Jumat, 14 Agustus 2020

Beginilah Seharusnya Akhlak Seorang Guru


Yunus bin ‘Abdul A’la, dia adalah salah seorang murid Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i.
Suatu ketika dia berbeda pendapat dengan Imam Syafi’i yang merupakan gurunya, dalam satu permasalahan yang muncul saat pengajian di majlis. Karena saat itu Yunus dihinggapi perasaan sedikit emosi, dia berdiri sambil menunjukan ekspresi marah dan meninggalkan pengajian lalu pulang ke rumahnya.

Saat malam tiba, Yunus mendengar suara pintu rumahnya diketuk oleh seseorang.
“Siapa..?” Tanya Yunus.
“Muhamad bin Idris..” Jawab orang yang mengetuk pintu.
Pikiran Yunus menerawang pada siapa saja yang namanya Muhammad bin Idris.
“Ini Syafi’i..” Terdengar susulan jawaban dari luar.

Waktu pintu dibuka, Yunus kaget luar biasa, Gurunya datang kerumah mengunjunginya.
Setelah dipersilahkan masuk dan duduk, Imam Syafi’i berkata,
"Hai Yunus, ratusan masalah menyatukan kita, apakah hanya karena satu masalah kita berpisah..?"
Janganlah engkau berupaya untuk selalu menang dalam setiap perdebatan, karena memenangkan hati lebih utama dari pada memenangkan perdebatan..
Jangan kau hancurkan jembatan yang sudah kau bangun dan kau seberangi. Karena bisa jadi engkau membutuhkannya untuk kembali di satu hari nanti..
Upayakan engkau selalu membenci kesalahan, bukan membenci pelakunya..
Marahlah engkau pada maksiat, tapi maafkan pelakunya.
Kritiklah pendapat orang, namun tetap hormatilah orang yang mengatakannya..
Tugas kita dalam hidup ini adalah membunuh penyakit, bukan membunuh orang yang sakit..
Jika orang datang padamu meminta maaf, berilah maaf..
Kalau engkau didatangi orang bingung, dengarkanlah curhatannya..
Jika orang yang butuh datang padamu, berilah ia dari sebagian apa yang telah Allah berikan padamu..
Bila ada yg datang menasihatimu, berterima kasihlah kepadanya..
Meskipun engkau hanya memanen duri di satu hari, tetaplah kau tanam bunganya dan jangan pernah ragu. Karena balasan dari Dzat Yang Maha Kasih dan Maha Dermawan jauh lebih mulia dari pada balasan manusia..

Meskipun Imam Syafi’i derajatnya lebih tinggi sebagai seorang guru, tapi beliau dengan akhlak luhurnya mengajarkan dan menasihati muridnya dengan santun dan hikmah, sampai rela mendatangi muridnya. Guru yang bijak akan tahu keadaan murid yang masih belum benar dengan mengajari dan menasihatinya, bukan malah ikut memusuhinya saat seorang murid tersebut melakukan kesalahan atau tidak sependapat dengannya. (Dalwa Dakwah/FM)

Momong Bocah Cilik

Almarhum Habib Munzir Al Musawa


Habib Munzir Al Musawa



Habib Munzir Al Musawa

Tanda Marahnya Rasulullah SAW

Rasulullah SAW apabila marah ada tiga ciri akan kemarahanya (Karena Nabi tidak pernah meluapkan kemarahanya dengan kata-kata kasar, kecuali tiga ciri), yaitu :

1_Terlihat ada keringat ditengah-tengah keningnya
2_Kedua pipinya yang indah nampak ke merah-merahan.
3_Beliau menurunkan selendangnya dan ditaruh dibelakang beliau.

Sungguh indah Marahnya Rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam, karena marahnya dengan adab yang indah dan mulia, dan tidak pernah Rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam marah untuk dirinya, akan tetapi kemarahan Rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam apabila Haq-Haq Allah di Ingkari atau di Hinakan.

