Tampilkan postingan dengan label Rembulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rembulan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 September 2016

Rembulan Di Atas Gelombang

Senja,

ketika ku pandangi langit timur

diterangi sinar rembulan purnama keperakan

bertahta di atas gelombang.





Di pantai ini aku duduk sendiri

menghikmati perjalanan hidup tadi siang

betapa hampir saja hati ini menjadi rapuh

keluh dan kesah meluncur setiap hari

gelap dan gersang seperti mimpi.





Angin dingin menyentuh kulit,

di senja ini hampir saja aku lupa bersujud diri,

ku tinggalkan garis-garis pantai menuju masjid

meninggalkan purnama yang tetap bersinar di atas gelombang

menuju ke haribaanMu

bertafakur

berserah diri.



---

20 Februari 2011 06:28

By Muhammad Saroji - Majalah Sastra

© Copyright - All Rights Reserved

Minggu, 26 April 2009

Sunyi

Rembulan adalah penjelmaan sunyiku
yang terlukis menjadi kata-kata


Matahari adalah gelora jiwaku
yang mengalir bersama desah nafas kecewaku


Bintang-bintang adalah harapanku
yang aku kepal menjadi bara api
aku terkapar
menggelepar
tak setitik embun membekukan jiwaku.


Aku akan tertawa
menghikmati segala sunyiku
tak hendak agar engkau tahu
perjuanganku itu percuma
untuk mencapai cinta kasihmu
dan rembulan adalah penjelmaan sunyiku
di saat engkau tiada lagi bersamaku.


Jakarta
11 Juli 1992