Tampilkan postingan dengan label Abah Guru Sekumpul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Abah Guru Sekumpul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2020

Amalan Naik Haji Abah Guru Sekumpul


Ada seorang murid KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghoni yang berdomisili di Banjarmasin. Beliau ini setiap tahunnya selalu saja dapat undangan Raja Saudi untuk berhaji ke tanah suci Mekkah dalam kurun waktu sejak tahun 2000 sampai tahun 2015.

Terakhir beliau berhaji dan beliau wafat tahun 2016 di bulan sya'ban pada umur 81 tahun. Jadi beliau berhaji setiap tahunnya selama 15x berhaji dan itupun tidak ada dana yang keluar. Cuma pada musim haji yang pertama dan kedua saja beliau keluar dana yaitu pada tahun 2000 dan 2001.

Setelah itu pada tahun 2002 beliau mulai dapat undangan Raja Saudi sampai tahun 2015. Karena beliau banyak teman bukan berarti sering bergaul. Beliau orang biasa yang hidup sederhana dan sering tinggal di rumah saja.

Alfaqir dulu sempat silaturrahmi ke rumah beliau dan menanyakan kepada beliau, apa amalan engkau wahai kakek sehingga engkau setiap tahun dapat undangan raja untuk melaksanakan ibadah haji?

Jawab beliau, "Dulu aku diberi amalan oleh Abah Guru Sekumpul pada tahun 1997, mulai saat itu kuamalkan terus amalan itu. Karena dulu aku ingin pergi berhaji tapi tidak ada dananya.terus kuamalkan amalan itu. Kemudian pada tahun 2000 alhamdulillah terkumpul dana untuk naik haji yang pertama.

Tahun 2001 kuingin pergi berhaji lagi tapi kuingin bersama Guru Sekumpul berhajinya dan dananya sudah siap untuk kami berdua. Tapi kondisi Guru Sekumpul saat itu tidak mampu kata Guru Sekumpul untuk ikut berhaji karena bermasalah dengan ginjal. Jadi aku berniat duit yang ingin kuberangkatkan haji untuk Abah Guru Sekumpul kuhadiahkan ke beliau dan lalu beliau menghadiahkan semuanya kepada anak yatim.

Amalan yang diberi Guru Sekumpul pendek saja yaitu di rumah harus ada foto/gambar Maqom Rasulullah SAW. Di setiap kita hendak tidur dan bangun shubuh harus meliat gambar makam Rasulullah SAW lalu niatkan dalam hati, bahwasanya aku ingin menziarohi makam Rasulullah SAW dan musyahadahkan seakan2 kita berada di depan maqom Rasulullah SAW. Anggap 3 menit saja waktunya di setiap sebelum tidur dan bangun shubuh.

Jadi tidak ada bacaan sedikitpun. hal ini diamalkan terus sampai akhir umur. Tapi hati harus yaqin dan mantap bahwa Rasulullah SAW hadir saat kita musyahadah maqom Rasulullah SAW.

Itulah amalan yang diberi Guru Sekumpul supaya setiap tahunnya berangkat haji kata kakek itu.

Qubur kakek ini terletak di Desa Pematang Gambut, Kab Banjar, Kalsel. Beliau bujang tidak kawin sampai akhir umur. Kakek yang bernama Hamba Allah yang tidak mau disebut namanya ini adalah teman akrab KH Ahmad Bakrie (Guru Bakrie) dan abah Masrani (guru Awang).

Ini semua berkat KH Muhammad Zaini bin H Abdul Ghoni, karena beliau tahu akan hati seseorang dan berkat hati yaqin akan hal taqdir. Jalan menuju ke Tanah Suci sudah ada Tuhan yang mengatur meskipun kita tidak punya dana tapi kalau sudah sampai waktunya pasti kita berangkat.

Mudahan bagi yang belum bisa berangkat haji nanti akan bisa berangkat ke tanah suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh, Dan bagi yang sudah berangkat mudahan bisa berangkat lagi ke sana ziaroh ke makam Rasulullah SAW berkat Abah Guru Sekumpul dan putra beliau Abu Muhammad Amin Badali, Aamiin yaa Rabbal Alamiin...🙏🙏🙏
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Allahumma Sholli Alaa Sayyidina Muhammad Wa Aalihi Wa Shohbihi Wasallim (Abu Hasan)

