Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Kapan Sayyidina Muhammad SAW Menjadi Nabi?

Ada yang bilang bahwa Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi sejak awal sebelum usia 40 tahun, bahkan sebelum Adam tercipta. Itu tidak benar. Nabi Muhammad jelas baru menjadi Nabi setelah berusia 40 tahun, sebelum itu belum menjadi Nabi meskipun sudah ada berbagai kejadian luar biasa yang menunjukkan bahwa beliau spesial. Kejadian luar biasa tersebut istilahnya irhash, bukan mukjizat sebab istilah mukjizat hanya bagi mereka yang telah diangkat menjadi Nabi saja. Hadis yang menceritakan bahwa beliau diangkat sebagai Nabi tatkala berusia 40 tahun cukup banyak. Di antaranya adalah: عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ، قالَ: «بُعِثَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وهُوَ ابْنُ أرْبَعِينَ سَنَةً "Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah diangkat menjadi Nabi tatkala berusia 40 tahun"  Sebenarnya dalil di atas sudah cukup, tapi sebagian orang betul-betul meyakini sebelum Itu Nabi Muhammad sudah menjadi Nabi meskipun belum mendapat wahyu pertamanya. Mereka juga menguatkan pendapatnya dengan beberapa hadis. Untuk itu per

Keadilan Nabi, Eksekusi Putri Pembesar Yang Mencuri

Ilustrasi penegakan hukum Forum Muslim -  Suatu ketika, Urwah bin az-Zubair, salah seorang sahabat Nabi, bercerita kepada Az-Zuhri tentang kejadian yang ia saksikan sewaktu Nabi hidup. Ketika itu, katanya, Urwah melihat ada seorang wanita bernama Fatimah al-Makhzumiyyah, putri ketua suku Al-Makhzumi, pada hari Fathu Mekah yang kedapatan mencuri. Maka, kaumnya meminta kepada Usamah bin Zaid yang terkenal dekat dengan Nabi, karena ayahnya, Zaid bin Haritsah, adalah anak angkat Nabi. Mereka menemui Usamah dan memintanya agar menolong putri kepala suku itu sehingga nantinya tidak akan dihukum oleh Nabi. Maka, datanglah Usamah menemui Nabi dengan menceritakan maksud dan tujuan kedatangannya. Mendengar perkataan Usamah, berubahlah roman muka Nabi. Beliau berkata, ''Apakah engkau akan mempersoalkan ketentuan hukum yang sudah ditetapkan oleh Allah?'' Usamah kemudian berkata, ''Maafkan aku ya Rasul Allah.'' Menjelang sore hari, Rasulullah SAW berdiri

Aktualisasi Nilai-Nilai Aswaja

KH MA Sahal Mahfudh Forum Muslim -  Aswaja atau Ahlus Sunnah wa Jama'ah sebagai paham keagamaan, mempunyai pengalaman tersendiri dalam sejarah Islam. Ia sering dikonotasikan sebagai ajaran (mazhab) dalam Islam yang berkaitan dengan konsep 'aqidah, syari'ah dan tasawuf dengan corak moderat. Salah satu ciri intrinsik paham ini—sebagai identitas—ialah keseimbangan pada dalil naqliyah dan 'aqliyah. Keseimbangan demikian memungkinkan adanya sikap akomodatif atas perubahan-perubahan yang berkembang dalam masyarakat, sepanjang tidak bertentangan secara prinsipil dengan nash-nash formal. Ekstremitas penggunaan rasio tanpa terikat pada pertimbangan naqliyah, tidak dikenal dalam paham ini. Akan tetapi ia juga tidak secara apriori menggunakan norma naqliyah tanpa interpretasi rasional dan kontekstual, atas dasar kemaslahatan atau kemafsadahan yang dipertimbangkan secara matang. Fleksibilitas Aswaja juga tampak dalam konsep 'ibadah. Konsep ibadah menurut Aswaja, ba

Merokok Itu Pilihan Politik

Ilustrasi merokok - File Hello Sehat Oleh: Mohamad Sobary Saya lupa siapa orangnya, yang dengan bagus, membuat suatu pernyataan ”subversif”: merokok atau tidak, ”let my body decides”, di dalam suatu seminar mengenai keretek sehat, ”divine” keretek, yang diramu berdasarkan temuan cemerlang Dr Gretha Zahar, hasil suatu ”pengajian” dan ”pengujian” ilmiah berpuluh-puluh tahun, yang kemudian diperkenalkan ke seluruh dunia oleh Prof Dr Sutiman Bambang Sumitro, sebagai keretek bebas nikotin dengan ”teknologi nano” yang sudah mendunia, sehingga nama kedua tokoh penting itu kini menjulang tinggi sedemikian rupa seperti hendak menyaingi bintang- bintang di langit. Apa makna strategis temuan ilmiah ini bagi dunia pertanian tembakau, kehidupan ekonomi kaum tani, dan bisnis keretek, yang demikian menggiurkan kaum kapitalis Barat, maupun bagi kesehatan masyarakat? Dalam sejarah umat manusia, belum ada suatu sikap antitembakau, antikeretek, yang dijadikan kampanye global, besarbesaran