Wallahu A'lam

Ya Allah muliakan kami dengan memandang wajah kekasih-Mu Rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam.

Ya Allah kumpulkan kami bersama kekasih-Mu Rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam.

Ya Allah Wafatkanlah kami dalam husnul khotimah.

====Hb .Ali Aljufri=====

“Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad nuuri-kas saari wa madaadikal jaari wajma’nii bihi fi kulli athwaari wa ‘ala alihi wa shahbihi yannuur" (Dalwa Dakwah/FM)

Durhaka Kepada Guru


Dikisahkan belasan tahun lalu seorang santri yang sedang nyantri di rubat tarim yang saat itu diasuh habib abdulloh assyatiri, dia dikenal sangat Alim hingga mampu menghafal kitab tuhfatul muhtaj 4 jilid. siapa tak kenal dia?? Semua tau bahwa ia sangat Alim bahkan diprediksi sebagai calon ulama besar.

Nah, Suatu hari disaat habib abdulloh mengisi pengajian rutin santri, tiba tiba habib bertanya tentang santri yang sangat terkenal Alim itu. "Kemana si fulan???" Semua santri bingung menjawab pertanyaan sang guru.

Ternyata santri yang dimaksud tidak ada di pondok melainkan keluar berniat mengisi pengajian di kota mukalla tanpa izin.

Akhirnya habib abdulloh assyatiri yg sangat terkenal Allamah dan Waliyulloh berkata :"baiklah orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap disini!!!".

Di kota mukalla, santri yang sudah terkenal Alim tersebut sudah di nanti nantikan para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di masjid omar mukalla.

Singkat cerita si santri ini pun maju kedepan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek.

Allohu akbar !!! Ternyata, setelah membaca amma ba'du si Alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan kitab paling kecil sekelas Safinah pun tak mampu ia ingat sedikitpun....

Sontak dia tertunduk dan menangis.. para hadirin pun heran, "Ada apa ini???",, akhirnya Salah satu Ulama kota mukalla pun menghapirinya dan bertanya; "Saudara mengapa begini??? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?".

Dia menjawab : "aku keluar tanpa izin habib dari pesantren." Dia terus menangis , dan Beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib..

Parahnya dia dengan sombong tidak mau meminta maaf!!. Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang perduli padanya, bahkan hidupnya setelah itu sangat miskin dan terlunta lunta dengan menjual daging ikan kering.

Dan disaat ia meninggal,dia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhirx diberi oleh seseorang.

"Santri Yang Manfaat...Bukanlah Yang Paling Banyak Hafalannya, Yg Paling Bagus Penjelasan Kitabnya, Yang Selalu Juara Kelas.....Tapi Santri Yang BerManfaat Yang Paling Hormat dan Taat Kepada Gurunya...Dan Menganggap Dirinya Bukan Siapa-siapa Di Hadapan Gurunya..."

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah diatas (Dalwa Dakwah/FM)

Doa Yang Pendek Tapi Sangat Bermanfaat



Banyak yang beranggapan doa ini pendek, namun perhatikan kandungannya

‏أَلًْلّٰهُمَّ إِنِّي أَسأَلُكَ الۡعَافِيَۃَ

Allahumma Inni As Aluka Al-'Aafiyah.

Al-Abbas (R.A.) paman Nabi (ﷺ) datang kepada Nabi (ﷺ) dan berkata : "Ya Rasulullah (ﷺ) ajarkanlah aku do'a," katanya.

Nabi (ﷺ) lalu berkata : "Wahai paman ku, bacalah :

‏أَلًْلّٰهُمَّ إِنِّي أَسأَلُكَ الۡعَافِيَۃَ

Allahumma Inni As Aluka Al-'Aafiyah.
(Ya Allah, aku memohon kepada MU 'aafiyah).

Sekarang apa yang 'Aafiyah ???

" Aafiyah bermaksud :
Untuk menyelamatkan diri daripada semua kesusahan yang menimpa".