Sabtu, 02 Mei 2020

Ini Ilmu Abah Guru Sekumpul yang Diturunkan Kepada Guru Zuhdi

Abah Guru Sekumpul dan Guru Zuhdi


Forum Muslim - Abah Guru Sekumpul adalah ulama besar yang dikenal di berbagai penjuru Nusantara dan dunia. Namanya harum karena keteladanan dan sikap hidupnya yang penuh kasih sayang. Abah Guru Sekumpul mempunyai banyak santri, salah satunya adalah Guru Zuhdi. Banyak ilmu yang diajarkan Abah Guru Sekumpul kepada para santri-santrinya, termasuk kepada Guru Zuhdi.
Apa itu ilmu yang diajarkan Abah Guru Sekumpul? Mari simak kisah yang penuh makna ini.
Saat itu adalah haul Guru KH Kasyful Anwar, Martapura. Sebagai ulama yang paling dinantikan, Abah Guru Sekumpul hadir pada acara itu. Pada saat Abah Guru Sekumpul datang, banyak para jamaah dan guru-guru Pesantren Darussalam yang berebut mencium tangan beliau.
Saat Abah Guru Sekumpul melayani jemaah itu, beliau melihat di pinggir di antara jajaran duduk para guru itu, duduklah guru beliau ketika menimba ilmu di Ponpes Darussalam Martapura yaitu Guru Salman Yusuf. Maka Abah Guru Sekumpul pun bergegas mendatangi tanpa menghiraukan sebagian guru-guru Darussalam yang masih belum bersalaman.
Abah Guru Sekumpul pun langsung menghampiri Guru Salman. Dengan menunduk dan sikap tawadhu, beliau mencium tangan Guru Salman Yusuf bolak balik sambil berkata, "Guru ulun (saya) mohon ampun dan maaf, doakan ulun (saya) lah."
Setelah itu, beliau pun duduk dan menyalami orang yang di sekitar beliau.
Begitu acara selesai, Abah Guru Sekumpul pun cepat-cepat keluar. Apa yang beliau lakukan?
Beliau rupanya berusaha mencari-cari sandal yang dipakai Guru Salman Yusuf. Sedangkan beliau sendiri waktu itu belum mengenakan sandal.
"Guru, sandal pian (anda) yang mana?" tanya Abah Guru Sekumpul.
Sahut Guru Salman Yusuf, "Nang itu."
Kemudian, langsung saja Abah Guru Sekumpul mengambil sandalnya dan memasukkan di kedua kaki Guru Salman Yusuf, dan setelah itu beliau pun kembali mencium tangan Guru Salman bolak balik, "Doakan Ulunlah (saya) guru."
Akhlak ketawadhuan ini pun ditularkan kepada muridnya Abah Haji Guru Zuhdi (KH Ahmad Zuhdiannoor), salah satu ulama besar yang membuka majelis ta'lim di Banjarmasin dengan ribuan murid.
Sewaktu acara perkawinan di Pulau Sari, Guru Zuhdi hadir ke acara tersebut. Beliau berpenampilan biasa dan sederhana saja, tidak seperti di majelis. Sehingga banyak orang yang tidak mengenalinya.
Beliau di acara perkawinan itu sedang berdiri. Kemudian ada orang kampung di tempat perkawinan itu memerintahkan Guru Zuhdi untuk mengambil piring bekas hidangan tamu.
Subhanallaah… Beliau mau saja diperintah mengambil piring tersebut. Setelah Guru Zuhdi mengambil piring bekas hidangan tamu, ada yang menegur sama orang yang menyuruh Guru Zuhdi mengambil piring bekas tersebut.
"Ikam tahulah yang ikam suruh memutiki piring itu siapa? itu Guru Zuhdi, majelis sidin ganal di Banjarmasin" (Kamu tahu, yang kamu perintah mengambil piring itu siapa?, itu Guru Zuhdi, Majelis beliau besar di Banjarmasin).
Kemudian yang menegur minta maaf dan begitupun juga yang menyuruh sama Guru Zuhdi tadi. Beliaupun tersenyum dan memaafkan. Tidak ada sedikit pun merasa terhina.
Wallahu A'alam.
(Sumber : Ibna Yusron/bangkitmedia.com)

