Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Kapan Sayyidina Muhammad SAW Menjadi Nabi?

Ada yang bilang bahwa Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi sejak awal sebelum usia 40 tahun, bahkan sebelum Adam tercipta. Itu tidak benar. Nabi Muhammad jelas baru menjadi Nabi setelah berusia 40 tahun, sebelum itu belum menjadi Nabi meskipun sudah ada berbagai kejadian luar biasa yang menunjukkan bahwa beliau spesial. Kejadian luar biasa tersebut istilahnya irhash, bukan mukjizat sebab istilah mukjizat hanya bagi mereka yang telah diangkat menjadi Nabi saja. Hadis yang menceritakan bahwa beliau diangkat sebagai Nabi tatkala berusia 40 tahun cukup banyak. Di antaranya adalah: عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ، قالَ: «بُعِثَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وهُوَ ابْنُ أرْبَعِينَ سَنَةً "Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah diangkat menjadi Nabi tatkala berusia 40 tahun"  Sebenarnya dalil di atas sudah cukup, tapi sebagian orang betul-betul meyakini sebelum Itu Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi meskipun belum mendapat wahyu pertamanya. Mereka juga menguatkan pendapatnya dengan beberapa hadis. Untuk itu per

Kami Menolak LGBT

Membiarkan LGBT berarti menyiapkan diri dan bumi tempat kita berpijak untuk mendapat murka dari Allah SWT. Ada dua macam tarikan negatif yang mesti kita kendalikan. Pertama Hawa nafsu, kedua syahwat. Selama ini dua hal itu kita anggap sama, padahal tidak. Hawa nafsu itu tarikan yang sifatnya ke arah ego. Sedangkan syahwat itu tarikan yang sifatnya fisik/material. Silakan cek di Al Qur'an. Kata syekh Abdul Qadir al-Jailani, puncak dari mempertuhankan hawa nafsu adalah mempertuhankan diri sendiri, yang tercermin dari ucapan Fir'aun yang menyatakan dirinya Rabb (tuhan pemelihara). Sedangkan puncak dari pemujaan terhadap syahwat adalah homoseksual. (kisah kaum nabi Luth). Kenapa kita mesti concern menolak LGBT, karena kalau kita lihat di Quran hukuman bagi para pemuja Hawa nafsu itu beda dengan hukuman bagi pemuja syahwat. Pemuja hawa nafsu seperti Firaun, yang dihancurkan itu cuma Firaun dan tentaranya saja. Kota mesirnya masih tetap ada. Sedangkan

Menulis Yang Ringan-Ringan Saja

Kali ini saya ingin menulis yang ringan-ringan saja, tentang apa ya? Oh ya tentang apa saja. Kadang saya mengamati status fb teman-temanku. Ada yang statusnya selalu marah-marah, ada yang romantis, intelek, ada yang religius, ada yang asal ngejeplak bahkan ada yang alay sukar dimengerti. Ibarat pepatah bilang, tulisanmu adalah cermin kemampuan dirimu. Ah, tapi saya perhatikan, ada yang statusnya biasa-biasa saja, menggunakan bahasa sederhana, mudah dimengerti tapi mengena di hati. Ada pula statusnya yang sok agamis, memberi petuah tapi serasa garing. Hehe, mungkin ini hanya perasaanku saja. Yo wis, sampai di sini dulu saya menulis diariku.