Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2010

Allah

Allah memujiMu merayuMu. Allah suci agung. Allah mendambaMu cengkram jiwaku tentram damai. Allah Pengasih Penyayang dayaku kehendakMu jiwaku karuniaMu dalam kelemahan ini tuntun aku dalam fakir ini ampuni aku amin

Masjid Nabawi

Di lantaimu hamba-hamba rebah bersujud pancaran iman yang terbit dari lubuk kalbu. Kerinduan bilakah hamba hadir disana membasuh alpa dan kegersangan ini jiwa lelah merana bilakah merebahkan jazad rapuh di hadapanNya. Di lantaimu hamba-hamba sujud bertafakur meratapi dosa memohon ampunan di lantaimu keberkahan memancar menyentuh jiwa dalam oase iman.

Gallery Masjid Nabawi

Gallery Mawar

Masjid Dian Al Mahri

Masjid Dian Al Mahri

Masjid Dian Al Mahri

Masjid Dian Al Mahri

Masjid Dian Al Mahri

Pertemuan dan Perpisahan

Pertemuan dan Perpisahan Waktu begitu cepat berlalu detik demi detik telah dilewati akankah waktu itu kembali lagi ? suka, duka, tawa & canda kita lalui bersama Kala kau jauh satu pesanku: "JANGAN LUPAKAN AKU" (Ditulis oleh Mbak Yanti dan Mas Bejo, di Puncak Tebing

Lihatlah dan Perhatikanlah

Lihatlah dan Perhatikanlah apa yang terjadi di Negeri ini, tiap kali ada kejadian besar yang memicu kontroversi di tengah masyarakat, akan disusul dengan kejadian besar lainnya yang memicu kontroversi pula. Entah karena kebetulan atau sebuah konspirasi untuk menutupi dan mengalihkan perhatian masyarakat pada kejadian sebelumnya, ditambah dengan pemberitaan media massa yang ditayangkan bertubi-tubi dengan ramuan bahasa disertai pro dan kontra pendapat di tengah masyarakat, membuat kita sebagai pemirsa, pembaca, pendengar, yang kebanyakan awam dan mungkin marginal lantas bingung, resah, gelisah, geleng-geleng kepala, mengelus dada dan bertanya "mengapa?" Tak perlu saya sebutkan kejadian-kejadian macam apa yang terjadi di Negeri ini yang memicu kontroversi di tengah masyarakat. Bencana demi bencana juga membuat mata dan telinga kita "mungkin" agak kebal dan bebal dari rasa turut berduka cita atau sekedar berempati kepada mereka yang mengalami musibah, karena kita sendi

Kerinduan Al Qur'an

Sahabatku, Andai Al Qur'an bisa bicara, Ia akan berkata: "Waktu kau masih anak-anak, kau bagai teman sejatiku, dengan wudhu kau sentuh aku, dalam keadaan suci kau pegang aku, kau baca dengan lirih dan syahdu, sekarang kau telah dewasa, nampaknya kau sudah tidak berminat lagi padaku, apakah aku bacaan usang, yang tinggal sejarah? Sekarang kau simpan aku dengan rapih, kau biarkan aku sendiri. Aku menjadi kusam dalam lemari, berlapis debu, dimakan kutu dan rayap, ku mohon peganglah aku kembali, bacalah aku dengan fasih setiap hari, karena aku akan jadi penerang dalam kuburmu...

Kerinduan Al Qur'an

Sahabatku, Andai Al Qur'an bisa bicara, Ia akan berkata: "Waktu kau masih anak-anak, kau bagai teman sejatiku, dengan wudhu kau sentuh aku, dalam keadaan suci kau pegang aku, kau baca dengan lirih dan syahdu, sekarang kau telah dewasa, nampaknya kau sudah tidak berminat lagi padaku, apakah aku bacaan usang, yang tinggal sejarah? Sekarang kau simpan aku dengan rapih, kau biarkan aku sendiri. Aku menjadi kusam dalam lemari, berlapis debu, dimakan kutu dan rayap, ku mohon peganglah aku kembali, bacalah aku dengan fasih setiap hari, karena aku akan jadi penerang dalam kuburmu...

