Langsung ke konten utama

Postingan

Kapan Sayyidina Muhammad SAW Menjadi Nabi?

Ada yang bilang bahwa Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi sejak awal sebelum usia 40 tahun, bahkan sebelum Adam tercipta. Itu tidak benar. Nabi Muhammad jelas baru menjadi Nabi setelah berusia 40 tahun, sebelum itu belum menjadi Nabi meskipun sudah ada berbagai kejadian luar biasa yang menunjukkan bahwa beliau spesial. Kejadian luar biasa tersebut istilahnya irhash, bukan mukjizat sebab istilah mukjizat hanya bagi mereka yang telah diangkat menjadi Nabi saja. Hadis yang menceritakan bahwa beliau diangkat sebagai Nabi tatkala berusia 40 tahun cukup banyak. Di antaranya adalah: عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ، قالَ: «بُعِثَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وهُوَ ابْنُ أرْبَعِينَ سَنَةً "Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah diangkat menjadi Nabi tatkala berusia 40 tahun"  Sebenarnya dalil di atas sudah cukup, tapi sebagian orang betul-betul meyakini sebelum Itu Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi meskipun belum mendapat wahyu pertamanya. Mereka juga menguatkan pendapatnya dengan beberapa hadis. Untuk itu per
Postingan terbaru

Nabi Adalah Orang Yang Suci

Di zaman Kanjeng Nabi, orang yang buang hajat, harus menggali tanah dulu. Saat selesai, baru dikubur. Itu pun ada jejaknya berupa jejak timbunan tanah untuk menimbun kotoran. Tapi beda dengan para Nabi termasuk Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Dalam Asy Syifa disebut bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW saat akan buang air besar atau air kecil di satu tempat, merekahlah permukaan bumi untuk menampung kotoran dan air kencing Kanjeng Nabi. Setelah selesai, bumi yang dipakai buang hajat tersebut menutup kembali, menelan kotoran tersebut. Sehingga di tempat tersebut bersih dan tidak ada jejak kotoran Kanjeng Nabi. Mukjizat ini banyak saksi matanya. Salah satunya Siti Aisyah yang heran saat melihat kamar kecil yang habis dipakai Kanjeng Nabi, bersih tidak ada tanda-tanda habis dipakai. Kanjeng Nabi Muhammad SAW menjawab يا عئيشة! لما علمت أن الله أمر الأرض أن تبتلع ما خرج من الأنبياء؟ "Wahai Aisyah, apa kamu belum tahu bahwa Gusti Allah memerintahkan bumi untuk menelan apapun yang keluar dari tub

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 144

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ ( البقرة : ١٤٤) Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah ayat 144) Sebelum arah kiblat dipindahkan kembali ke Kakbah, Nabi sering menengadahkan wajahnya ke arah langit. Nabi sangat berharap agar Allah segera memindahkan kiblat

Sejarah RMP Sosrokartono, Kakak Kandung RA Kartini

Kartono, nama lengkapnya RM. Panji Sosrokartono.  Lahir tahun 1877.  Kakak kandung RA. Kartini Tahun 1898, Kartono seorang pribumi pertama yang kuliah di luar Hindia - Belanda.  Karena kecerdasannya beliau menjadi kesayangan para dosennya. Beliau bisa 27 bahasa asing & 10 bahasa nusantara.  Pangeran ganteng ini pinter bergaul, anak orang kaya, terkenal dan merakyat. Banyak perempuan Eropa nyebutnya "De Mooie Sos." (artinya Sos yang ngganteng). Bule Eropa & Amerika  menyebut beliau dengan hormat  'De Javanese Prins' (Pangeran Jawa) akan tetapi  sesama pribumi memanggilnya Kartono saja.  1917, beliau menjadi wartawan Perang Dunia I koran Amerika yakni 'The New York Herald' cabang Eropa.  Beliau memadatkan artikel bahasa Perancis sejumlah 30 kata dalam 4 bahasa (yakni Inggris, Spanyol, Rusia, Sebagai wartawan perang, beliau diberi pangkat Mayor oleh Sekutu,  tapi menolak membawa senjata ... kata beliau : "Saya tidak menyerang orang,  oleh karena itu

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 143

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِيْ كُنْتَ عَلَيْهَآ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَّتَّبِعُ الرَّسُوْلَ مِمَّنْ يَّنْقَلِبُ عَلٰى عَقِبَيْهِۗ وَاِنْ كَانَتْ لَكَبِيْرَةً اِلَّا عَلَى الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُ ۗوَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِيْعَ اِيْمَانَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ( البقرة : ١٤٣) Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengas

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 142

۞ سَيَقُوْلُ السُّفَهَاۤءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلّٰىهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِيْ كَانُوْا عَلَيْهَا ۗ قُلْ لِّلّٰهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُۗ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ ( البقرة : ١٤٢) Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus". (QS. Al-Baqarah ayat 142) Setelah pada ayat yang lalu diceritakan perilaku kaum Yahudi secara umum, pada ayat ini Allah menjelaskan sikap mereka dan juga orang musyrik terkait persoalan khusus, yaitu pengalihan kiblat salat dari Baitulmakdis di Palestina ke Kakbah di Mekah. Pada saat Nabi berhijrah ke Madinah, beliau dan para sahabatnya selama 16 sampai 17 bulan melaksanakan salat menghadap ke Baitulmakdis. Pada Rajab tahun ke-2 Hijriah, Allah memeri

