Tampilkan postingan dengan label Istri Shalehah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istri Shalehah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 April 2020

Tips Mencari Calon Istri Sholehah


Ilustrasi Istri Shalehah
Ilustrasi Istri shalehah



والأولى أيضا أن تكون وافرة العقل وحسنة الخلق. قال بعضهم: ينبغي أن تكون المرأة دون الرجل بأربع وإلا استحقرته: بالسن، والطول، والمال، والحسب، وأن تكون فوقه بأربع: بالجمال، والأدب، والخلق، والورع.
قال في المغني: وهذه الصفات كلها قل أن يجدها الشخص في نساء الدنيا، وإنما توجد في نساء الجنان.

"Dan sebaiknya wanita akan menjadi istri kita adalah wanita yang  sempurna akalnya dan baik akhlaknya, berkata sebagian ulama : "Seyogyanya seorang laki-laki itu harus lebih unggul dari calon istrinya dalam empat (4) hal, jika tidak, maka nantinya istrinya tersebut akan meremehkan suaminya, empat hal tersebut adalah : dari segi umur, tinggi, harta, dan nasabnya. 
Dan seyogyanya calon istri itu harus lebih unggul dari suaminya dalam empat (4) hal juga, yaitu : paras, adab, akhlak, dan wara'.
Di sebutkan dalam kita Mughnil Muhtaj Syarh Minhaj : Keempat sifat-sifat ini sangat jarang sekali berkumpul semuanya pada diri seorang wanita dari wanita-wanita di dunia, akan tetapi sifat-sifat tersebut akan di temukan semuanya pada diri seorang bidadari surga."

Refrensi : I'anatut Tholibin, hlm : 459, juz : 3

@muslimahsholehah

Kenapa Harus Memilih Calon Istri Yang Baik Agamanya?

Ilustrasi Istri Shalehah

Forum Muslim - Kenapa Harus Memilih Calon Istri Yang Baik Agamanya? Alasannya karena jika seorang wanita itu tidak baik agamanya, maka pintu-pintu pada dirinya  akan terbuka semua dan akan hilang satu persatu sifat-sifat yang dia miliki melalui pintu tersebut, 

Wanita yang tidak hilang agama pada dirinya, dia tidak memiliki kearifan, hati yang mantap dan tidak memiliki akal lurus, kerap kali dorongan syhawat mengalahkannya untuk selalu menampakkan kecantikan dirinya dan sombong pada orang lain atau dia akan berusaha keras untuk mempercantik diri dan berhias dan hal itu akan menguras harta, dia di umpamakan seperti orang yang minum di lautan, setiap kali dia minum maka setiap kali itu pula dia akan bertambah dahaga.

Apabila hilang agama pada diri wanita, maka tujuan hidupnya juga akan menghilang, dan dia akan terjerumus pada hal-hal yang terlarang, jika tidak demikian, maka akan ada laki-laki yang rusak agamanya mendekatinya bertujuan untuk melepaskan sisa-sisa kebaikan pada diri wanita tersebut. 

Dan pintu inilah yang menyebabkan hilangnya kehormatan dan kemuliyaan pada wanita tersebut serta mengotori dan mencemari leluhurnya.

Dan seandainya hilang agama dari wanita tersebut, maka akan jelek akhlaknya, yang ada dalam benaknya hanyalah hasrat untuk mempercantik dirinya, berapa banyak wanita yang cantik jelita yang enggan orang-orang untuk mendekatinya di sebabkan akhlaknya yang jelek, mereka hanya ingin menikmat wajah cantiknya dari kejauhan saja tanpa ingin mendekatinya, hasrat dan keinginannnya hanyalah ingin terlihat cantik di hadapan orang-orang, 

Wanita semacam ini tidak ada harganya, dirinya tak ubahya sebuah barang yang kegunaannya hanya untuk memuaskan mata si pemandan namun tidak layak di miliki, bukan seperti mutiara indah yang mahal yang menyilaukan setiap mata yang memandang yang setiap orang ingin memilikinya.

Refrensi : Kitab Ma Hiyah Al-Mar'ah Sholehah, hlm : 12

Wanita Dunia vs Bidadari Surga

Ilustrasi Wanita Sholehah sedang Bekerja

قلت : يا رسول الله ﷺ نساء الدنيا أفضل أم الحور العين قال:  « بل نساء الدنيا أفضل من الحور العين كفضل الظهارة على البطانة»

قلت يا رسول الله ﷺ وبم ذلك ؟ قال: « بصلاتهن وصيامهن وعبادتهن الله ألبس الله وجوههن النور وأجسادهن الحرير بيض الألوان خضر الثياب صفر الحلي مجامرهن الدر وأمشاطهن الذهب يقلن نحن الخالدات فلا نموت نحن الناعمات فلا نبأس أبدا نحن المقيمات فلا نظعن أبدا ألا ونحن الراضيات فلا نسخط أبدا طوبى لمن كنا له وكان لنا »

Aku berkata (Ummu Salamah) : "Wahai Rasullah ﷺ, manakah yang lebih mulia antar wanita dunia atau bidadari surga?

