Tampilkan postingan dengan label Robert Mugabe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Robert Mugabe. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 November 2017

Mugabe Depresi Berat, Penggantinya Diktator Baru


Forum Muslim -- Jika saja Robert Mugabe tidak terlalu tamak, mungkin ia sudah hidup tenang sebagai pensiunan Presiden Zimbabwe dengan harta simpanan melimpah. Namun, ketamakan telah melenakannya sehingga ia kini harus hidup dalam tahanan rumah.

Seperti dilaporkan sejumlah media internasional yang mengutip media Zimbabwe ZimEye News, 23 November lalu, Mugabe dan istrinya, Grace, berada dalam kondisi depresi berat setelah kudeta yang menggulingkan mereka dari tampuk kekuasaan. Sementara regim baru yang berkuasa bermaksud akan menyeret Grace ke pengadilan atas sejumlah tuduhan kejahatan.

"Media Zimbabwe melaporkan bahwa keluarga mantan penguasa itu berada dalam kondisi depresi yang menyedihkan dan terasing di kediaman mereka yang mewah (Istana Blue Roof) setelah Robert Mugabe lengser dari kekuasaan," tulis Daily Mail.

Menurut ZimEye News, depresi yang dialami Mugabe dan istrinya diperkuat oleh keputusan partai penguasa Zanu-PF yang memecat mereka, kemudian ditambah oleh proses 'impeachment' yang digelar parlemen. Sebelumnya mereka masih berharap Grace masih bisa mendapat tempat terhormat di Zanu-PF, partai yang didirikan suaminya.

"Mantan Presiden Mugabe disebut sangat depresi sehingga tidak lagi mampu mengangkat kakinya, pada saat negerinya merayakan kemundurannya dari kekuasaan," tulis ZimEye News.

Mugabe disebut juga telah memberikan pengakuan dosa kepada penasihatnya, Pendeta Mukonori. Mukonori, ketua ordo Society of Jesus (SJ) disebut-sebut sebagai perantara dalam negosiasi antara Mugabe dengan militer yang berakhir dengan pengunduran diri Mugabe.

ZimEye News menyebut, karena tidak lagi mampu mengangkat kakinya, Mugabe harus menyeret kakinya untuk bergerak. Sementara Grace selama berhari-hari mengurung di dalam kamarnya di ‘Blue Roof’, rumah istana seharga $10 juta berkamar 25 ruang yang terletak di kawasan Borrowdale di pinggiran Harare.

“Mereka sadar bahwa kekuasaan mereka telah berakhir dan karenanya sangat depresi. Namun kekhawatiran terbesar mereka adalah dengan nasib keluarga mereka yang masih belum jelas,” tulis ZimEye News.

Regim baru telah sepakat untuk membiarkan Mugabe hidup dalam tahanan rumah mewahnya. Namun, untuk Grace, mereka telah memutuskan akan menyeretnya ke pengadilan atas sejumlah tuduhan kejahatan, termasuk pencucian uang, menguasai harta harta negara, dan turut campur urusan negara.

"Saya tidak tahu hasil kesepakannya, namun mereka (regim baru) kukuh dengan sikapnya untuk mengampuni Mugabe, namun tidak dengan Grace,” tulis ZimEye News mengutip sumber yang dekat dengan Mugabe.

FP Facebook 'Zimbabweans in Botswana' baru-baru ini mengklaim bahwa tentara menemukan harta senilai $ 8 miliar (Rp 100 triliun) di dalam istana ‘Blue Roof’ ketika mereka menggeledah istana setelah menahan Mugabe minggu lalu.

Diktator Baru Gantikan Mugabe

Sementara sejumlah aktifis HAM menyuarakan keprihatinan atas aksi-aksi penangkapan terhadap sejumlah pendukung Mugabe oleh regim militer, media-media internasional menyoroti pengganti Mugabe, Emmerson Mnangagwa, sebagai calon diktator baru.

"Ruthless ‘Crocodile’ is Mugabe’s heir," tulis AFP, 22 November, tentang Mnangagwa, yang disumpah sebagai presiden baru Zimbabwe pada hari Jumat kemarin (24 November).

Ia dijuluki “Ngwena” atau 'Buaya' karena kekejamannya selama menjadi tangan kanan Mugabe saat diktator tua itu mengkonsolidasikan kekuasaannya setelah kemerdekaan Zimbabwe tahun 1980. Dengan jabatan Menhan yang diberikan Mugabe, keduanya bertanggungjawab atas tewasnya ribuan orang yang dianggap menghalang-halangi mereka selama aksi pembersihan besar-besaran saat itu.

"Setelah kemerdekaan tahun 1980, ia memimpin pembersihan terhadap para pendukung oposisi yang menewaskan ribuan orang di Provinsi Matabeleland dan Midlands," tulis AFP.

Takavafira Zhou, pengamat politik di Masvingo State University menyebut Mnangagwa sebagai “a hardliner to the core.”

Sementara itu WikiLeaks dalam bocorannya tahun 2008 menyebutkan bahwa Mnangagwa telah menumpuk kekayaan luar biasa besar saat Zimbabwe melakukan intervensi ke Republik Demikrat Congo tahun 1998.(Sumber : IFP)


Jumat, 17 November 2017

Kudeta di Zimbabwe, Tiran Robert Mugabe Ditahan

Robert Mugabe - File thenigerianvoice.com
Forum Muslim - Upaya penguasa tiran Zimbabwe, Robert Mugabe, untuk mewariskan kekuasaan kepada istrinya harus berakhir mengecewakan setelah militer mengkudetanya. Kini, ia harus tinggal di dalam tahanan rumah dan menunggu nasib berikutnya yang tidak menentu.


Dikutip Dari IFP, Rabu petang (15 November), Mugabe kini tinggal dalam tahanan rumah di ibukota Harare menyusul terjadinya kudeta militer terhadap kekuasaannya.

"Militer Zimbabwe telah menempatkan Presiden Robert Mugabe di dalam tahanan rumah di ibukota Harere, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma mengatakan," demikian tulis BBC dalam laporannya mengutip pernyataan Zuma setelah mengadakan pembicaraan telepon dengan Mugabe.

Menurut Zuma, Mugabe mengaku kondisinya dalam keadaan baik.


Usai kudeta tersebut, tentara berpatroli di jalan-jalan dan menduduki stasiun televisi negara. Mereka mengklaim tengah mengincar para penjahat di sekitar Presiden Mugabe. Langkah tersebut, sebut BBC, merupakan upaya untuk mengganti Mugabe dengan bekas Deputinya, Emmerson Mnangagwa.

Dua minggu lalu Mugabe memecat Emmerson Mnangagwa dan memicu spekulasi kuat bahwa ia akan mendudukkan istrinya, Grace Mugabe, sebagai penggantinya kelak. Mugabe sendiri telah berumur 93 tahun dan dalam kondisi sakit-sakitan. Ia menjadi penguasa terlama di dunia setelah Ratu Elizabeth dan pemimpin tertua yang masih berkusa. Ia menduduki jabatannya sejak Zimbabwe merdeka tahun 1980.

Aksi kudeta dimulai pada hari Selasa (14 November) ketika tentara menduduki stasiun televisi negara ZBC. Selanjutnya, tentara dengan kendaraan militer dan tank-tank menguasai jalanan dan menduduki kantor-kantor pemerintahan, termasuk istana kepresidenan dan gedung parlemen.

Langkah-langkah ini menyusul ketegangan yang muncul setelah Mugabe memecat Mnangagwa dan beberapa pajabat penting lainnya,  dan panglima militer yang dikenal dekat dengan Mnangagwa, Jendral Constantino Chiwenga, berjanji akan menghentikan pembersihan yang dilakukan Mugabe.

Ini adalah kali kedua Mugabe memecat pembantu terdekatnya demi memberi jalan bagi istrinya untuk menggantikannya. Pada akhir tahun 2014 lalu Mugabe juga telah memecat Wakil Presiden Joice Mujuru dari jabatannya atas tuduhan melakukan korupsi dan rencana kudeta. Selain Mujuru, Mugabe juga memecat 7 pejabat menteri yang dituduh terlibat dalam rencana kudeta kepadanya.

Sebagaimana Mujuru, Mnangagwa juga rekan seperjuangan Mugabe dalam perjuangan kemerdekaan Zimbabwe melawan Inggris.

Pejabat militer Mayjend Sibusiso Moyo, dalam pengumuman di televisi setelah tentara mengambil alih kekuasaan, mengatakan bahwa Mugabe dan keluarganya dalam keadaan aman. Namun keberadaan Grace Mugabe sendiri masih menjadi tanda tanya publik.

"Pertunjukan kekuatan militer yang singkat, sejumlah penangkapan ..... dan kemudian bagaimana? Ini semua, tentu saja, saat-saat yang tidak bisa diduga bagi rakyat Zimbabwe dan kini ada peluang langkah-langkah pertunjukan singkat ini berakhir, dan bahwa Presiden Robert Mugabe, dipermalukan dan diluciti kekuasaannya, akan diberi kesempatan untuk mundur dengan hormat," tulis BBC.

Menurut BBC, Mugabe telah salah menyangka dirinya masih cukup kuat untuk menjamin transisi kekuasaan yang menguntungkan diri dan keluarganya. Perilaku Mugabe sendiri, dan juga istrinya, Grace, di mata publik Zimbabwe sudah tidak lagi mengundang simpatik. Di tengah resesi ekonomi dengan inflasi ratusan persen pertahun, tidak menghentikan gaya hidup mewah Mugabe dan istrinya. Mugabe dikenal rakyatnya sebagai penyuka pesta dan makan-makan. Sedangkan Grace diketaui sering menghabiskan uang untuk belanja barang-barang mewah di Hongkong.

Tidak heran jika kudeta ini disambut positif oleh warga Zimbabwe. Chris Mutsvangwa, seorang vetaran, mengataka kepada Reuters: "Ini adalah akhir dari sejarah gelap negara muda Zimbabwe, dimana seorang diktator, setelah menjadi tua, menyerahkan kekuasaannya kepada kelompok pencuri di sekeliling istrinya."(FM)