Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2010

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 199

ثُمَّ اَفِيْضُوْا مِنْ حَيْثُ اَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰ8هَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ( البقرة : ١٩٩) Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak ('Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah ayat 199) Kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang banyak bertolak, yakni dari Arafah setelah wukuf menuju Masyarilharam, Muzdalifah, Mina, dan Mekah, dan mohonlah ampunan kepada Allah di tempat-tempat tersebut dari semua dosa yang pernah dilakukan. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang kepada orang yang tobat dan memohon ampun. Orang Arab Jahiliah ketika menunaikan ibadah haji merasa tidak perlu mengikuti cara-cara orang banyak berwukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, dan melempar jamrah, padahal semuanya berasal dari manasik haji yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim. Mereka meyakini bahwa tidak keluar dari Mekah merupakan penghormatan terhadap Kakbah dan t

Badan di Perjalanan

Aku memandangi kemegahan kota yang basah diguyur air hujan aku memandangi wajah-wajah tua yang hampir menyerah dihimpit zaman aku memandangi keresahan yang lelah ditaburi bintang-bintang benarkah sanjungan itu kemuliaan? benarkah telah sirna lentera itu dari malam? Ku dengarkan sayup suara adan di kesunyian, duh para pengelana bilakah menghentikan langkahnya, bersembah sujud mensyukuri karunia di badan, badan ini berapa lama di perjalanan meniti hari siang dan malam menjemput impian bilakah tasbih dan tahmid fasih di lisan menyentuh kalbu diambang kegersangan. Ini kisah bukanlah seperti kembang yang harum mewangi, kemudian layu dibuang di comberan, ini kisah badan di perjalanan meniti hari pagi siang petang dan malam menyibak tirai usia di kegelapan menghitung entah tinggal sisa berapa menghitung apakah amal ini seperti tulang berserakan dari sisa anjing liar yang ditinggalkan ataukah seperti mutiara yang cemerlang bercahaya, Tuhan, hambaMu menanti jawaban.

Badan di Perjalanan

Aku memandangi kemegahan kota yang basah diguyur air hujan aku memandangi wajah-wajah tua yang hampir menyerah dihimpit zaman aku memandangi keresahan yang lelah ditaburi bintang-bintang benarkah sanjungan itu kemuliaan? benarkah telah sirna lentera itu dari malam? Ku dengarkan sayup suara adan di kesunyian, duh para pengelana bilakah menghentikan langkahnya, bersembah sujud mensyukuri karunia di badan, badan ini berapa lama di perjalanan meniti hari siang dan malam menjemput impian bilakah tasbih dan tahmid fasih di lisan menyentuh kalbu diambang kegersangan. Ini kisah bukanlah seperti kembang yang harum mewangi, kemudian layu dibuang di comberan, ini kisah badan di perjalanan meniti hari pagi siang petang dan malam menyibak tirai usia di kegelapan menghitung entah tinggal sisa berapa menghitung apakah amal ini seperti tulang berserakan dari sisa anjing liar yang ditinggalkan ataukah seperti mutiara yang cemerlang bercahaya, Tuhan, hambaMu menanti jawaban.

Gallery Isro' Mi'roj Musholla Nurul Huda Dusun Kapurinjing

Gallery Isro' Mi'roj Musholla Nurul Huda Dusun Kapurinjing

Gallery Isro' Mi'roj Musholla Nurul Huda Dusun Kapurinjing

Gallery Isro' Mi'roj Musholla Nurul Huda Dusun Kapurinjing

Gallery Isro Mi'roj Musholla Nurul Huda Dusun Kapurinjing

Salah Siapa, Dosa Siapa

Sebenarnya aku males untuk memposting tulisan ini, sebab barangkali ini tema menjemukan dan basi, tentang video porno yang diduga dilakukan oleh Ariel Peterpan dan Luna Maya. Suwwerrr, sumpah, sampe detik inipun aku belum menyaksikan adegan birahi durhaka itu, tapi bukan adegan panasnya yang bikin aku penasaran, melainkan dampak yang ditimbulkan oleh beredar meluasnya video mesum itu di kalangan anak-anak. Nggak percaya ? Sekarang anak-anak kecil pada latah meneriakkan yel-yel : "ayo kita main luna-lunaan..." Ada juga yang berceloteh: "ayo kita main ariel-arielan..." Sedulur, kalau Anda mendengar kalimat-kalimat di atas dan diucapkan oleh anak-anak yang masih bau kencur, apa yang terlintas dibenak Anda? Bagaimana kalau di antara anak-anak itu ternyata ada anak kita..? Sungguh tragis, miris dan ironis.

