Minggu, 02 Februari 2020

Sholawat-Sholawat Pembuka Hijab


Dalam Islam sangat banyak para ulama-ulama sholihin yang bermimpi Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam dan mendapatkan petunjuk atau isyarat untuk melakukan atau mengucapkan kalimat-kalimat tertentu (seperti dzikir, sholawat, doa dll ). Bahkan sebagian di antara mereka menerima redaksi sholawat langsung dari Rasulullah dengan ditalqin kata demi kata oleh Beliau saw. Maka jadilah sebuah susunan dzikir atau sholawat yg memiliki fadhilah/asror yg tak terhingga. 

Dalam berbagai riwayat hadits dikatakan bahwa siapa pun yang bermimpi Nabi saw maka mimpi itu adalah sebuah kebenaran/kenyataan, dan sosok dalam mimpinya tersebut adalah benar-benar Nabi Muhammad saw. Karena setan tidak diizinkan oleh Alloh untuk menyerupai Nabi Muhammad saw. Beliau juga bersabda, "Barangsiapa yg melihatku dalam mimpi maka ia pasti melihatku dalam keadaan terjaga"

-----------------------------
1. SHOLAWAT JIBRIL
------------------------------

صَلَّى اللّٰهُ عَلٰى مُحَمَّدٍ

SHOLLALLOOH 'ALAA MUHAMMAD

Artinya:
Semoga Allah swt. selalu melimpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad saw.

Dijelaskan oleh Al Imam As Sya'roni, Nabi Muhammad saw. bersabda: “Barang siapa membaca sholawat ini maka sungguh terbuka baginya 70 (tujuh puluh) pintu rahmat dan Allah swt. letakkan sebuah cinta kasih (mahabbah) pada hati setiap orang untuknya, dan tidak ada orang yang benci kepadanya kecuali orang-orang yang dihatinya terdapat kemunafikan..

Sebagian ulama mengamalkannya 500 kali sehari, sebagian lainnya 1000 kali, hingga ada pula yg 10.000 kali setiap harinya bahkan lebih dari itu...lalu sebagai penutup ditambahkan kalimat "wa alihi wa sohbihi wa sallam"

Pada suatu hari seorang lelaki dari Syam mendatangi Rosulullah shollallaahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada beliau: Ya Rosulallah, aku punya ayah yang sudah lanjut usia dan ia ingin sekali berjumpa denganmu. Beliau berkata; "Datangkan dia ke sini! Lelaki itu menjawab: "apalah daya fisiknya tidak memungkinkan itu. Beliau berkata; Kalau begitu, suruh dia untuk memperbanyak membaca "Shollallaahu 'Alaa Muhammad" selama 7 hari 7 malam, maka dia akan bertemu aku dalam mimpi." Lelaki itupun bergegas pulang dan menyampaikan pesan Rasululllah kepada ayahnya lalu ayahnya mengamalkan pesan tersebut hingga beliau bertemu Rosulullah lewat mimpinya.

Di antara fadhilah sholawat Jibril adalah...
1. Di dalam mengarungi samudra kehidupan, akan selalu mendapatkan pertolongan, rohmat, maghfiroh, barokah, ketenangan, keselamatan, dan jauh dari fitnah dan bala’ dhohir bathin...
2. Dicintai manusia, bahkan oleh mereka yang belum pernah mengenal sama sekali. Allah sendiri yang mengarahkan hati manusia untuk mencintainya...
3. Menjadi sebab timbulnya rasa cinta/mahabbah kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW hingga dapat meningkat berlipat-lipat rasa cinta/mahabbahnya...
4. Tercetaknya shuroh (bayangan/bentuk) Rasulullah SAW di dalam hati si pembaca sholawat...
5..Membawa pembacanya bermimpi bertemu Rasulullah SAW 