Hidup Ini Harus Memilih

Dalam hidup ini, apapun harus kita pilih, sehingga kitapun harus memilih apa yang sesuai dengan kebutuhan kita. Teori pilihan sebenarnya gampang, seperti : kalau ada yang gampang mengapa harus dibikin susah ? Kalau ada jalan yang baik mengapa harus mengambil jalan salah ? Sehingga almarhum Gus Dur pun sempat berseloroh : begitu aja kok repot... Sebenarnya, di hampir semua manusia dewasa yang normal,telah dapat membedakan perkara yang baik dan buruk, namun karena pengaruh lingkungan keluarga yang kurang harmonis, lingkungan pergaulan yang buruk, akan dapat mempengaruhi kejiwaan seseorang terjebak dan terjerumus pada pilihan-pilihan kehidupan yang buruk seperti mengkonsumsi narkoba untuk menghilangkan stress, zina dan pelacuran untuk menghindari pernikahan halal yang dianggap mahal biayanya, atau kabur dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat yang baka dengan cara terjun bebas dari lantai 33 gedung bertingkat karena stress memikirkan permasalahan hidup dan penyakit yang tak kunjung

Serba-serbi

Hari ini, dua sahabatku yang sama-sama wanita mengalami dua kejadian yang berbeda. Yang satu hatinya sedang berbunga-bunga karena akan bertemu dengan kekasihnya yang sangat dicintainya. Yang satunya lagi sedang berduka karena telah putus cinta dengan kekasihnya. Itulah kehidupan wanita-wanita sahabatku yang telah lama aku kenal, seperti kehidupan orang-orang pada umumnya, mendambakan kebahagiaan dan kedamaian dari orang-orang yang dicintainya. Tapi ketika dua hati lain jenis bertemu dalam jalinan cinta asmara tak selamanya membawa kebahagiaan, karena dua sifat manusia yang berbeda latar belakang. Ya aku turut berduka atas apa yg dialami sahabatku yang sedang putus cinta semoga tabah dan sabar.sebab kadang peristiwa sedih itu bagian dari penghapusan dosa dan keterkabulan doa kita karena mengharapkan jalan yg benar, semoga yang putus cinta mengerti hikmahnya, ingat..sekecil2nya cinta kita,minimal jangan menyakiti orng yg kita cintai, dan cinta yg sejati itu yg mengajak pada keridloan AL

Pengingkaran Orang Kafir Terhadap Kehidupan Akhirat

"Dan alangkah hebatnya sekiranya engkau melihat tatkala mereka disuruh berdiri di pinggir neraka, lalu mereka berkata menyesal: Alangkah baiknya sekiranya kami dikembalikan hidup di dunia sekali lagi, kami tidak lagi akan mendustakan akan ayat-ayat Allah, dan kami akan menjadi orang-orang yang benar-benar beriman" "Bahkan telah nyata bagi mereka yang dahulunya tersembunyi (ghaib) bagi mereka. Sungguhpun begitu, sekiranya mereka dikembalikan dapat hidup sekali lagi di dunia, mereka pasti kembali kafir, kembali melakukan apa yang pernah mereka lakukan. Sesungguhnya mereka itu adalah pembohong" "Mereka berkata: Tidak ada kehidupan selain kehidupan di dunia ini, dan tidaklah kita akan dihidupkan kembali" (QS Al-an'am 27-29) Memang begitulah perangai orang-orang kafir, tidak meyakini adanya kehidupan akhirat, dan mereka hanya mementingkan kehidupan di dunia semata tanpa memperdulikan adanya dosa dan siksa yang kelak akan mereka terima.

Nasib

Kadang kita sudah berhati-hati tapi menjadi korban kecerobohan orang lain. Kadang kita ikhlas berniat menolong orang lain tapi dianggap sedang mencari muka.