karena dalam kenyataannya perjalanan hidup manusia mengalami banyak rintangan dan cobaan,terlebih dari unsur makrokosmos yang terdiri dari unsur yang nyata dan unsur yang tidak nyata. Unsur nyata kita ambil contoh hujan badai,gempa bumi,panas terik,gelombang lautan dan sebagainya. Unsur tidak nyata seperti keberadaan makhluk halus,nasib,naas dan musibah musibah lainnya yang dikait-kaitkan dengan eksistensi alam ghaib. Pada kenyataannya kehidupan manusia bersinggungan bahkan menjadi bagian dari kedua unsur tersebut. Banyak pakar mengatakan bahwa manusia adalah miniatur alam semesta,karenanya Manusia di samping mikrokosmos adalah makrokosmos juga. Apa kaitannya dengan kejawe

KEJAWEN ? (2)

Pun saling bernegosiasi memperjuangkan kepentingan masing,hasilnya? Lahirlah budaya sesaji untuk tolak bala,atau dalam istilah alam ghaib manusia telah mengirim upeti, sebagai imbalannya makhluk ghaib pun tidak akan mengganggu ketentraman hidup manusia. Bila proses pemberian sesaji ini berlangsung terus,terjadilah ketergantungan yang sebenarnya saling mengancam. Apa jadinya bila manusia yang biasa memberi sesaji,suatu saat tidak memberi sesaji,dalam sugesti mereka tertanam pemahaman bahwa membatalkan sesaji berarti membuka pintu kemarahan mereka. Sehingga kalau terjadi bencana setelah pembatalan sesaji dianggap ada kaitannya dengan kemarahan penghuni alam ghaib. Di sinilah kemudian terjadi ketidakselarasan dalam kehidupan makrokosmos dan mikrokosmos. Benarkah pemahaman seperti ini? Kalau ditinjau dari akidah syariah islam yang sebenarnya,jelas bahwa pandangan kejawen sangat keliru,apalagi bila dikaitkan Apabila dikaitkan dengan kedudukan manusia sebagai kholifah di muka bumi ini. Oleh

Harapan Cinta

Ada kidung tiga serangkai dari barat kisah kisah lama berlalu ada hasrat terpendam dalam Terdengar kembali bunyi kidung tua masih adakah hasrat itu sekarang? Hanyalah ada sekarang tanda pertanyaan perkawanan kita,akankah selamanya? Kidung itu tiada bermakna! Seperti jugakah perkawanan kita? Kidung itu tiada bermakna! hanya membekas usia dan janji manis belaka ya! kidung itu tiada bermakna! Pemalang 11 juli 1989 .

Harapan Cinta

Ada kidung tiga serangkai dari barat kisah kisah lama berlalu ada hasrat terpendam dalam Terdengar kembali bunyi kidung tua masih adakah hasrat itu sekarang? Hanyalah ada sekarang tanda pertanyaan perkawanan kita,akankah selamanya? Kidung itu tiada bermakna! Seperti jugakah perkawanan kita? Kidung itu tiada bermakna! hanya membekas usia dan janji manis belaka ya! kidung itu tiada bermakna! Pemalang 11 juli 1989 .

Harapan Cinta

Ada kidung tiga serangkai dari barat Kisah - kisah lama berlalu Ada hasrat terpendam dalam. Terdengar kembali bunyi kidung tua masih adakah hasrat itu sekarang? Hanyalah ada sekarang tanda pertanyaan Perkawanan kita,akankah selamanya?. Kidung itu tiada bermakna! Seperti jugakah perkawanan kita? Kidung itu tiada bermakna! Hanya membekas usia dan janji manis belaka. ya! Kidung itu tiada bermakna! Pemalang 11 juli 1989

Harapan Cinta

Ada kidung tiga serangkai dari barat Kisah - kisah lama berlalu Ada hasrat terpendam dalam. Terdengar kembali bunyi kidung tua masih adakah hasrat itu sekarang? Hanyalah ada sekarang tanda pertanyaan Perkawanan kita,akankah selamanya?. Kidung itu tiada bermakna! Seperti jugakah perkawanan kita? Kidung itu tiada bermakna! Hanya membekas usia dan janji manis belaka. ya! Kidung itu tiada bermakna! Pemalang 11 juli 1989