Rimba Metropolitan

Mengapa kali ini aku mempertanyakan, ada nggak ya kesamaan hakiki antara hutan belantara di Pulau Kalimantan atau Pulau Papua dengan Kota Metropolitan Jakarta ? Kalau di Kalimantan pohonnya gede-gede, di Jakarta gedungnya juga gede-gede, semak-semaknya di bantaran kali. Di Kalimantan ularnya gede-gede, di Jakarta siapa yang mau disamakan dengan ular ? Yah.., menurutku tinggal persepsi sedulur-sedulur aja, toh mungkin banyak yang tahu kalau ganasnya hutan Kalimantan sama juga dengan ganasnya Metropolitan Jakarta.

Rimba Metropolitan

Mengapa kali ini aku mempertanyakan, ada nggak ya kesamaan hakiki antara hutan belantara di Pulau Kalimantan atau Pulau Papua dengan Kota Metropolitan Jakarta ? Kalau di Kalimantan pohonnya gede-gede, di Jakarta gedungnya juga gede-gede, semak-semaknya di bantaran kali. Di Kalimantan ularnya gede-gede, di Jakarta siapa yang mau disamakan dengan ular ? Yah.., menurutku tinggal persepsi sedulur-sedulur aja, toh mungkin banyak yang tahu kalau ganasnya hutan Kalimantan sama juga dengan ganasnya Metropolitan Jakarta.

Mencintai, Berawal Dari Keyakinan

2004, Siang itu istriku duduk melamun di beranda, aku dekati dia dan bertanya mengapa ? Dia hanya menggelengkan kepala tanpa mengeluarkan sepatah kata. Tapi aku mengenal lahir batin istriku, aku tahu keresahannya, tahu gejolak keinginannya. Anak-anak sudah semakin besar, kebutuhan ekonomi harian kian bertambah, dan dulu sebelum krisis moneter aku adalah seorang buruh pabrik dengan gaji pas-pasan namun masih cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun semenjak krisis moneter, pabrik tempatku bekerja bangkrut total, dan seluruh karyawan terkena PHK. Istriku yang dulu satu pabrik dengan saya juga ikut terkena imbasnya, sama-sama menjadi pengangguran. Istriku memilih tinggal di kampung untuk membesarkan anak-anak bersama Bapak mertuaku yang saat itu sudah amat tua. Sesungguhnya hidup di kampung itu lebih tentram dan nikmat kalau kita tidak punya pikiran dan keinginan yang neko-nekn, karena kebetulan istriku mempunyai sepetak sawah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup selama mus

Cinta Ini, Seberapa Pantas

Di kamar tidur ini aku terbaring lesu, melepas lelah karena kerja seharian, sambil menatap poster wanita cantik yang terpajang di dinding. Agaknya wanita dalam poster itu adalah seorang model yang sangat cantik namun aku lupa entah siapa namanya. Aku membayangkan andai istriku seperti dia, mungkin hatiku sungguh bahagia. Tapi aku tak ingin membiarkan angan-angan ini mengganggu fikiranku. Ku buang angan-angan itu menjauh, karena menuruti keinginan hawa nafsu adalah bagaikan menenggak air laut, makin diminum akan terasa semakin haus. Bukankah selama ini istriku adalah belahan jiwaku yang paling setia? Bukankah dari rahimnya telah keluar anak-anak yang menjadi permata di jiwa ? Bukankah dari air matanya telah menitikkan harapan-harapan yang mulia ? Bukankah dari kasih sayangnya telah terpancar mahligai-mahligai kebahagiaan ? Itulah kesetiaan cinta sejati seorang istri, yang selalu sabar menunggu suami kan kembali. Di kamar ini, kupandangi lagi poster wanita cantik yang terpajang di dindin