-------------------------------------------
2. SHOLAWAT NURIL ANWAR 
-------------------------------------------

Sholawat Nuril Anwar atau kadang disebut Sholawat Badawi Sughro adalah salah satu bacaan sholawat yang sangat populer di kalangan masyarakat.  Disusun oleh Wali Qutub Al-Imam Ahmad Badawi ra. Beliau memiliki nasab atau silsilah sampai kepada Rosulullah SAW. 
Lafadz Sholawat Nuril Anwar:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُوْرِ اْلاَنْوَارِ وَسِرِّ اْلاَسْرَارِ وَتِرْيَاقِ اْلاَغْيَارِ وَمِفتَاحِ بَابِ الْيَسَارِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدِ نِالْمُخْتَارِ وَالِهِ اْلاَطْهَرِ وَاَصْحَابِهِ اْلاَخْيَارِ عَدَدَ نِعَمِ اللهِ وَاِفضَالِهِ

Artinya :

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, rahasia dari segenap rahasia, penawar duka dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yakni junjungan kami, Nabi Muhammad saw. yang terpilih, keluarganya yang suci, dan para sahabatnya yang mulia sebanyak hitungan nikmat Allah dan karu-nia-Nya”

Kyai Sholeh Darat dalam Minhajul Atqiya halaman 26 menuliskan beberapa faidah Sholawat Nuril Anwar ini berdasarkan pengalaman-pengalaman yang sudah beliau alami.
Diantara faidah yang beliau tulis :
"Sopo-sopo wonge sing ngakeh-ngakehaken ing moco iki shalawat maka ketekanan sekabehane hajate, lan ilang sekabehane susahe, lan dadi gampang sekabehane perkara ingkang angel-angel hasile, lan dadi hasil nurul qolbi lan olih ilmussirri, balik dadi gampang sekabehane hajate anadene mengkono iku wis mujarab anadene wiridane maca ingdalem saben-saben dina ping satuw utawa ping sangangpuluh loro."
(Barang siapa memperbanyak membaca Shalawat Nuril Anwar, maka hajat-hajatnya akan terpenuhi, dihilangkan kesusahan-kesusahannya, dimudahkan urusan-urusannya, menjadikan hatinya menjadi terang, juga Allah berikan pemahaman-pemahaman batin, dimudahkan jalan terkabulnya hajat-hajatnya. Dan faidah itu sudah terbukti manjur kalau Shalawat Nuril Anwar dibaca setiap harinya sebanyak seratus kali ( 100 kali ), atau sembilan puluh dua kali ( 92 kali).

Sayyid Ahmad Ruslan memberikan komentar atas shalawat ini:
“Shalawat ini sangat mujarab untuk menunaikan hajat, mengusir kesusahan, menolak bencana dan meraih cahaya, bahkan sangat manjur untuk segala keperluan.”

Syaikh Yusuf bin Ismail an-Nabhani dalam kitabnya “Afdhal ash-Sholawat” mengutip, "Jika seseorang membaca shalawat ini setiap selesai shalat fardhu, maka ia akan terhindar dari segala marabahaya dan memperoleh rezeki dengan mudah. Jika seseorang membaca shalawat ini sehari dan malamnya 100 kali, maka ia akan memperoleh rezeki lahir-batin, manjur untuk mendatangkan segala hajat, menolak bencana, dan memperoleh cahaya Ilahi."

---------------------------------------------------------
3. SHOLAWAT HABIB AHMAD MASYHUR 
-----------------------------------------------------------

Sholawat ini adalah ijazah dari cucu gurunya Habib Luthfi bin Yahya, al-Habib Ahmad Masyhur bin Thaha al-Haddad. Ijazah ini diberikan tepat pada malam Nishfu Sya’ban (21 Mei 2016/1437 H), dimana Sya’ban adalah bulannya Rasulullah Saw. Karena di dalamnya diturunkan ayat al-Quran tentang perintah shalawat.
Beliau mengijazahkan satu bait Burdah yg berbunyi

نَعَمْ سَرَى طَيْفُ مَنْ أَهْوَى فَأَرَّقَنِيْ وَالْحُبُّ يَعْتَرِضُ اللَّذَّاتِ بِالْأَلَمِ
Na’am saray thaifu man ahwaa fa’ar-raqanii wal hubbu ya’taridhu alladz-dzati bil ‘Alam
 artinya : “Memang benar bayangan orang yang kucintai selalu hadir membangunkan tidurku untuk terjaga, dan cinta sebagai penghalang antara sang pecinta dan kelezatan yang berakhir derita."
(Dibaca 1 kali).
Kemudian diikuti dg membaca sholawat