Darah-Darah Bougenville

 Senja hari hingga menjelang dini hari  perempuan perempuan itu melolong bukan dalam waktu itu pula tubuh tubuh legam disertai anak anak kecil yang pucat pasi menjerit menangis menyayat bumi menusuk nusuk langit hingga ditelan hutan gelap Terdengar di kejauhan bunyi peluru mortir para lelaki yang gagah perkasa dengan bilah kapak dan parang berdiri tegar menantang di bibir jurang tambang tembaga ...biarlah darah darah kami bersimbah menyirami bumi persada darah darah putra bougenville Putra putra bougenville menjerit hati mereka berontak menyuarakan kebebasan ...bougenville lambang ketamakan nafsu lambang ketamakan dan keserakahan manusia! Darah berhamburan dan bersimbah di tanah bougenville darah putra putra daerah yang tak berdosa kapak dan meriam saling menumpahkan amarah gaduh riuh menderap di kegelapan gelap malam,gelapnya hati manusia bougenvil memerah bougenville berdarah Pemalang 8 juli 1989

Darah-Darah Bougenville

DARAH-DARAH BOUGENVILLE Sejak hari senja hingga menjelang dini hari perempuan perempuan itu melolong bukan dalam waktu itu pula tubuh tubuh legam disertai anak anak kecil yang pucat pasi menjerit menangis menyayat bumi menusuk nusuk langit hingga ditelan hutan gelap Terdengar di kejauhan bunyi peluru mortir para lelaki yang gagah perkasa dengan bilah kapak dan parang berdiri tegar menantang di bibir jurang tambang tembaga ...biarlah darah darah kami bersimbah menyirami bumi persada darah darah putra bougenville Putra putra bougenville menjerit hati mereka berontak menyuarakan kebebasan ...bougenville lambang ketamakan nafsu lambang ketamakan dan keserakahan manusia! Darah berhamburan dan bersimbah di tanah bougenville darah putra putra daerah yang tak berdosa kapak dan meriam saling menumpahkan amarah gaduh riuh menderap di kegelapan gelap malam,gelapnya hati manusia bougenvil memerah bougenville berdarahPemalang 8 juli 1989 Dari album BUNGA SEROJA

DARAH-DARAH BOUGENVILLE

DARAH-DARAH BOUGENVILLE Sejak hari senja hingga menjelang dini hari perempuan perempuan itu melolong bukan dalam waktu itu pula tubuh tubuh legam disertai anak anak kecil yang pucat pasi menjerit menangis menyayat bumi menusuk nusuk langit hingga ditelan hutan gelap. Terdengar di kejauhan bunyi peluru mortir para lelaki yang gagah perkasa dengan bilah kapak dan parang berdiri tegar menantang di bibir jurang tambang tembaga ...biarlah darah darah kami bersimbah menyirami bumi persada darah darah putra bougenville. Putra putra bougenville menjerit hati mereka berontak menyuarakan kebebasan ...bougenville lambang ketamakan nafsu l ambang ketamakan dan keserakahan manusia! Darah berhamburan dan bersimbah di tanah bougenville darah putra putra daerah yang tak berdosa kapak dan meriam saling menumpahkan amarah gaduh riuh menderap di kegelapan gelap malam,gelapnya hati manusia bougenvil memerah bougenville berdarah Pemalang 12 juli 1989 dari album BUNGA SEROJA

Darah-Darah Bougenville

DARAH-DARAH BOUGENVILLE Sejak hari senja hingga menjelang dini hari perempuan perempuan itu melolong bukan dalam waktu itu pula tubuh tubuh legam disertai anak anak kecil yang pucat pasi menjerit menangis menyayat bumi menusuk nusuk langit hingga ditelan hutan gelap. Terdengar di kejauhan bunyi peluru mortir para lelaki yang gagah perkasa dengan bilah kapak dan parang berdiri tegar menantang di bibir jurang tambang tembaga ...biarlah darah darah kami bersimbah menyirami bumi persada darah darah putra bougenville. Putra putra bougenville menjerit hati mereka berontak menyuarakan kebebasan ...bougenville lambang ketamakan nafsu l ambang ketamakan dan keserakahan manusia! Darah berhamburan dan bersimbah di tanah bougenville darah putra putra daerah yang tak berdosa kapak dan meriam saling menumpahkan amarah gaduh riuh menderap di kegelapan gelap malam,gelapnya hati manusia bougenvil memerah bougenville berdarah Pemalang 12 juli 1989 dari album BUNGA SEROJA

