Tampilkan postingan dengan label Ziarah Kubur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ziarah Kubur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 November 2019

Waktu Yang Baik Untuk Ziarah

Ilustrasi Ziarah Kubur - File dutaislam

Forum Muslim - "Tahu waktu" sangat penting. Kalimat sederhana ini kerap disepelekan. Kendati demikian, kalimat ini masih cukup bertuah. Jangan coba-coba datang terlambat di stasiun kereta api atau bandara, kita akan kehilangan banyak hal. Jangan juga datang ke kantor kelurahan pada jam istirahat, kita akan duduk melongo satu jam lebih hingga loket layanan kembali dibuka.

Namun begitu kita tidak perlu khawatir. Tidak semua hal di dunia ini berlaku berdasarkan jadwal misalnya istighfar, zikir, sholawatan, sedekah, atau ziarah kubur. Tetapi jangan juga zikiran semaunya di masjid. Karena belakangan pintu masjid terbuka pada jam-jam sembahyang lima waktu saja. selebihnya, pintu masjid tertutup rapat.

Paling ringan ziarah kubur. Pertama tidak ada pintunya. Kedua karena tidak berpintu, maka ziarah kubur bisa kapan saja dilakukan secara swalayan. Dalam ziarah itulah kita bisa mendoakan ahli kubur agar kesejahteraan, keselamatan, ampunan, dan rahmat Allah selalu melimpah kepada penghuninya.

Apakah penghuni kubur tidak tahu kediamannya dikunjungi orang? Wallahu a‘lam. Jelasnya, ada waktu-waktu khusus untuk ziarah kubur agar lebih dekat dengan penghuninya. Demikian disebutkan Sulaiman bin Umar bin Muhammad Al-Bujairimi dalam At-Tajrid li Naf‘il ‘Abid ala Syarhil Manhaj.

فائدة: روح الميت لها ارتباط بقبره ولا تفارقه أبدا لكنها أشد ارتباطا به من عصر الخميس إلى شمس السبت، ولذلك اعتاد الناس الزيارة يوم الجمعة وفي عصر الخميس، وأما زيارته صلى الله عليه وسلم لشهداء أحد يوم السبت فلضيق يوم الجمعة عما يطلب فيه من الأعمال مع بعدهم عن المدينة ق ل وبرماوي و ع ش على م ر

“Informasi, roh mayit itu memiliki tambatan pada kuburnya. Ia takkan pernah berpisah selamanya. Tetapi, roh itu lebih erat bertambat pada kubur sejak turun waktu Ashar di hari Kamis hingga fajar menyingsing di hari Sabtu. Karenanya, banyak orang melazimkan ziarah kubur pada hari Jum‘at dan waktu Ashar di hari Kamis. Sedangkan ziarah Nabi Muhammad SAW kepada para syuhada di perang Uhud pada hari Sabtu lebih karena sempitnya hari Jum‘at oleh pelbagai amaliyah fadhilah Jum‘at sementara mereka jauh dari kota Madinah. Demikian keterangan Qaliyubi, Barmawi, dan Ali Syibromalisi atas M Romli.”

Waktu ini para orang tua baiknya memakai kesempatan ini untuk mengenalkan anak-anak berziarah ke makam kakek atau nenek mereka yang sudah wafat. Sementara di hari Ahad anak-anak bisa menggunakannya untuk berlibur atau bertandang ke rumah saudara, kakek atau nenek yang masih hidup. Wallahu a‘lam. [NU Online/FM]

Selasa, 25 Desember 2018

Doa Ziarah Kubur Menjelang Lebaran

Pertanyaan:

 

Assalamu'alaikum wr. wb.

Dewan redaksi yang terhormat, bacaan doa/surat Al-Qur'an apa yang lazim dibaca saat saya berziarah kubur ke makam orang tua saya?

Terima kasih.

 

Wassalam
Dianton S (26 th) Teluk Jambe Timur, Karawang Barat

 

Jawaban:

 

Wa'alaikum salam warahmatullah wabarakatuh. Saudara Dianton yang selalu disayangi Allah. Berziarah kubur dianjurkan oleh Rasulullah SAW meningingat adanya banyak hikmah yang tekandung di dalamnya. Diantara hikmah berziarah kubur adalah mengingatkan kita akan kehidupan akhirat yakni sebuah fase masa depan yang penuh dengan keabadian. Selain itu berziarah kubur juga dapat meningkatkan kezuhudan seseorang terhadap kehidupan duniawi.

 

Hikmah-hikmah mengenai ziarah kubur ini dapat ditemukan dalam kitab-kitab hadis seperti Sunan Abi Dawud, At-Tirmidzi, an-Nasa-i dan Ibnu Majah.

 

Saudara penanya yang kami hormati.

 

Selanjutnya mengenai amaliyah yang lazim dibaca ketika berziarah kubur, imam Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar memberikan penjelasan bahwa para peziarah hendaknya mengawali dengan mengucapkan salam kepada ahli kubur sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah saw kemudian memperbanyak bacaan Al-Qur'an, dzikir, serta mendo'akan ahli kubur di daerah yang diziarahi dan semua umat Islam.

 

 ويُستحب للزائر الإِكثار من قراءة القرآن والذكر، والدعاء لأهل تلك المقبرة وسائر الموتى والمسلمين أجمعين

 

Dari keterangan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa semua ayat al-Qur'an, dzikir, mendoa'kan terhadap para pendahulu dengan do'a yang baik boleh dibaca ketika kita berziarah kubur tak terkecuali makam orang tua.

 

Secara singkat bisa dijelaskan, setelah mengucap salam lalu kita duduk bersila, selanjutnya kita membaca surat Al-Fatihah tiga kali yang pahalanya dihadiahkan untuk untuk Nabi Muhammad SAW, para sahabat dan para ulama, para ahli kubur dari kalangan umat Islam, khususnya orang tua, guru atau sahabat yang sedang kita ziarahi. Selanjutnya kita membaca surat al-Ihlas 3x, al-Falak dan an-Nas, lalu surat Al-Fatihah, awal surat al-Baqarah, ayat kursi, lalu beberapa bacaan dzikir dan shalawat seperti biasa dibacakan dalam kegiatan tahlil. Sebelumnya juga bisa kita tambah dengan bacaan surat Yasin.

 

Penjelasan lain mengenai susunan bacaan tahlil antara lain bisa dilihat di link berikut ini.

 

Intinya dalam berziarah kubur adalah mendoakan para ahli kubur di satu sisi, dan bagi kita ziarah kubur adalah sarana untuk mengingatkan kematian agar kita segera memperbaiki jalan hidup kita. Adapun doa yang kita baca adalah sesuai kemampuan kita. Namun jika kita bisa mengucapkan doa-doa yang telah disusun oleh para ulama kita, baik dengan cara menghafal atau membaca, tentunya itu lebih baik.

 

Untuk lebih rinci mengenai amalan serta tuntunan berziarah kubur, para ulama Ahlussunnah wa al-Jama'ah juga telah banyak yang menyusun buku-buku maupun karya-karya yang terkait dengan masalah ini. Alangkah baiknya bagi kita masyarakat awam untuk membaca serta menggunakan karya-karya ulama tersebut seperti tuntunann tahlil dan lain sebagainya.

 

Demikian jawaban dari kami, mudah-mudahan kita dijadikan oleh Allah sebagai anak shaleh yang setiap saat bersedia mendo'akan orang-tua, guru-guru, serta para pendahulu kita dan semua umat muslim. Amin.

 

Wallahu al-hadi ila as-shirati al-mustaqim.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

 

Maftukhan ad-Damawi

Tim Bahtsul Masail NU