Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2010

Kapan Sayyidina Muhammad SAW Menjadi Nabi?

Ada yang bilang bahwa Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi sejak awal sebelum usia 40 tahun, bahkan sebelum Adam tercipta. Itu tidak benar. Nabi Muhammad jelas baru menjadi Nabi setelah berusia 40 tahun, sebelum itu belum menjadi Nabi meskipun sudah ada berbagai kejadian luar biasa yang menunjukkan bahwa beliau spesial. Kejadian luar biasa tersebut istilahnya irhash, bukan mukjizat sebab istilah mukjizat hanya bagi mereka yang telah diangkat menjadi Nabi saja. Hadis yang menceritakan bahwa beliau diangkat sebagai Nabi tatkala berusia 40 tahun cukup banyak. Di antaranya adalah: عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ، قالَ: «بُعِثَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وهُوَ ابْنُ أرْبَعِينَ سَنَةً "Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah diangkat menjadi Nabi tatkala berusia 40 tahun"  Sebenarnya dalil di atas sudah cukup, tapi sebagian orang betul-betul meyakini sebelum Itu Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi meskipun belum mendapat wahyu pertamanya. Mereka juga menguatkan pendapatnya dengan beberapa hadis. Untuk itu per

Masjid Kubah Emas

Masjid Dian Al Mahri

Al-Aqsha di Titik Pusaran Badai

Al-Aqsha di Titik Pusaran Badai Ibrahim Ghausah Koran Al-Majd Jordania dakwatuna.com – Pekan ketiga Maret saat ini berbeda dengan hari lainnya. Karena serangan brutal zionis yahudi membidik kota Jerusalem (Al-Quds) dan mutiara termahal umat Islam, kiblat umat Islam pertama; masjid Al-Aqsha. Peristiwa dimulai dengan peresmian sinagog Haroob pada 15 Maret lalu di kampung Sharef yahudi di Al-Quds Lama (Kota Lama) dengan dihadiri rabi-rabi penting dan elit Negara Israel. Peresmian ini adalah isyarat permulaan pembangunan kuil di tempat masjid Al-Aqsha berdiri, seperti klaim para penjahat itu. Dulu Ben Gorion, pendiri zionisme dan Negara Israel mendeklarasikan “tidak bermakna Israel tanpa Jerusalem dan Jerusalem tidak bermakna tanpa kuil Solomon.” Statemen ini langsung disusul oleh serangan brutal terhadap Jerusalem Lama setelah 15 Mei 1948 yang diikuti oleh mafia Hagana, Argon dan Shtarin. Namun ketegaran para mujahidin dalam jihad suci dan relawan Palestina dan bangsa Arab di pagar