Rosulullah ﷺ menjawab : "Wanita dunia lebih utama daripada bidadari surga, seperti halnya keutamaannya bagian luar dari pakaian dibandingkan bagian dalam dari pakaian tersebut".

Aku berkata (Ummu Salamah) : "Dengan sebab apa wahai Rosullah ﷺ, wanita dunia lebih utama dibandingkan bidadari surga ?

Rosulullah bersabda : "Sebab sholat, puasa, ibadah mereka (wanita dunia). Allah terangkan wajah mereka dengan nur, dan Allah pakaikan pada tubuh mereka sutra, tubuh mereka putih bening, pakaian mereka berwarna hijau mengkilau, perhiasaan mereka berwarna kuning memukau, wadah dupa kepunyaan mereka terbuat dari mutiara, dan sisir mereka terbuat dari emas, mereka akan berkata 'Kami ini kekal tidak akan mati selamanya, kami ini orang yang di karunia nikmat, maka kami tidak akan pernah sengsara selamanya, kami ini adalah penduduk tetap (surga), maka maka tidak akan pernah pergi selamanya, dan kami ini adalah orang yang lapang dada, maka kami tidak akan pernah marah selamanya, maka sungguh beruntung orang yang di takdirkan bersama kami, dan kami di takdirkan untuknya".

Refrensi : Roudhotul Muhibbin, hlm : 345

Sumber : @muslimahsholehah

Rabu, 21 Maret 2018

 Suami Yang Baik: Bukan Menahan Diri Tidak Menyakiti Istri Tetapi Sabar Menghadapi “Kebengkokan” Istri

Ilustrasi istri shaleha


Para  ulama berkata:

ليس حسن الخلق مع المرأة كف الأذى عنها بل احتمال الأذى منها، والحلم على طيشها وغضبها، اقتداءً برسول الله صلى الله عليه وسلم

“Bukanlah termasuk akhlak suami yang baik yaitu hanya menahan diri agar tidak menyakiti istri akan tetapi sabar terhadap “kebengkokan” dari istri. Lembut menghadapi kekurangan dan kemarahannya. Hal Ini adalah meneladani Rasulullah ﷺ “. (Mukhtashar Minhajul Qashidin 2/12)

Merupakan hal  yang BIASA dan perlu dimaklumi oleh suami jika seorang istri tekadang “bengkok” terhadap suaminya (ingat kadang-kadang lho, bukan sering).

Misalnya kadang marah-marah atau mengomel dengan tanpa sebab. Kadang memberatkan suami atau meminta sesuatu yang bukan pada tempatnya. Kadang bersikap seperti kekanak-kanakan dan tidak bijaksana dengan suaminya. Kadang mendahulukan perasaan dan emosi dibandingkan akal sehat, sehingga suami terkadang melihat sesuatu yang aneh dan mengganjal.

Hal ini memang diakui dalam Islam. Karena wanita itu bengkok, mereka juga dipengaruhi oleh hormon sehingga moody. Mereka diciptakan dengan perasaan yang mendalam dan mudah tersentuh. Ini mempunyai kelemahan dan kelebihan.

*kelemahannya:* terkadang mendahulukan perasaan dan emosi dibandingkan akal sehat.

*Kelebihannya:* perasaan yang mendalam cocok bagi fitrah istri sebagai ibu bagi anak-anak mereka. Dengan perasaan yang mendalam maka istri bisa sabar mendidik dan membesarkan anak-anak (coba saja para suami, pegang/gendong bayi anda setengah jam saja, pasti mulai tidak sabar)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ, لَنْ تَسْتَقِيْمَ لَكَ عَلَى طَرِيْقَةٍ, فَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اِسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيْهَا عِوَجٌ, وَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهَا كَسَرْتَهَا وَكَسْرُهَا طَلاَقُهَا

“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak bisa lurus untukmu di atas satu jalan. Bila engkau ingin bernikmat-nikmat dengannya maka engkau bisa bernikmat-nikmat dengannya namun padanya ada kebengkokan. Jika engkau memaksa untuk meluruskannya, engkau akan memecahkannya. Dan pecahnya adalah talaknya.”(HR. Muslim)

Jadi para suami harus menghadapinya dengan sabar dan lemah lembut, jangan meluruskan yang bengkok dengan paksa sehingga akan mematahkannya.

Perlu suami sadari adalah HAL YANG BIASA jika istri TERAKADANG  “mengganggu” suami.