Tafsir Kemenag: Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 141

تِلْكَ اُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَّا كَسَبْتُمْ ۚ وَلَا تُسْـَٔلُوْنَ عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ࣖ ۔ ( البقرة : ١٤١) Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah ayat 141) Itulah, yakni Nabi Ibrahim dan anak cucunya, umat yang telah lalu. Seandainya mereka benar menganut agama Yahudi atau Nasrani seperti yang kamu duga, perbuatan mereka tidak akan berguna bagi kamu karena mereka mengamalkan agamanya dengan benar, se dangkan kamu tidak. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta pertanggungjawaban ten-tang apa yang dahulu mereka kerjakan. Allah menyatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya serta umat-umat yang telah lalu, mereka akan diberi balasan yang sesuai dengan amal perbuatannya, kamu tidak dibebani tanggung jawab at

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 140

اَمْ تَقُوْلُوْنَ اِنَّ اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطَ كَانُوْا هُوْدًا اَوْ نَصٰرٰى ۗ قُلْ ءَاَنْتُمْ اَعْلَمُ اَمِ اللّٰهُ ۗ وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهٗ مِنَ اللّٰهِ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ ( البقرة  Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah: "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah ayat 140) Kaum Yahudi dan Nasrani mengaku mengikuti Nabi Ibrahim yang mengajarkan tauhid, yang dengannya mereka merasa berhak masuk surga, padahal mereka telah me nyimpang. Dugaan mereka itu dibantah dalam ayat ini. Ataukah kamu, orang-orang Yahudi dan Nasrani, berkata bahwa Ibrahim, Ismail, I

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 139

قُلْ اَتُحَاۤجُّوْنَنَا فِى اللّٰهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْۚ وَلَنَآ اَعْمَالُنَا وَلَكُمْ اَعْمَالُكُمْۚ وَنَحْنُ لَهٗ مُخْلِصُوْنَ ۙ  ( البقرة : ١٣٩) Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati, (QS. Al-Baqarah ayat 139) Ayat ini berkaitan dengan ayat 135 yang memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengatakan kepada mereka bahwa kami hanya mengikuti agama Nabi Ibrahim. Kini, pada ayat ini, Nabi Muhammad diperintahkan untuk mendebat mereka. Katakanlah, "Apakah kamu hendak berdebat dengan kami tentang keesaan dan kemahasempurnaan Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Kita sama-sama menyembah-Nya dan kita pun tidak bisa menghindar dari ketetapanNya. Kalau begitu, bagi kami amalan kami yang akan kami pertanggungjawabkan, dan demikian pula bagi kamu amalan kamu yang akan kamu pertanggungjawab kan. Dan ha

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 138

صِبْغَةَ اللّٰهِ ۚ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ صِبْغَةً ۖ وَّنَحْنُ لَهٗ عٰبِدُوْنَ ( البقرة : ١٣٨) Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah. (QS. Al-Baqarah ayat 138) Keberagamaan dan keimanan seperti yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim itu merupakan shibgah atau celupan Allah. Siapa yang lebih baik shibgah-nya daripada Allah? Tentu tidak ada. Dan kepada-Nya kami menyembah. Kata "celupan" pada ayat ini mengandung arti keimanan kepada Allah yang tidak disertai kemusyrikan sedikit pun. Makna ini ditegaskan oleh perkataan "dan hanya kepada-Nyalah, bukan kepada yang lain, kami menyembah." Ini juga mengindikasikan bahwa keberagamaan kita harus bersifat total sehingga seluruh totalitas kita terwarnai oleh celupan agama Allah itu. Iman yang sebenarnya ialah iman yang tidak dicampuri oleh unsur-unsur syirik. Ibnu Jarir berkata, "Sesungguhnya orang-orang Nasrani bila anak mereka dilahirkan, maka mer

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 137

فَاِنْ اٰمَنُوْا بِمِثْلِ مَآ اٰمَنْتُمْ بِهٖ فَقَدِ اهْتَدَوْا ۚوَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا هُمْ فِيْ شِقَاقٍۚ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللّٰهُ ۚوَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ۗ ( البقرة : ١٣٧) Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah ayat 137) Maka jika mereka yang mengajakmu mengikuti agama mereka itu telah beriman persis sebagaimana yang kamu imani, sehingga mereka menjadi pengi kutmu, sungguh, mereka telah mendapat petunjuk yang benar. Akan tetapi, jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan denganmu, maka Allah mencukup kan engkau, wahai Nabi Muhammad terhadap mereka dengan pertolongan dan janji-Nya yang pasti ditepati. Dan Dia Maha Mendengar perkataan musuh-musuhmu, Maha Mengetahui apa saja yang