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ حَبِيْبِ الرَّحْمَنْ وَسَيِّدِ الْأَكْوَانْ اَلْحَاضِرِ عَلَى مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ فِيْ كُلِّ زَمَانٍ وَمَكَانْ
Allahumma shalli ‘alaa sayyidina habibir rahman wa sayyidi akwaan al hadhir alaa min shalli ‘alayhi fii kulli zamaan wa makaan
artinya : “Semoga Allah melimpahkan shalawat atas Junjungan kami kekasih Yang Maha Pengasih dan pemimpin bagi segenap jagad raya yang senantiasa hadir di setiap waktu dan tempat bagi seseorang ber-shalawat kepadanya.” 
(Dibaca 7 kali).

Fadhilah sholawat ini akan membuka hijab sehingga Rasulullah hadir dan mendatangi orang yg membaca sholawat...

--------------------------------------
4. SHALAWAT 'AZHIMIYYAH 
-----------------------------------------
Shalawat ini diajarkan oleh Baginda Rasullullah Muhammad saw dan Nabi Khidir as kepada beliau Sayyid Ahmad bin Idris.
Sayyid Habib Muhammad Al-Haddar mengatakan : "Barang siapa membaca shalawat Azhimiyyah 3 kali, maka dia akan mimpi bertemu Nabi saw. ".

Sayyid Muhammad Alwi al Maliki berkata : "Barang siapa membacanya sebanyak 7 kali sebelum waktu shubuh, maka ia dapat berguna untuk mimpi bertemu Nabi saw.".

Habib Ahmad bin Hasan ra. berkata: "Aku memberi salah seorang sadah (keturunan ahlul bait) ijazah untuk membaca sholawat ini, setelah ia meninggal dunia, aku mimpi bertemu dengannya, ia berkata kepadaku : 'ketika jasadku diletakkan di kubur, datang makhluk yang menakutkan dari alam barzakh. Sholawat Agung (Azhimiyyah) ini melindungiku hingga lenyaplah rasa takut dari hatiku".

Ada sebuah peristiwa menakjubkan sehubungan dengan shalawat ini. Al Arif billah Habib Abu Bakar bin Abdullah ‘Atthas memperoleh shalawat ini dari SAYYID AHMAD BIN IDRIS secara langsung . Beliau lalu menulis shalawat ini dan menyimpannya dalam tas pakaian. Sewaktu berlayar di laut , seorang darwis ahli sir batin dan kasyaf melihat cahaya keluar dari tas Habib Abu Bakar hingga ke langit. Ia lalu memberitahukan apa yang dilihatnya kepada Habib Abu Bakar. Habib abu Bakar berkata kepadanya, ” Tasku ini hanya berisi pakaian dan shalawat”. Habib Abu Bakar lalu menunjukan sholawat itu kepada si Darwisy.

Sayid Ahmad Syarif as-Sanusi ra. meriwayatkan bahwa Sayid Muhammad bin Ali as-Sanusi ra. suatu ketika menerangkan keutamaan membaca Shalawat ‘Azhimiyyah, bahwa sesungguhnya membaca Shalawat ‘Azhimiyyah satu kali menandingi bacaan Kitab Shalawat Dala-ilul Khairat sebanyak 33.333 kali. Ditanyakan mengapa demikian? Karena keutamaan Shalawat ‘Azhimiyyah itu disebabkan keutamaan para guru-guru yang meriwayatkannya.

Sebagian ulama mengatakan barangsiapa mendawamkan shalawat ‘Azhimiyyah ini dengan istiqomah minimal setiap harinya 1 kali (dibaca 1x habis shalat) maka apabila ia mati maka kuburannya akan dilapangkan dan disinari dengan cahaya dari surga.

