Tampilkan postingan dengan label indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2017

Wahai

Ilustrasi


Wahai,
indah nian dikau,
bagai pucuk-pucuk pinus,
di pojok bukit,
di pojok kampung,
yang bergoyang ditiup angin.

Wahai,
andai saja ku kenal engkau,
ku jabat tangan engkau,
ku sapa engkau,
ku buka hati beku engkau.

Aku Sang Pengelana,
datang bersama desiran angin,
bertiup dari pesisir laut.

Wahai,
indah nian kau,
tapi kau diam bagai batu,
tapi indah bagai burung-burung.

Mestikah ku ucapkan salam ?
Atau ku mantrakan kalimat rayuan ?

Wahai,
ternyata kau hanyalah angin,
yang berhembus di antara tumpukan ranting kering.

Wahai,
tiuplah kapalku agar layar terkembang,
meninggalkan bandara, menjauh mengarungi lautan biru,
menuju kampung halamanku.

Wahai
semoga kau mengerti
betapa lelahnya jiwa raga ini…

Gunung Putri - Bogor, 19 Juni 1995
@All Rights Reserved

Rabu, 19 Oktober 2016

Indah

Purnama - File Pribadi

Dipandang dari jauh
purnama itu semburatkan warna keperakan,
aku teringat ada kisah indah tertinggal,
kisah cinta pertama yang terpenggal.

Malam ini,
purnama juga tampak indah,
mengingatkan kembali butir-butir kata yang berceceran,
di antara jiwa orang-orang
yang kepadanya pernah ku katakan Aku Cinta Kepadamu.. 
Keindahan dalam dosa
keindahan penuh fatamorgana.

Mengapa..
Bila kemudian rembulan itu tenggelam di kegelapan mega-mega,
tak jua ku katakan.. Astaghfirullah…. Astaghfirullah.....?

26 Oktober 2009 20:39

By Muhammad Saroji
© Copyright - All rights reserved

Minggu, 04 September 2016

Cinta Tak Selamanya Indah








Cintaku,
kubaktikan kasih sayangku demi kebahagiaanmu,
mengalirkan keindahan sebening embun,
dingin menetes di relung kalbumu.


Cintaku,
di bukit kecil ini aku mengabdi,
menyeruak telaga kasih melupakan perih.
Sungguh!
Ingin beranjak dari perih dan kekacauan ini,
kegalauan
kegersangan
air mata,
sejenak membuatku mabuk,
jalang dan binal,
telah serakah-kah birahi cintaini ?


Cintaku,
sungguh!
tak selamanya cinta itu indah bukan?
Tapi kau sayangku,
tapi kau deritaku,
tapi kau harapanku,
tapi kau kecewaku,
tapi kau cintaku,
tapi kau jeritanku…!!


Kering dedaunan luruh di bumi,
meninggalkan sepasang prenjak kecil dalam jeritan nelangsa,
mega di angkasa berlalu pergi,
bercerai bengawan dari derunya air,
air kehidupan sepasang mata,
mata cinta
yang tak selamanya indah.


Jumat, 22 Mei 2015

Bunga Cinta
















Indah,
indah nian kau memberi tembang,
ketika dadaku berguncang,
tak terkata kata-kata
berlari aku menuju suara
ku berteriak: Indah,
dimana cintamu ku jelang
dimana diriku menyuntingkan kembang..!


Indah,
jangan berhenti bersuara,
jangan mengira aku pasrah,
aku cari dirimu hingga ke ujung usia,
karena langkah kaki ini adalah cinta!


Cinta ?
Oh tidak
sekali-kali cinta tak didustakan,
bunga ini tetap ku siram
karena bunga ini adalah tanda cinta.


--
Catatan :
File galeri :http://majalahsastra.com
Naskah : Muhammad Saroji pada Muhammadsaroji.com
Kategori Naskah : Fiksi
Kamera : Nokia 206
Tempat : Kapurinjin - Iser - Petarukan - Pemalang
Waktu : UTC +07 _ 14:58

© Copyright - All Rights Reserved

Bunga Cinta

Indah,
indah nian kau memberi tembang,
ketika dadaku berguncang,
tak terkata kata-kata
berlari aku menuju suara
ku berteriak: Indah,
dimana cintamu ku jelang
dimana diriku menyuntingkan kembang..!


Indah,
jangan berhenti bersuara,
jangan mengira aku pasrah,
aku cari dirimu hingga ke ujung usia,
karena langkah kaki ini adalah cinta!


Cinta ?
Oh tidak
sekali-kali cinta tak didustakan,
bunga ini tetap ku siram
karena bunga ini adalah tanda cinta.


--
Catatan :
File galeri : nahdiana.com
Naskah : Muhammad Saroji pada Muhammadsaroji.com
Kategori Naskah : Fiksi
Kamera : Nokia 206
Tempat : Kapurinjin - Iser - Petarukan - Pemalang
Waktu : UTC +07 _ 14:58

© Copyright - All Rights Reserved