Abah Guru Sekumpul, Cahaya Penerang dan Penyejuk Hati

Abah Guru Sekumpul



Forum Muslim - KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (akrab disapa Abah Guru Sekumpul) dalam salah satu nasehatnya mengajari kita agar dalam melakukan sesuatu itu bertahap. Salah satu kata Abah Guru Sekumpul yang amat melekat dipikiran dan hati kita, beliau berkata jangan berpegang pada sorbanku, beliau khawatir muridnya atau siapapun nanti berlebih-lebihan dalam menilai beliau, hingga berakibat fitnah bagi agama.
Abah Guru Sekumpul sebagai syekh murobbi mursyid cuma menuntun, memberi jalan bagi murid-muridnya menuju Allah dan Rusulullah. Beliau memberikan rambu-rambu dalam menuju Allah, menerangkan hukum-hukum ini haram, ini halal dan lain-lainnya.
Bukan beliau sekedar diidolakan semata namun ajaran, ilmu-ilmu nasehat beliau tak diamalkan dan dipakai. Namanya murid tentu memggembirakan hati guru walaupun beliau secara dzohir telah wafat, namun beliu tetap memandang murid-muridnya dan wilayah kewalian beliau.
"Kasihan Rusulullah, dikubur melihat ummat Rusulullah yang macam-macam prilakunya," kata Abah Guru Sekumpul suatu saat.
Maka Abah Guru Sekumpul menganjurkan kita agar menggembirakan hati Rusulullah dengan menjalankan sunah-sunahnya yang telah mati, berkasih sayangan sesama muslim, jangan berpecah belah.
Guru (ulama akhirat) adalah lampu (Cahaya) pelita bagi ummat, guru yang selalu mengajak ummat dalam tho'at ibadah pada Allah dan Rusul-nya, guru yang memberikan penyejuk di hati manusia, mendatangkan rahmat Allah bagi ummat Rusulullah.
Dulu Abah Guru Sekumpul pernah berkata, "Cinta itu gampang, namun kebanyakan cintanya palsu, berkata cinta dengan Allah, Rusulullah dan guru, namun buktinya apa."
"Enak bila sekedar mengaku-ngku cinta, namun bila dibuktikan palsu cintanya."
Cinta pada Allah, bukan hal yang mudah, karena ibdah yang dilakukan merupakan bukti kehambaan kita pada Allah, cinta pada Allah menumbuhkan ketaqwaan yang mendalam atas diri seorang hamba, semakin tinggi cinta hamba pada Allah, maka makin tinggi derajat taqwanya pada Allah, baik lahir maupun bathin.
Cinta pada Rusulullah, bukan saja banyak sholawat kita untaikan, namun juga akhlak beliau harus diteladani, sunah-sunah beliau harus dijunjung tinggi.
"Kita mau bahagia dunia akhirat, mulia, derajat tinggi di sisi Allah, tidak lain dengan muta'baah (mengikuti) lahir bathin dengan Rusulullah. Makin sempurna mengikuti lahir bathin dengan Rusulullah, maka semakin tinggi derajat kemuliaan hamba di sisi tuhannya," kata Abah Guru Sekumpul.
Cinta pada Auliya atau guru murobbi, cinta ini bukan sekedar ucapan cinta atau mahabbah, namun isinya kosong. Cinta dimaknai mengikuti jejak langkah beliau dalam menuntut ilmu, beramal sholeh, akhlak beliau yang mulia.
"Bila sekedar panatik buta, namun tak mengikuti jejak langkah beliau, nasehat-nasehat beliau tak dilaksanakan, ilmu yang beliau ajarkan tak diamalkan, cuma bangga atas diri beliau, namanya itu cinta palsu," kata Abah Guru Sekumpul.
Bila benar cinta pada guru, apa-apa nasehat, ilmu yang beliau berikan diamalkan dengan ikhlas, istiqomah, Allah yang dituju, bukan dunia, bukan jabatan, bukan kemuliaan, bukan pujian yang dimaksud hati dalam beribadah.
Kebanyakkan manusia fanatik berlebih-lebihan dengan sosok guru, hingga menuhankan guru.
"Guru sebagai pemberi jalan menuju Allah dan Rusulullah, dengan perantara guru kita kenal Allah, Rusulullah, hukum-hukum tuhan, aturan Rusul-nya," tegas Abah Guru Sekumpul.
Abah Guru Sekumpul juga menasehati utamakan dalam hidup ilmu dan ibadah, cari ilmu yang bermanfaat, cari guru yang ahlisunahwaljamaah. Dalam menuntut ilmu harus dikaji yang wajib baru yang sunat. Ibadah harus ikhas dan istiqomah serta benar sesuai tuntunan Rusulullah baik lahir maupun bathin.
Dalam beribadah, guru kita menekankan urusan makan, minum harus yang halal dan jangan subhat bila ibadah mau diterima. Dalam menuntut ilmu jangan berguru yang sesat menyesatkan.
Semoga ini ada manfaatnya dan kita termasuk umat rasulullah yang pandai menggembirakan hati Abah Guru Sekumpul, menggembirakan hati guru-guru kita. Khususnya Abah Guru Sekumpul yang secara lahir telah tiada namun secara bathin beliau masih hidup memandang kita murid-muridnya.
Mudah-mudahan berkat Rasulullah, berkat Auliya Allah dosa kita diampuni Allah SWT, selamat dunia akhirat, kabul segala hajat, mati husnul khotimah masuk surga bighoiri hisab, terkumpul dengan Rasulullah dan guru sekumpul.
Penulis: Zakariya Banjarmasin, santri Abah Guru Sekumpul.