Sandal Khusus Kamar Mandi

Ilustrasi Sendal Jepit Oleh  : Fuad H. Basya Kamar mandi, kamar kecil, toilet, WC, dan berbagai sebutan lainnya merupakan tempat khusus yang dipergunakan manusia untuk membersihkan diri dari kotoran. Sehingga kamar mandi dan sejenisnya selalu identik dengan najis. Oleh karena itu wajar sekali jika seseorang sering merasa ragu akan kesuciannya ketika selesai mandi, buang air besar maupun kecil. Kebanyakan keraguan seseorang bersumber dari telapak kaki sebagai anggota badan yang langsung bersentuhan dengan lantai kamar mandi. Sehingga seringkali seseorang berjalan dengan berjinjit sangat hati-hati. Merasa seolah lantai kamar mandi itu tidak bebas dari najis, padahal tidak demikian, jika memang lantai kamar mandi telah disiram berulang-ulang dengan air yang suci. Namun demikian, keraguan adalah keraguan yang ada dalam hati yang susah untuk dihilangkan. Untuk menyiasati hal ini sebaiknya seseorang menyeidakan satu sandal khusus untuk ke kamar mandi, agar telapak kaki tid

Kisah Kezuhudan Gus Dur

KH Abdurrahman Wahid Forum Muslim -  Salah satu sifat mulia Gus Dur adalah kezuhudannya yang luar biasa. Kesederhanaannya, bertolak belakang dengan kehidupan masa kini yang sangat mengagungkan dunia material. Inilah yang membuatnya mampu bertahan dari berbagai godaan harta maupun tahta yang seringkali menjerumuskan para aktifis yang sebelumnya menyatakan diri untuk mengabdikan dirinya pada masyarakat. Mantan sekretaris jenderal PBNU H Muhyiddin Arubusman menuturkan, semasa menjadi ketua umum, biasa saja Gus Dur naik angkot atau bajaj dan turun di depan gedung PBNU. Tak ada perasaan gengsi dengan angkutan merakyat tersebut, karena ia menganggap dirinya bagian dari rakyat. Bandingkan saja dengan perilaku pejabat yang meminta berbagai fasilitas mewah, tetapi pengabdiannya kepada rakyat nol besar. “Bagi Gus Dur, yang penting adalah fungsi, bukan gengsinya,” katanya. Pernah suatu ketika, sekitar tahun 90-an, ia mengobrol bersama di gedung PBNU. Saat itu, Gus Dur memegang uang

Kisah Kesaktian Pangeran Diponegoro

Forum Muslim -  Bagaimana sebenarnya kisah sejarah  Pangeran  Diponegoro, berbagai mitos cerita dari mulut kemulut menggambarkan kesaktian sang pangeran. Berikut ini merupakan kisah Pangeran Diponegoro. Dor…dor…dor… terdengar letusan senjata tiga kali dari luar tembok. Ya, itu tanda perang dimulai. Sisi utara, timur dan selatan telah dikepung pasukan Kumpeni Belanda bersenjata lengkap. Laskar yang tinggal di sisi barat melakukan perlawanan keras. Korban berjatuhan dari kedua belah pihak. Di bawah pimpinan Joyomustopo dan Joyoprawiro, laskar terdesak mundur. Kekuatan jauh berbeda. Laskar wong Jowo mengandalkan keahlian bertempur menggunakan senjata tradisional tombak dan keris, Pasukan Kumpeni Belanda memakai senjata api laras panjang Kareben. Melihat laskar Jawa terdesak, tiba-tiba seorang pria berjubah dengan sorban putih yang terlilit di kepalanya, dengan tenang matek ajian yang dimilikinya. Blar…..Sebuah pukulan jarak jauh yang dahsyat menjebol tembok barat puri yang tebal

Pangeran Diponegoro Menunda Perang di Bulan Ramadhan

Pangeran Diponegoro Forum Muslim -  Pangeran Diponegoro adalah seorang pahlawan yang memiliki keraton paling luas di bandingkan dengan raja mana pun di pulau Jawa. Tentu saja karena keraton Diponegoro adalah lembah-lembah dan gunung-gunung yang sekaligus sebagai medan perang gerilyanya melawan penjajahan Belanda. Kenyataan ini diakui sendiri oleh Belanda bahwa Diponegoro telah menguasai sebagian besar Jawa Tengah dan Jawa Timur pada tahun 1825 M. enam tahun sebelum ia ditangkap secara licik oleh Belanda pada bulan Maret 1930 M. Ketika akhirnya Diponegoro berhasil dipojokkan di daerah Selarong, daerah antara Bogowonto dan Progo, dua sungai di wilayah Karesidenan Kedu, tetap saja Belanda tidak dapat mendekatinya secara langsung. Taktik Diponegoro yang selalu bergerak berpindah tempat benar-benar menyulitkan Belanda. Diponegoro adalah seorang Sultan sekaligus ulama yang bertahta di atas kudanya dengan rakyat yang setiap saat siap mengorbankan nyawa untuknya. Belanda dengan se

Posisi Umat Islam Indonesia dalam Era Demokratisasi

KH SahaL Mahfudh Oleh: KH. MA. Sahal Mahfudh Berbicara tentang posisi umat Islam di Indonesia—apalagi bila dikaitkan dengan proses demokratisasi—tidaklah mudah. Hal itu tidak mungkin ditelaah hanya dari sudut pandang mikro-sinkronis. Sudut pandang ini akan sulit menemukan posisi yang tepat, yang selalu berkaitan erat secara simbiosis dengan kondisi dan situasi obyektif yang terjadi. Namun bila hal itu di telaah dari sudut pandang makro-historis tentu akan memerlukan pembahasan yang panjang. Tentu saja hal itu sulit diformulasikan dalam tulisan yang singkat ini. Tulisan ini hanya mencoba melihat berbagai fenomena yang timbul akibat perkembangan partisipasi umat Islam dalam politik, yang tentu juga akan beppengaruh terhadap umat Islam dalam aspek-aspek kehidupan lainmya. Kita “umat Islam" meskipun dipahami dalam konotasi yang sama, namun seringkali nengalami penyempitan dan pemekaran cakupan dalam penerapannya sebagai subyek mau pun obyek politik. Perubahan ini berjalan m