Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Entri yang Diunggulkan

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Hijr Ayat 96

الَّذِيْنَ يَجْعَلُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ  ۝٩٦ (Yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya). (QS. Al-Hijr ayat 96) Mereka yang memperolok-olokkanmu tidak lain hanyalah orang yang menganggap adanya tuhan selain Allah. Anggapan mereka ini merupakan kesalahan besar. Karena itu, mereka kelak akan mengetahui akibat yang sangat pedih dari kedurhakaan dan kesyirikan mereka." Ayat ini memberi jaminan kepada Nabi Muhammad bahwa Allah swt memeliharanya dari tindakan orang-orang musyrik Mekah yang memperolok-olok dan menyakitinya serta memelihara  Al-Qur'an dari usaha-usaha orang-orang yang ingin mengotorinya. Ath-thabari menyampaikan riwayat dari Sa'id bin Jubair bahwa orang-orang musyrik Mekah yang memperolok-olok  Al-Qur'an dan Nabi Muhammad ialah al-Walid bin Mugirah, al-'As bin Wa'il, Al-'Adi bin Qais, Aswad bin Abdu Yaguts, dan Aswad bin Muththal

Kami Menolak LGBT

Membiarkan LGBT berarti menyiapkan diri dan bumi tempat kita berpijak untuk mendapat murka dari Allah SWT. Ada dua macam tarikan negatif yang mesti kita kendalikan. Pertama Hawa nafsu, kedua syahwat. Selama ini dua hal itu kita anggap sama, padahal tidak. Hawa nafsu itu tarikan yang sifatnya ke arah ego. Sedangkan syahwat itu tarikan yang sifatnya fisik/material. Silakan cek di Al Qur'an. Kata syekh Abdul Qadir al-Jailani, puncak dari mempertuhankan hawa nafsu adalah mempertuhankan diri sendiri, yang tercermin dari ucapan Fir'aun yang menyatakan dirinya Rabb (tuhan pemelihara). Sedangkan puncak dari pemujaan terhadap syahwat adalah homoseksual. (kisah kaum nabi Luth). Kenapa kita mesti concern menolak LGBT, karena kalau kita lihat di Quran hukuman bagi para pemuja Hawa nafsu itu beda dengan hukuman bagi pemuja syahwat. Pemuja hawa nafsu seperti Firaun, yang dihancurkan itu cuma Firaun dan tentaranya saja. Kota mesirnya masih tetap ada. Sedangkan

Menulis Yang Ringan-Ringan Saja

Kali ini saya ingin menulis yang ringan-ringan saja, tentang apa ya? Oh ya tentang apa saja. Kadang saya mengamati status fb teman-temanku. Ada yang statusnya selalu marah-marah, ada yang romantis, intelek, ada yang religius, ada yang asal ngejeplak bahkan ada yang alay sukar dimengerti. Ibarat pepatah bilang, tulisanmu adalah cermin kemampuan dirimu. Ah, tapi saya perhatikan, ada yang statusnya biasa-biasa saja, menggunakan bahasa sederhana, mudah dimengerti tapi mengena di hati. Ada pula statusnya yang sok agamis, memberi petuah tapi serasa garing. Hehe, mungkin ini hanya perasaanku saja. Yo wis, sampai di sini dulu saya menulis diariku.