Selasa, 22 Desember 2020

Sahara



Di Beranda sunyi ini
ketika jiwaku menghikmati diri
tentang makna cinta yang kau beri
kekasihku
biarlah rinduku tiada bertepi
cintaku bagai bengawan yang mengalir
abadi…..
Namun kesunyian ini seakan harga mati

semati cintamu yang berlalu pergi
Berandaku sunyi berkabut perih
menitikkan embun menggores mata hati
begitu angkuh kau berdiri di puncak tebing
mencampak asaku
menghujam lukaku
cintaku ini, kau apakan kini
Layu,
perih,
sendu,
mati….

Di beranda sunyi ini
sahara jiwaku
gersang dan kering
ketika jiwaku menghikmati diri
tentang makna cinta yang kau beri
kekasihku
biarlah rinduku tiada bertepi,
cintaku bagai bengawan yang mengalir abadi,
karena inilah cintaku yang suci dan abadi
sampai mati……
================
Muhammad Saroji, 06 Oktober 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar