Tampilkan postingan dengan label nafas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nafas. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Mei 2009

Desah Nafas Kecewa

Kau hanya memandang diriku
dari jauh
tanpa kata-kata.

Biar
agar kau tak dengar desah nafas kecewaku.

Dalam perjalanan waktu
orang-orang silih berganti
tak terasa
beribu lelaki telah kau dekapi.

Menyakitkan
mimpi buruk paling menakutkan !

Di persimpangan jalan itu
tak lagi kau tatap wajahku
pergi dan menjauh.

Biar
agar kau tak dengar desah nafas terakhirku...

Jakarta
3 Desember 1994
Created by CentralSitus

Minggu, 26 April 2009

Sunyi

Rembulan adalah penjelmaan sunyiku
yang terlukis menjadi kata-kata


Matahari adalah gelora jiwaku
yang mengalir bersama desah nafas kecewaku


Bintang-bintang adalah harapanku
yang aku kepal menjadi bara api
aku terkapar
menggelepar
tak setitik embun membekukan jiwaku.


Aku akan tertawa
menghikmati segala sunyiku
tak hendak agar engkau tahu
perjuanganku itu percuma
untuk mencapai cinta kasihmu
dan rembulan adalah penjelmaan sunyiku
di saat engkau tiada lagi bersamaku.


Jakarta
11 Juli 1992

Rabu, 18 Februari 2009

Nurul


Cahyamu Nur

robek oleh desah nafas kecewa dalam bisuku

Rohmu Nur !

menyibak segala makna

dan tertuang dalam kasih sayang sayang

duka, suka, jadi ada olehmu, Nur!

oleh tangan lembutmu

oleh belaian kasihmu



Jadilah kau Nur,

sukma penerang dalam gelap..

Pekalongan 7 November 1988