Nasihat Malik bin Dinar

Malik bin Dinar berkata, مُذْ عَرَفْتُ النَّاسَ لَمْ أَفرَحْ بِمَدحِهِم، وَلَمْ أَكرَهْ ذَمَّهُم؛ لأَنَّ حَامِدَهُم مُفرِطٌ، وَذَامَّهُم مُفرِطٌ Ketika saya benar-benar mengenal manusia, maka saya tidak lagi bahagia bila mereka memuji dan saya juga tidak marah jika mereka menghujat. Karena jika memuji, manusia (seringkali) berlebihan, dan jika menghujat juga berlebihan. (Siyar A'lam an-Nubala',  V/362) ما يجْتَمع الْإِخْلَاص فِي الْقلب ومحبة الْمَدْح وَالثنَاء والطمع فِيمَا عِنْد النَّاس إِلَّا كَمَا يجْتَمع المَاء وَالنَّار والضب والحوت. فَإِذا حدثتك نَفسك بِطَلَب الْإِخْلَاص فَأقبل على الطمع أَولا فاذبحه بسكين الْيَأْس وَأَقْبل على الْمَدْح وَالثنَاء فازهد فيهمَا زهد عشّاق الدُّنْيَا فِي الْآخِرَة فَإِذا استقام لَك ذبح الطمع والزهد فِي الثَّنَاء والمدح سهل عَلَيْك الْإِخْلَاص  Keikhlasan dan rasa senang untuk dipuji, serta menginginkan yang ada pada manusia, ini tidak akan pernah bersatu di dalam hati. Seperti mustahilnya air dan api berkumpul, atau seperti tidak mungkinnya k

Mengobati Penyakit Hati

فأمراض القلوب أصعب من أمراض الأبدان، لأنّ غاية مرض البدن، أن يفضي بصاحبه إلى الموت، وأما مرض القلب؛ فيفضي بصاحبه إلى الشقاء الأبدي، ولا شفاء لهذا المرض إلاّ بالعلم، فالعلم للقلب؛ مثل الماء للسمك؛ إذا فقده مات "Penyakit-penyakit hati lebih berat dibandingkan penyakit badan, dikarenakan puncak dari penyakit badan akan mengantarkan penderitanya kepada kematian. Sedangkan penyakit hati, akan mengantarkan orang yang terjangkitinya kepada kesengsaraan yang abadi. Dan tidak ada obat bagi penyakit ini, kecuali dengan ilmu agama. Maka ilmu bagi hati, keadaanya seperti air bagi ikan, apabila tidak ada maka akan mati. Miftah Daar As-Sa'adah (hlm.140) من دوام على الذِّكر بقلب حاضر وأدب وافر ‏رأى للذكر في قلبه أثر ظاهر وأشرقت عليه أنوار القُرب من الله ‏‌ #الإمام_الحداد⁩ رحمه الله ونفعنا به في الدارين Siapa orang yang rutin ber dzikir Dengan hati yang konsentrasi Dengan adab yang sempurna Maka niscaya dia akan melihat serta merasakan Efek positif di dalam hati nya Dan dia akan terpenuhi dan

Belajar Adab Sebelum Ilmu

‏قال الزهري عليه رحمة الله: «كنا نأتي العالم فما نتعلم من أدبه أحب إلينا من علمه». تاريخ الإسلام للذهبي (٨/٢٤٠). Az Zuhri ra mengatakan, "Dahulu kami mendatangi seorang ulama. Maka, apa yang kami pelajari dari akhlak dan perangainya, lebih kami sukai daripada apa yang kami pelajari dari ilmunya." [Tarikh Islam: 8/240; Imam Adz Dzahabi ra]

Kewibawaan Seorang Muslim

"ﺇﻥّ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﻳُﻌﻄﻰ ﻣﻬﺎﺑﺔً ﻭﺣﻼﻭﺓً ﺑﺤﺴﺐ ﺇﻳﻤﺎﻧﻪ ﻓﻤَﻦ ﺭﺁﻩ ﻫﺎﺑَﻪ ، ﻭﻣَﻦ ﺧﺎﻟﻄﻪ ﺃﺣﺒّﻪ ، ﻭﻫﺬﺍ ﺃﻣﺮٌ ﻣﺸﻬﻮﺩٌ ﺑﺎﻟﻌَﻴﺎﻥ." "Sungguh seorang mukmin akan diberi kewibawaan dan kelezatan sesuai dengan kadar keimanannya. Siapa saja yang melihat mukmin tersebut, dia akan merasa segan kepadanya dan siapa saja yang bergaul dengannya, dia akan mencintainya. Ini merupakan suatu hal yang bisa disaksikan oleh mata manusia." تدبير الحق عز وجل لك خير من تدبيرك ، وقد يمنعك ما تهوىٰ ابتلاء ، ليبلو صبرك ، فأره الصبر الجميل ، تر عن قرب ما يسر Rencana ALLAH padamu lebih baik dari rencanamu. Terkadang ALLAH menghalangi rencanamu untuk menguji kesabaranmu, maka perlihatkanlah kepada-Nya kesabaran yang indah. Tak lama kamu akan melihat sesuatu yang menggembirakanmu.” (Shaidul Khathir 1/205)