Sehingga Islam mengingatkan kepada para istri agar banyak mensyukuri kebaikan suami dan tidak lupa. Salah satu yang paling banyak memasukkan wanita ke nereka adalah tidak mensyukuri kebaikan suami.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُرِيْتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ . قِيْلَ: أَيَكْفُرْنَ بِاللهِ ؟ , قال: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ , لَوْ أَحْسَنْتَ إَلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ , ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا, قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْراً قَطُّ

“Telah diperlihatkan neraka kepadaku, kulihat mayoritas penghuninya adalah wanita, mereka telah kufur (ingkar)!” Ada yang bertanya, “apakah mereka kufur (ingkar) kepada Allah?” Rasullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menjawab, “Tidak, mereka mengingkari (kebaikan) suami. Sekiranya kalian senantiasa berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang hidupnya, lalu ia melihat sesuatu yang tidak berkenan, ia (istri durhaka itu) pasti berkata, “Saya sama sekali tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

*Jadi perlu ketenangan dan akal sehat suami untuk menghadapinya.* Dihadapi dengan rumus

“Tetap saja suami yang minta maaf” 😫

Suami salah, segera suami minta maaf kepada Istri. Istri salah, suami membenarkan atau menegur, kemudian suami minta maaf kepada istri (misalnya minta maaf karena kurang perhatian atau kurang bisa mendidik)

Suami harus sadar ini adalah kunci sukses rumah tangga, jika istri sangat berbahagia dengan anda, maka anak anda akan mendapat perhatian dan pendidikan terbaik serta rumah anda akan menjadi yang terbaik.

Sekali iagi Istri seperti ini adalah istri yang BIASA yang harus banyak dimaklumi oleh suami.

*Akan tetapi ada istri yang LUAR BIASA*, yaitu

*_-Istri yang malah meminta maaf dahulu kepada suaminya dan mencari ridha suaminya_*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى

“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380)



*_-Berusaha menjaga dan menunaikan hak suami karena suami adalah pinta menuju surga atau neraka bagi istri_*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ كُنْتُ آمُرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَلأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَلِزَوْجِهَا

“Sekiranya aku memerintahkan seseorang untuk sujud kepada lainnya, niscaya akan kuperintahkan seorang istri sujud kepada suaminya” . (HR. At-Tirmidziy , shahih Al-Irwa’ 1998)

*_-Berusaha mensyukuri kebaikan suami dan tidak melupakan sama sekali_*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُلِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِيْ عَنْهُ

“Allah tidak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih atas kebaikan suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya” .[HR. An-Nasa’i, shahih, Ash-Shohihah 289)

Perlu para istri ketahui, Bukanlah maksud syariat Islam memerintahkan agar istri lebih rendah dari suami tetapi semua orang sudah tahu bahwa psikologis suami pasti ingin dihormati dan dipatuhi. Jika suami sudah merasa dihormati oleh istri, maka suami yang berjiwa hanif pasti akan sangat sayang kepada Istrinya.

*Demikian semoga bermanfaat dan semoga kami bisa menerapkan ilmu ini*
آمين

Kamis, 04 Januari 2018

Istri Shalehah

Oleh : Al Fitri

Apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang istri salehah penghuni syurga, setelah MENYAKITI suaminya? Jawabannya, meminta keridaan suami.

Apa pula yang seharusnya dilakukan oleh seorang istri salehah, setelah DISAKITI oleh suaminya? Jawabannya, meminta keridaan suami.

Ya, yang harus dilakukannya adalah meminta maaf dan keridaan sang suami, bukan malah diam seribu bahasa alias 'ngambekan', minta dipulangkan ke rumah orangtua, menunjukkan kekesalan lewat kata dan rona wajah, cuek, atau sampai melampiaskan emosi pada benda-benda di sekitarnya.

Apakah anda tidak percaya?

Suatukali, Nabi Muhammad -Shallallaahu`alaihiwasallam- pernah menawarkan sebuah informasi penting untuk para istri, seperti dalam hadis berikut ini.

ألا أخبركم بنسائكم من أهل الجنة؟ الودود، الولود، العؤود على زوجها، التي إذا آذت أو أوذيت، جاءت حتى تأخذ بيد زوجها، ثم تقول والله لا أذوق غمضا حتى ترضى. (رواه الطبراني)

"Apakah kalian mau saya beritahu tentang para istri penghuni syurga? Yaitu, istri yang menampakkan cintanya kepada suami (wadud), subur sehingga banyak anak atau sering melahirkan (walud), dan membawa manfaat untuk suami (`a'uud); bila menyakiti atau disakiti suami, maka dirinya akan menghampiri suami lalu meraih tangannya, dan berkata: Saya tidak akan tidur sampai kamu memaafkan". (HR. at-Thabrani)