Lafadz Shalawat ‘Azhimiyyah:

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم إنى أسألك بنور وجه الله العظيم * الذى ملأ أركان عرش الله العظيم * وقامت به عوالم الله العظيم * أن تصلى على مولانا محمد ذى القدر العظيم * وعلى آل نبى الله العظيم * بقدر عظمة ذات الله العظيم * فى كل لمحة ونفس عدد ما فى علم الله العظيم * صلاة دائمة بدوام الله العظيم * تعظيما لحقك يا مولانا يا محمد يا ذا الخلق العظيم * وسلم عليه وعلى آله مثل ذلك * واجمع بينى وبينه كما جمعت بين الروح والنفس * ظاهرا وباطنا * يقظة ومناما * واجعله يارب روح لذاتى من جميع الوجوه * فى الدنيا قبل الآخرة يا عظيم

Allaahumma innii as ‘aluka bi nuuri wajhillaahil ‘azhiim,. Alladzii mala-a arkaana ‘arsyillaahil ‘azhiim,.Wa qoomat bihii ‘awaalimullaahil ‘azhiim, Antusholliya ‘alaa mawlaanaa Muhammadin dzil qodril ‘azhiim, Wa ‘alaa aali Nabiyyillaahil ‘azhiim, Biqodri ‘azhomati dzaatillaahil ‘azhiim, Fii kulli lamhatin wanafasin ‘adada maa fii ‘ilmillaahil ‘azhiim, Sholaatan daa-imatan bidawaamillaahil ‘azhiim, Ta’zhiiman lihaqqika yaa mawlaanaa yaa Muhammadu yaa dzal khuluqil ‘azhiim, Wasallim ‘alayhi wa ‘alaa aalihii mitsla dzaalik, Wajma’ baynii wabaynahuu kamaa jama’ta baynar ruuhi wanafsi, Zhoohiron wabaathinan, Yaqzhotan wamanaaman, Waj’alhu yaa Robbi ruuhal lidzaatii min jamii’il wujuuhi, Fid dunyaa qoblal aakhiroti yaa ‘Azhiim.

 -----------------------------------------                                  
5. SHALAWAT IBNU MASYISY
------------------------------------------

Nama lengkap Syaikh Ibnu Masyisy adalah Syaikh Abu Abdillah Abdussalam Ibn Masyisy Ibn Abi Bakar Ibn Ali Ibn Hurmah Ibn Isa Ibn Salam Ibn Mizwar Ibn Ali Ibn Haidarah Ibn Muhammad Ibn Idris al-Azhar (almatsana) Ibn Idris al-Akbar Ibn Abdullah al-Kamil Ibn al-Hasan al-Mutsanna Ibn al-Hasan Ibn Ali bin Abi Thalib suami Fatimah az-Zahra putri Rasulullah. Beliau lahir pada tahun 559 H. Wafat pada tahun 662 H.

Beliau merupakan maha guru dari 3 wali Qutub; Sayyid Ibrahim al-Dasuqiy, Sayyid Ahmad al-Badawiy dan Syaikh Abul Hasan al-Syadzilliy Alhasany

Pada hari beliau dilahirkan, Syaikh Abdul Qadir al-Jilaniy mendengar suara hatif (bisikan ruhani); “Ya Syaikh Abdul Qadir, cermatilah keadaanmu kepada penduduk kota maroko, sesungguhnya yang akan menjadi wali Qutub di kota tersebut telah dilahirkan." 

Ketika pertama kali Syekh Abil Hasan Assyadzili bertemu dg Ibnu Masyisy, Ibnu Masyisy mengatakan, "Marhaban Ya Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar, dst .. dengan menyebut nasab Syeikh Abul Hasan sampai ke Rasulullah SAW". Mendengar itu semua Syeikh Abul Hasan pun takjub.
Belum sempat mengeluarkan kata, Sang Quthub itu melanjutkan, "Wahai Ali, engkau datang kepadaku sebagai fakir baik dari segi ilmu maupun amalmu, maka engkau akan mengambil dariku semua kekayaan, dunia hingga akhirat".
Imam Abu al-Hasan as-Syaziliy, mengatakan: “Bahwa Syaikh Ibn Masyisy ulama yang masturul Hal (tersembunyi) dan tidak ingin dikenal oleh manusia, di antara do’anya “Ya Allah aku mohon kepada-Mu agar makhluk berpaling dariku sehingga tidak ada tempat kembali bagiku selain kepada-Mu"