Perjalanan Malam Di Hati Bimbang

Coretan malam ini begitu panjang .garis garis lurus melintas menyayat keramahan ada rasa gemetar yang begitu dalam Dendangnya angin malam menyapa bebatuan yang bisu berkepanjangan seolah olah itu alunan lidah fasih yang menghampiri hayalku sekedar berbagi rasa tapi tiada keteduhan yang terlihat Hati ini masih memendam keraguan tentang arti hidup dan kehidupan di dalamnya tak ku temukan tali tali persentuhan hanyalah setitik makna kehidupan dengan sopan memilah hati diam Aku dan segala hayalan dalam hati kian menyekat begitu dekat luka dengan kegundahan keduanya tiada damai tiada pengertian Akupun mencoba tersenyum menghikmati dendang dendang dedaunan itu yang telah melekat di lorong lorong malam Pemalang 12 juli 1989

Perjalanan Malam Di Hati Bimbang

Coretan malam ini begitu panjang Garis - garis lurus melintas menyayat keramahan ada rasa gemetar yang begitu dalam Dendangnya angin malam menyapa bebatuan yang bisu berkepanjangan Seolah - olah itu alunan lidah fasih yang menghampiri hayalku sekedar berbagi rasa Tapi tiada keteduhan yang terlihat. Hati ini masih memendam keraguan tentang arti hidup dan kehidupan di dalamnya tak ku temukan tali tali persentuhan hanyalah setitik makna kehidupan dengan sopan memilah hati diam Aku dan segala hayalan dalam hati kian menyekat begitu dekat luka dengan kegundahan keduanya tiada damai Tiada pengertian Akupun mencoba tersenyum menghikmati dendang dendang dedaunan itu Yang telah melekat di lorong lorong malam Pemalang 12 juli 1989

Perjalanan Malam Di Hati Bimbang

Coretan malam ini begitu panjang Garis - garis lurus melintas menyayat keramahan ada rasa gemetar yang begitu dalam Dendangnya angin malam menyapa bebatuan yang bisu berkepanjangan Seolah - olah itu alunan lidah fasih yang menghampiri hayalku sekedar berbagi rasa Tapi tiada keteduhan yang terlihat. Hati ini masih memendam keraguan tentang arti hidup dan kehidupan di dalamnya tak ku temukan tali tali persentuhan hanyalah setitik makna kehidupan dengan sopan memilah hati diam Aku dan segala hayalan dalam hati kian menyekat begitu dekat luka dengan kegundahan keduanya tiada damai Tiada pengertian Akupun mencoba tersenyum menghikmati dendang dendang dedaunan itu Yang telah melekat di lorong lorong malam Pemalang 12 juli 1989

Sketsa Malam

Kegetiran. perlahan masih kurasakan walau lama hati telah mencampakkan senyum perempuan di malam itu yang membisikkan dengan mesranya alunan rindu yang membentang dan menyapaku di kala duka . Ingin sekali ku rasakan titik derai air mata dan di kala itu pula ingin sekali kucurahkan coretan dan sayatan di jiwa yang meluluh dan merajam rasa . Dengan seribu sapaan di jiwa kini kucoba tuk bertanya namun seribu langkah yang dulu ada telah membisu dan menunduk hingga tiada lagi tahu arah ke mana walau lama hasrat hati telah membara . Di bawah matahari senja sekali lagi ingin ku coba menyapa seribu luka yang masih ada sekedar menepis sayat-sayat di jiwa namun sekali lagi di malam ini hanyalah dapat ku tertegun . Ku tatap ujung-ujung jejak dan ku raut segala ruang kehidupan tapi di segala pintu gerbang tertampar hatiku akan noda hingga kau malu menyapanya karena seribu duka telah menelan kita . Pekalongan 12 Juli 1988

Nurul

Cahyamu Nur robek oleh desah nafas kecewa dalam bisuku Rohmu Nur ! menyibak segala makna dan tertuang dalam kasih sayang sayang duka, suka, jadi ada olehmu, Nur! oleh tangan lembutmu oleh belaian kasihmu Jadilah kau Nur, sukma penerang dalam gelap.. Pekalongan 7 November 1988

Nurul

Cahyamu Nur robek oleh desah nafas kecewa dalam bisuku Rohmu Nur ! menyibak segala makna dan tertuang dalam kasih sayang sayang duka, suka, jadi ada olehmu, Nur! oleh tangan lembutmu oleh belaian kasihmu Jadilah kau Nur, sukma penerang dalam gelap.. Pekalongan 7 November 1988

Ketika Engkau Ku Jelang

Aku lihat di pelupuk matamu ada setitik harapan titik yang bening menoreh di pipi menyentuh di hati. Di sini sekarang engkau tiba di berandaku ini tempat aku mengenal warna warna cerah dan di tepi hari ini aku akan cerita tentang hijau yang mengembang dan putih yang ranau terapung di antara kabut tipis dan sinar senja. Aku lihat di kedua bibirmu tak ada kata yang terucap tapi menyimpan seribu kalimat dengan apa hendak engkau sampaikan rasa hatimu yang bergejolak... Dan kau lihat di rusukku kering tak bertenaga tidakkah ini suatu gambaran bahwa aku ini tak berdaya? Pemalang 5 nov 1988 dari album BUNGA SEROJA :@