Dalam redaksi yang lain disebutkan:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: كُلُّ وَلُودٌ وَدُودٌ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ - أَيْ: زَوْجُهَا - قَالَتْ: هَذِهِ يَدِي فِي يَدِكَ لَا أَكْتَحِلُ بِغُمْضٍ حَتَّى تَرْضَى. (رواه الطبراني)

"Apakah kalian mau saya beri tahu tentang para istri penghuni syurga? Para sahabat menjawab, iya. Nabi berkata, setiap istri yang walud, wadud, serta bila dirinya MARAH, DISAKITI atau DIMARAHI oleh suaminya, maka akan berkata (kepada suami): Ini tanganku dalam pegangan tanganmu. Diriku tidak akan tidur sampai dirimu rida (kepadaku)". (HR. at-Thabrani)

Dalam riwayat lain disebutkan:

أَلا أخْبِرُكمْ بِنِسائِكمْ مِنْ أهْلِ الجَنَّةِ؟ الوَدُودُ الولود العئود الّتِي إِذا ظُلِمَتْ قالَتْ: هذِهِ يَدِي فِي يدك لا أذوق غمضا حتى ترضى. (رواه الطبراني)

"Apakah kalian mau saya beri tahu tentang para istri penghuni syurga? Yaitu, istri yang wadud, walud dan `a'uud; bila dizalimi suami maka dia akan berkata  (kepada suami): ini tanganku dalam pegangan tanganmu. Diriku tidak akan tidur sampai dirimu memaafkan". (HR. at-Thabrani)

Terkait kata "dizalimi" di atas, al-Munawi menjelaskan:

يعني ظلمها زوجها بنحو تقصير في إنفاق أو جور في قسم ونحو ذلك

"Maksudnya, dizalimi suami seperti lalai dalam memberi nafkah, tidak adil dalam pembagian (poligami), atau semisalnya".

Terakhir, beliau mengatakan:

 فمن اتصفت بهذه الأوصاف منهن فهي خليقة بكونها من أهل الجنة، وقلما نرى فيهن من هذه صفاتها، فالمرأة الصالحة كالغراب الأعصم.

"Siapa saja dari kalangan istri yang memiliki sifat-sifat ini, maka berarti dirinya diciptakan untuk menjadi penghuni syurga. NAMUN, kita jarang melihat ada istri yang seperti itu. SEBAB, keberadaan istri salehah itu bak burung gagak berwarna putih".

Wallaahua`lam


Sabtu, 08 Juli 2017

Tips Memilih Istri Shalehah Menurut KH Maimun Zubair

KH Maimoen Zubeir dan Habib syech Bin Abdul Qodir Assegaf
Forum Muslim - Mbah Maimoen Zubair, Kyai karismatik asal Rembang Jawa Tengah berkata;
“Ketika kamu memilih istri, carilah wanita yang tidak terlalu tahu akan dunia. Karena keshalihan anakmu bergantung pada seberapa shalihah ibunya.

Shahabat Abbas ra. mempunyai istri yang tidak suka berhias, sampai membuatnya malu saat keluar dengan istrinya. Tapi beliau mempunyai anak yang sangat alim, yaitu Abdullah ibnu Abbas.

Sayyid Husain cucu Rasulullah punya istri dari keturunan Raja Persia. Walaupun berasal dari Putri Raja, setelah menjadi istri Husain menjadi wanita yang tidak mencintai dunia. Maka mempunyai anak Ali Zainal Abidin bin Husain, paling alim dari keturunan Rasulullah Saw.

Para kyai dari Sarang Jawa Tengah bisa menjadi alim seperti itu karena nenek-nenek mereka suka berpuasa.

Syekh Yasin Al Fadani ulama dari Padang yang tinggal di Makkah mempunyai istri yang pandai berdagang, dan punya dua anak. Salah satu anaknya menjadi ahli bangunan dan yang satunya lagi bekerja di bagian transportasi. Kedua anaknya tidak ada yang bisa meneruskan dakwahnya Syekh Yasin.

Di dalam Al-Qur’an disebutkan dalam sebuah ayat:

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ

“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam.” (QS. Al Baqarah : 223) Istri itu ladang bagi suami. Seberapa bagusnya bibit ketika tanah atau ladangnya tidak bagus, maka tidak bisa menghasilkan padi (panen) yang bagus pula.

Intinya, bisa mempunyai anak yang alim ketika istrinya tidak terlalu mengurusi dunia dan sangat taat atau patuh terhadap suaminya.

Ketika kamu lebih memilih istri yang mengurusi dunia, maka kamu yang harus berani riyadhoh (berdoa). Jika tidak berani riyadhoh, maka carilah istri yang suka berdzikir dan kamu yang memikirkan dunia atau kerja.”
Oleh: Nasyit Manaf/Santrionline