Untuk menjadi sehat, kita perlu berada di dalam 'Aafiyah.

Untuk mempunyai uang yg cukup, kita haruslah berada di dalam 'Aafiyah.

Untuk terus hidup sejahtera, kita seharusnya berada di dalam 'Aafiyah.

Untuk mau anak2 kita di lindungi, kita perlu berada di dalam 'Aafiyah.

Dan jika kita sudah diampuni dan tidak dihukum, kita berada dalam 'Aafiyah.

Jadi, pada asasnya 'Aafiyah itu bermaksud :
"Ya Allah, lindungilah aku daripada apa-apa kesakitan, kesusahan dan segala penderitaan".
Ini termasuk untuk di Dunia dan di Akhirat.

Al-Abbas (R.A.) berfikir tentang ini untuk seketika, dan kemudian dia datang kembali kepada Nabi (ﷺ) selepas beberapa hari lalu dia berkata:-

"Ya Rasulullah (ﷺ), do'a ini seolah-olah sedikit pendek. Saya minta sesuatu yang lebih besar."

Nabi (ﷺ) lalu berkata : "Wahai pamanku yang dikasihi, mohonlah kepada Allah untuk 'Aafiyah, maka anda tidak boleh diberi apa-apa yg lebih baik daripada 'Aafiyah. Ia adalah satu do'a yang mudah namun terbaik."

Yang Benar adalah setiap yang bermakna dari apa yang anda katakan (mohon) ketika berdo'a.

"Ya Allah, aku memohon kepadaMU agar aku selamat daripada semua kesusahan, kesulitan, kesedihan, bahaya (musibah) dan janganlah ENGKAU menguji aku dan lain-lain yang berat."

Semua ini termasuk di dalam Allahumma Inni As Aluka Al-'Aafiyah
~ (Riyadh As Shaliheen, imam At-Tirmidzi).

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ...

Allahuma sholi 'ala sayidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'ala 'alihi wa shohbihi wa salim...
(FM/Abu Hasan)

Akhlak Imam Ali Zainal Abidin Setelah Terjadinya Tragedi Karbala


Beberapa waktu setelah tragedi Karbala, Yazid bin Muawiyah memerintahkan eksekusi terhadap beberapa orang jenderal sebab suatu masalah. Salah satunya adalah lelaki yang juga terlibat dalam pembantaian di Karbala.

Karena merasa terancam, lelaki itu melarikan diri ke Madinah. Di sana, ia menyembunyikan identitasnya dan tinggal di kediaman Imam Ali Zainal Abidin bin Husein, cicit Rasulullah yang selamat dari pembantaian Karbala. Di rumah sosok yang dikenal sebagai 'as-Sajjad' (orang yang banyak bersujud) ini, lelaki itu betul-betul dijamu dengan baik.

Ia disambut dengan sangat ramah dan disuguhi jamuan yang layak dalam tiga hari. Setelah tiga hari, lelaki pembantai dalam tragedi Karbala itu pamit pergi. As-Sajjad memenuhi kantong kuda lelaki itu dengan berbagai macam bekal, air, dan makanan.

Lelaki itu sudah duduk di atas pelana kudanya, namun ia tak kuasa beranjak. Ia termenung atas kebaikan sikap As-Sajjad. Ia merasa trenyuh karena sang tuan rumah tak mengenali siapa dia sebenarnya.

"Kenapa engkau tak beranjak?" tegur As-Sajjad. Lelaki itu diam sejenak, lalu ia menyahut,

"Apakah engkau tidak mengenaliku, Tuan?"

Giliran As-Sajjad yang diam sejenak, kemudian ia berkata,

"Aku mengenalimu sejak kejadian di Karbala."

Lelaki itu tercengang. Ia tergugu dan memberanikan diri bertanya,

"Kalau memang engkau sudah mengenaliku, mengapa kau masih mau menjamuku sedemikian ramah?"