Ketika Engkau Ku Jelang

Aku lihat di pelupuk matamu ada setitik harapan titik yang bening menoreh di pipi menyentuh di hati. Di sini sekarang engkau tiba di berandaku ini tempat aku mengenal warna warna cerah dan di tepi hari ini aku akan cerita tentang hijau yang mengembang dan putih yang ranau terapung di antara kabut tipis dan sinar senja. Aku lihat di kedua bibirmu tak ada kata yang terucap tapi menyimpan seribu kalimat dengan apa hendak engkau sampaikan rasa hatimu yang bergejolak... Dan kau lihat di rusukku kering tak bertenaga tidakkah ini suatu gambaran bahwa aku ini tak berdaya? Pemalang 5 nov 1988 dari album BUNGA SEROJA :@

Jangan Berputus Asa

Ketika hidup terlanjur bernama nestapa,jangan pernah mengatakan bahwa Tuhan itu melupakan. Mungkin hanya cubitan kecil di badan,agar kita tidak terlena memandang dunia. Oh jangan pernah menyangka dunia itu kejam,atau bahkan Tuhan tak sayang,jangan. Kalau saja kita tahu hakikat dunia,sesungguhnya semakin besar keinginan kita pada dunia,semakin besar belenggu merantai hati kita. Jangan pernah pula kita membenci dunia,karena langkah kaki kita,kasih sayang kita pada sesama,didasari keberadaan dunia,di sini kita lahir,dibesarkan dan dikembalikan jazad kita,di sini pula kita belajar kembali,mengeja kata kata,mengingat kembali perjanjian penghambaan, firman firman yang telahTuhan turunkan,sehingga tahulah kita bahwa kita itu pelupa dan suka berputus asa. Sungguh jangan pernah kita menyangka bahwa hidup ini penuh nestapa. Karenanya kita berjuang,dan mendapat kedudukan di sisi Tuhan sebagai hamba yang mau berjuang menghadapi keadaan.

Ketika Hidup Terlanjur Bernama Nestapa

Ketika hidup terlanjur bernama nestapa,jangan pernah bahwa Tuhan itu melupakan. Mungkim hanya cubitan kecil di badan,agar kita tidak terlena mdmandang dunia. Oh jangan pernah menyangka dunia itu kejam,atau bahkan Tuhan tak sayang,jangan. Kalau saja kita tahu hakikat dunia,sesungguhnya semakin besar keinginan kita pada dunia,semakin besar belenggu merantai hati kita. Jangan pernah pula kita membenci dunia,karena langkah kaki kita,kasih sayang kita pada sesama,didasari keberadaan dunia,di sini kita lahir,dibesarkan dan dikembalikan jazad kita,di sini pula kita belajar kembali,mengeja kata kata,mengingat kembali perjanjian penghambaan, firman firman yang telahTuhan turunkan,sehingga tahulah kita bahwa kita itu pelupa dan suka berputus asa. Sungguh jangan pernah kita menyangka bahwa hidup ini penuh nestapa. Karenanya kita berjuang,dan mendapat kedudukan di sisi Tuhan sebagai hamba yang mau berjuang menghadapi keadaan.

Bingung ?

Adakalanya manusia bingung memahami sesuatu di sekelilingnya. Ketika harus bekerja keras dan rajin berdoa di tengah malam, dia berharap akan terkabulnya semua cita-cita, tapi ketika yang diharapkannya tak kunjung tiba dia menjadi ragu benarkah semua yang diharapkannya mengalami kegagalan? Di sini kita dihadapkan pada cobaan yang dapat menggoyahkan keimanan. Sesungguhnya semua doa manusia akan mendapat jawaban dari Allah SWT. Siapa yang dapat mengabulkan dan menolak permohonan seseorang? Hanya Allah Yang Maha Kuasa. Jangan bingung..yang bisa mengabulkan dan menolak doa hanya Allah, itu artinya semua doa manusia mendapat jawaban dari ALLAH. Kita tinggal memagami hikmah apa di balik terkabulnnya dan tertolaknya sebuah doa.

Bingung ?

