Tampilkan postingan dengan label Jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2016

Tuhan, Beri Aku Jalan

Muhammad Saroji - File Pribadi

Tuhan,
ketika gerimis berkepanjangan
menyembunyikan purnama di balik kegelapan,
bukankah masih ada keindahan dengan berseminya bunga-bunga ?


Tuhan,
ketika aku mulai pasrah
menekuni detik-detik perjalanan,
bukankah masih ada kata-kata untuk ditawarkan,
dihidangkan di antara duka dan kebahagiaan,
menghikmati cobaan,
menikmati karunia
dalam doa dan kesendirian?


Tuhan,
di sinilah aku memulai hidup,
menelusuri jalanan
dari tempat ke lain tempat,
dari pintu ke pintu
menjual keringat,
perjuangan dan pengorbanan,
demi keluarga tercinta.
Walau disini jauh dari kicau burung,
jauh dari hijau persawahan,
perkumpulan manusia amat luar biasa,
dengan tujuan hampir sama, mencari nafkah
demi keluarga tercinta.


Tuhan,
di sini,
di antara gerimis berkepanjangan,
di antara dingin dan kegelapan malam,
beri aku lentera
penerang di kegelapan.


Tuhan
beri aku jalan

---

Jakarta 1 Desember 2009 19:31
By Muhammad Saroj
© Copyright - All Rights Reserved

Senin, 11 Mei 2009

Desah Nafas Kecewa

Kau hanya memandang diriku
dari jauh
tanpa kata-kata.

Biar
agar kau tak dengar desah nafas kecewaku.

Dalam perjalanan waktu
orang-orang silih berganti
tak terasa
beribu lelaki telah kau dekapi.

Menyakitkan
mimpi buruk paling menakutkan !

Di persimpangan jalan itu
tak lagi kau tatap wajahku
pergi dan menjauh.

Biar
agar kau tak dengar desah nafas terakhirku...

Jakarta
3 Desember 1994
Created by CentralSitus