As-Sajjad menjawab,

"Itu (pembantaian di Karbala) adalah akhlakmu. Sedangkan ini (keramahan) adalah akhlak kami. Itulah kalian, dan inilah kami."
_________
Dikisahkan oleh Syaikh Muhammad Tahir Ul Qadri, Pakistan. Diterjemahkan oleh Santrijagad (Dalwa Dakwah/FM)

Sebagian Wanita Itu Berkah



"Al Imam Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithi beliau mengatakan.
.
أن بعض النساء المباركة …بعض النساء المباركة إذا تزوج الانسان بورك له في ماله وبورك له في رزقه وبورك له في كسبه.
.
Sebagian wanita itu berkah. Wanita yang berkah, Ketika dinikahi lelaki, Maka hartanya diberkahi, Rezekinya diberkahi, Dan pekerjaannya diberkahi.
.
Dari Sayyidah Aisyah RA beliau yang mengatakan.

تزوجوا النساء يأتينكم بالأموال.

Nikahilah wanita, Karena akan mendatangkan harta bagi kalian.
(HR. Hakim 2679).
.
Dari Al Imam Sa'ad bin Abi Waqqash RA, Rasulullah SAW bersabda.
.
أربع من السعادة : المرأة الصالحة والمسكن الواسع والجار الصالح والمركب الهنيء وأربع من الشقاوة : الجار السوء والمرأة السوء والمسكن الضيق والمركب السوء.
.
"Ada 4 hal yang mendatangkan kebahagiaan.
1). Istri shalihah.
2). Tempat tinggal yang luas.
3). Tetangga yang baik.
4). Dan kendaraan yang nyaman.
.
Dan ada 4 yang mendatangkan kesusahan.
1). Tetangga yang jahat.
2). Istri yang jahat.
3). Rumah yang sempit.
4). Dan kendaraan yang tidak nyaman dipakai!".
(HR. Ibnu Hibban, 4032).
.
(Al Imam Sayyiddil Ad Da'i Ilallah Al Habib Alwy bin Abdurrahman Al Habsyi). (FM/Abu Hasan)

Keajaiban Air Doa



"Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, Ketika para sahabat keluar berdakwah ke satu wilayah dan di wilayah itu ada 1 suku (musyrikin) yang mana kepala sukunya sedang sakit, Maka mereka berkata, "Kalian ini bisa tidak mengobati kepala suku kami, Barangkali bisa mengobati?". Tentunya mereka diluar Islam, Mereka belum mengenal Islam.
.
Namun para sahabat yang memang ingin mengenalkan Islam saling pandang satu sama lain. Akhirnya mereka membacakan surah Al Fatihah di air. Dari sinilah banyak riwayat Shahih Bukhari lainnya bahwa Rasulullah SAW memperbolehkan mengobati dengan air yang didoakan. Demikian terbukti Rasulullah SAW melakukannya dan para sahabat melakukannya bahkan memberikannya kepada yang non-muslim.
.
Menunjukkan hubungan antara muslim dengan yang diluar Islam harus selalu baik secara Islam, Secara syari'ah wajib bagi setiap muslim berhubungan baik dengan yang diluar Islam, Kecuali mereka yang memerangi muslimin, Maka diizinkan untuk membela diri, Maka dengan senjata sekalipun diizinkan, Demi untuk membela diri.
.
Tapi selain dari itu, Kita mengenal Nabi kita Muhammad SAW baik terhadap musuh dan yang diluar Islam, Bahkan para sahabat mengobati kepala suku itu, Membacakan di air surah Al Fatihah, Lalu diberikan kepada orang itu dan diminumkan kepada kepala sukunya dan langsung sembuh. Hadirin-hadirat, Demikian indah dan agungnya keberkahan dari bibir orang yang beriman membacakan surah Al Fatihah di air bisa menyembuhkan bahkan kepada yang diluar Islam!".
.
(Guru Mulia Al Imam Sulthonul Qulub Al Habib Munzir Al Musawa Allahu Yarham). (Abu Hasan)