Adakalanya manusia bingung memahami sesuatu di sekelilingnya. Ketika harus bekerja keras dan rajin berdoa di tengah malam, dia berharap akan terkabulnya semua cita-cita, tapi ketika yang diharapkannya tak kunjung tiba dia menjadi ragu benarkah semua yang diharapkannya mengalami kegagalan? Di sini kita dihadapkan pada cobaan yang dapat menggoyahkan keimanan. Sesungguhnya semua doa manusia akan mendapat jawaban dari Allah SWT. Siapa yang dapat mengabulkan dan menolak permohonan seseorang? Hanya Allah Yang Maha Kuasa. Jangan bingung..yang bisa mengabulkan dan menolak doa hanya Allah, itu artinya semua doa manusia mendapat jawaban dari ALLAH. Kita tinggal memagami hikmah apa di balik terkabulnnya dan tertolaknya sebuah doa.

Jangan Berputus Asa

Ketika hidup terlanjur bernama nestapa, jangan pernah mengatakan bahwa Tuhan itu melupakan. Mungkin hanya cubitan kecil di badan, agar kita tidak terlena memandang dunia. Oh jangan pernah menyangka dunia itu kejam, atau bahkan Tuhan tak sayang, jangan. Kalau saja kita tahu hakikat dunia, sesungguhnya semakin besar keinginan kita pada dunia, semakin besar belenggu merantai hati kita. Jangan pernah pula kita membenci dunia,karena langkah kaki kita, kasih sayang kita pada sesama, didasari keberadaan dunia,di sini kita lahir, dibesarkan dan dikembalikan jazad kita, di sini pula kita belajar kembali, mengeja kata kata, mengingat kembali perjanjian penghambaan, firman firman yang telahTuhan turunkan, sehingga tahulah kita bahwa kita itu pelupa dan suka berputus asa. Sungguh, jangan pernah kita menyangka bahwa hidup ini penuh nestapa. Karenanya kita berjuang, dan mendapat kedudukan di sisi Tuhan sebagai hamba yang mau berjuang menghadapi keadaan.

Jangan Berputus Asa

Ketika hidup terlanjur bernama nestapa, jangan pernah mengatakan bahwa Tuhan itu melupakan. Mungkin hanya cubitan kecil di badan,agar kita tidak terlena memandang dunia. Oh jangan pernah menyangka dunia itu kejam, atau bahkan Tuhan tak sayang, jangan. Kalau saja kita tahu hakikat dunia,sesungguhnya semakin besar keinginan kita pada dunia, semakin besar belenggu merantai hati kita. Jangan pernah pula kita membenci dunia, karena langkah kaki kita, kasih sayang kita pada sesama, didasari keberadaan dunia, di sini kita lahir, dibesarkan dan dikembalikan jazad kita, di sini pula kita belajar kembali, mengeja kata kata, mengingat kembali perjanjian penghambaan, firman firman yang telahTuhan turunkan, sehingga tahulah kita bahwa kita itu pelupa dan suka berputus asa. Sungguh jangan pernah kita menyangka bahwa hidup ini penuh nestapa. Karenanya kita berjuang,dan mendapat kedudukan di sisi Tuhan sebagai hamba yang mau berjuang menghadapi keadaan.

Jangan Berputus Asa

Ketika hidup terlanjur bernama nestapa,jangan pernah mengatakan bahwa Tuhan itu melupakan. Mungkin hanya cubitan kecil di badan,agar kita tidak terlena memandang dunia. Oh jangan pernah menyangka dunia itu kejam,atau bahkan Tuhan tak sayang,jangan. Kalau saja kita tahu hakikat dunia,sesungguhnya semakin besar keinginan kita pada dunia,semakin besar belenggu merantai hati kita. Jangan pernah pula kita membenci dunia,karena langkah kaki kita,kasih sayang kita pada sesama,didasari keberadaan dunia,di sini kita lahir,dibesarkan dan dikembalikan jazad kita,di sini pula kita belajar kembali,mengeja kata kata,mengingat kembali perjanjian penghambaan, firman firman yang telahTuhan turunkan,sehingga tahulah kita bahwa kita itu pelupa dan suka berputus asa. Sungguh jangan pernah kita menyangka bahwa hidup ini penuh nestapa. Karenanya kita berjuang,dan mendapat kedudukan di sisi Tuhan sebagai hamba yang mau berjuang menghadapi keadaan.

Bukti kebenaran Allah

Bukti Tuhan itu Ada Assalamu'alaikum wr wb, Dari eBook "Iman, Islam, dan Ihsan" http://syiarislam.wordpress.com Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata. Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang belaka. a. Kisah Ulama dan Atheist Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara pertanyaannya adalah: "Benarkah Tuhan itu ada" dan "Jika ada, di manakah Tuhan itu?" Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut, orang alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa or