Tampilkan postingan dengan label Matahari senja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matahari senja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2016

Di Bawah Matahari Senja

Dari balik jendela kupandangi wajahmu

yang berbinar diterangi matahari senja,

angin semilir meniup rambut sutramu,

aku tersenyum,

kau memandangku

tersipu malu.





Sebentar lagi menjelang malam,

saat-saat matahari sembunyikan sinarnya,

aku masih terpaku menekuni keremangan

saat engkau kemudian menghilang dari balik pandangan.





Baik ku tutup saja jendela ini

tempat biasa aku menikmati keramahanmu,

malam ini aku tak hendak terlena,

karena menantimu mengetuk daun jendela,

meraut dan mengucapkan salam perpisahan,

karena sebentar lagi engkau meninggalkan diriku

bersama kenangan yang abadi.



---

12 Januari 2011 17:58

By Muhammad Saroji - Majalah Sastra

© Copyright - All Rights Reserved

Jumat, 22 Mei 2015

Matahari Senja

Kabut,
gelap menutupi matahari senja,
ketika baru saja bumi diguyur hujan,
aku menerawang, menengadah ke puncak angkasa,
ke puncak setinggi-tingginya
masih ada kepak burung menjelajah,
berduyun-duyun entah dari mana,
mungkin dari ujung benua ke lain benua,
mengembara dan seakan memberi cerita,
tentang betapa luasnya alam semesta,
dan bercerita tentang betapa tidak lelahnya mencari karunia.


Betapa indahnya kebersamaan,
betapa tidak berharganya berdiam diri dan berpangku tangan,
mereka memberi cerita,
membagi kepada kita
yang sebenarnya lebih cerdas dan mulia,
tapi kadang khilaf
membantai mereka,
hingga tangan berlumuran darah,
darah pemberi cerita
dari balik awan senja
yang semakin gelap.

--
Catatan:
File gambar : http://majalahsastra.com
Kamera : Nokia 206
Naskah : Muhammad Saroji pada Muhammadsaroji.com
Kategori : Fiksi
Tempat : Petarukan
Waktu : 22-05-2015 / 15:51 UTC : +7

© Copyright - All Rights Reserved