Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Cinta Mati

Siapa yang peduli pada duka hatiku wahai Tuhanku. duka karena cinta yang terkubur di pusara ini. mencintai tapi tak dapat memiliki, hanyalah desiran rindu meregang dalam tangisan perih. Perkenankan aku mengadu wahai Tuhanku. tentang rasa cinta yang telah lama mati. namun hidup kembali di saat dia telah mati. Cinta ini cinta apa wahai Tuhanku, mencintai tapi tak dapat mengasihi, kau ilhamkan padaku bahwa maut kan menjemput, tapi tak sedetikpun aku peduli, bahwa aku harus berada untuk mendampingi. Cinta ini cinta apa wahai Tuhanku, sebelum maut menjemputku, tentu kan ku katakan pada kekasihku, cintaku ini cinta mati

Sutra Putih (2)

Muhammad Saroji - Dokumen Pribadi Luruh Untukmu aku hidup, sepanjang hari dengan bibir dan hati terkunci. Untukmu aku berdiri, sepanjang hari dengan air mata yang tertahan, Tapi dalam hatiku, api cinta selalu membakar untukmu. Kehidupan telah membawaku ke dalam masa lalu, dikelilingi oleh kenangan yang tak berujung. Aku mencari sebuah jawaban, aku tak pantas untukmu. Atau memang kau tak pantas untukku. Begitu banyak cobaan yang menumpuk, kedamaian yang kurindukan, cinta dan kasih sayang yang ku dambakan. Bagaimana dapat ku gambarkan kekejaman dunia ini, Aku diperintahkan bahwa aku harus hidup, tapi tanpa kehadiranmu diperintahkan bahwa aku harus tegak berdiri, Tapi tanpa cinta dan kasih sayangmu. Ku buka lembar demi lembar, kisah perjalanan cinta penuh luka dan pilu, ada keinginan yang tertutup, kata-kata yang telah terucap, juga janji yang telah ditetapkan. Luruh, keperkasaanku runtuh bagaikan guguran daun, matahari tak mampu menghan

Sutra Putih

Muhammad Saroji - Dokumen Pribadi Semerdu burung bernyanyi ketika kau ucapkan janji Sehalus kain sutra putih lembaran hidupku sejak kau katakan cinta, Bawalah aku kemanapun kau pergi. Kesucianmu seharum kembang mawar dan melati,  kembang bidadari di pelaminan pengantin,  lisan fasih berjanji suci,  hati berpadu dalam biduk cinta yang abadi.  Sepoi Angin Rindu Oleh Jejaka Impian,  mengalun merdu menjadi tembang kesetiaan, genggamlah erat kedua tanganku ini, Sekeping hati terpenjara dalam syahdu,  bilakah bersatu dalam tali pernikahan yang suci.  Semerdu burung bernyanyi ketika kau ucapkan janji, Seharum mawar dan melati doa mengalun menembus batas langit,  sepasang merpati putih terbang tinggi,  menjemput impian yang tinggal sedetik,  sedetik lagi....  Mekarlah bunga sekuntum,  tumbuhlah benih suci,  hamparkanlah perjalanan agung,  berjanjilah setia hati, Bawalah aku kemanapun kau pergi, Karena engkaulah kekasihku per

Bunga Putih -2

Muhammad Saroji - File Pribadi Beberapa orang yang aku kenal, salah satunya aku mengeluh kepadanya dalam diam, ".........kenapa, kenapa harus kau hancur leburkan perasaan hatiku, tiada sesuatupun yang lebih hina melebihi hinanya tangisan seorang lelaki yang mengemis mengharapkan bersatunya sebuah cinta yang dikhianati, dan tiada yang lebih nista melebihi nistanya seorang lelaki yang bertekuk lutut di bawah kaki perempuan, itu-kah yang membuatmu merasa menang, merasa benar dan suci. Kau tetap suci, tak sedetikpun aku menjamahmu, kau tetap menang, tak sedetikpun aku mengalahkanmu, kau tetap agung, tak sedetikpun aku menghinamu, dan ada buah hatimu yang kau bangga-banggakan dari lelaki yang tak pernah kau bangga-banggakan, sedetik-pun" 11 April 2017

Bunga Putih

Muhammad Saroji - Dokumen Pribadi Ada begitu banyak orang yang ku temui, salah satunya berkata kepadaku : "selalu ku lalui jalanan ini, jalan yang telah pernah kita lalui dulu, bersama-sama, berboncengan, berbagi cerita, suka dan duka. Dan berpuluh tahun kita berpisah, tak ada kabar berita tentang dirimu, tapi selalu ku lalui jalan ini, seakan kau tetap di sini, menemaniku melalui hari-hari yang sepi. Kenapa aku selalu melalui jalan ini, karena Ku berharap suatu saat akan berjumpa denganmu di sini, kau menyapaku dengan kata-kata dan senyuman yang manis, tapi berpuluh tahun itu tak juga kau ku temui. Tapi aku tetap yakin suatu saat kau hadir di sini, di jalanan ini, seyakin diriku menyimpan dan menikmati kerinduan ini, lalu setelah aku berjumpa denganmu, ku tunjukkan bukti kesetiaanku kepadamu dengan menunjukkan lembaran surat cintamu kepadaku, tapi aku tidak menuntut, karena semua telah menjadi masa lalu, kini kau melihatku hancur, dan tangisanmu tak kan pernah merubah