Shalawat Masyisiyyah diamalkan satu kali setiap selesai melakukan shalat Subuh dan satu kali setelah selesai melakukan shalat Maghrib. Sebagian ulama lain mengatakan dibaca setelah shalat Subuh, shalat Maghrib dan shalat Isa, masing-masing sebanyak 3 kali. Keistmewaan sholawat ini di dalamnya terdapat puji-pujian agung kepada Nabi Muhammad dg kalimat2 yg hanya dapat dirangkai oleh seorang quthub yg arif billah melalui musyahadahnya. Sebagian rahasia sholawat ini, akan membuat ruh pembaca sholawat ini terasa melayang di udara dari keluhuran dan keindahan alam malakut. Waliyullah Kiai Hamid Pasuruan sangat gemar mengamalkan sholawat ini.

Siapa saja yang istiqomah membacanya akan mendapatkan al-Asrar (rahasia), al-Anwar (cahaya), al-Madad al-Ilahiy (pertolongan Allah), al-Fath al-Rabbaniy (terbuka rahasia ketuhanan), penjagaan dari penyakit zhahir batin, bala dan musibah, pertolongan dari segala musuh dan kemudahan dari segala hajat.

Lafadz sholawat Ibnu Masyisy :

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مَنْ مِنْهُ انْشَقَّتِ اْلاَسْرَارُ .وَانْفَلَقَتِ اْلاَنْوَارُ . وَفِيْهِ ارْتَقَتِ الْحَقَائِقُ . وَتَنَزَّلَتْ عُلُوْمُ آدَمَ فَاَعْجَزَ الْخَلاَئِقَ . وَلَهُ تَضَاءَلَتِ الْفُهُومُ فَلَمْ يُدْرِكْهُ مِنَّا سَابِقٌ وَلاَ لاَحِقٌ . فَرِيَاضُ الْمَلَكُوْتِ بِزَهْرِ جَمَالِهِ مُوْنِقَةٌ . وَحِيَاضُ الْجَبَرُوْتِ بِفَيْضِ اَنْوَارِهِ مُتَدَفِّقَةٌ . وَلاَ شَيْئَ اِلاَّ هُوَ مَنُوْطٌ اِذْ لَوْلاَ الْوَاسِطَةُ لَذَهَبَ كَمَا قِيْلَ الْمَوْسُوْط . صَلاَةً تَلِيْقُ بِكَ مِنْكَ اِلَيْهِ كَمَا هُوَ اَهْلُهُ . اَللَّهُمَّ اِنَّهُ سِرُّكَ الْجَامِعُ الدَّالُّ عَلَيْكَ وَحِجَابُكَ اْلاَعْظَمُ اْلقَائِمُ لَكَ بَيْنَ يَدَيْكَ . اَللَّهُمَّ أَلْحِقْنِى بِنَسَبِهِ . وَحَقِّقْنِىْ بِحَسَبِهِ . وَعَرِّفْنِىْ اِيَّاهُ مَعْرِفَةً اَسْلَمُ بِهَا مِن مَوَارِدِ الْجَهْلِ . وَاَكْرَعُ بِهَا مِنْ مَوَارِدِ الْفَضْلِ . وَاحْمِلْنِىْ عَلَى سَبِيْلِهِ إِلَى حَضْرَتِكَ حَمْلاً مَحْفُوْفًا بِنُصْرَتِكَ . وَاقْذِفْ بِىْ عَلَى الْبَاطِلِ فَأَدْمَغَهُ . وَزُجَّ بِىْ فِيْ بِحَارِ اْلاَحَدِيَّةِ . وَانْشُلْنِيْ مِنْ اَوْحَالِِ التَّوْحِيْدِ . وَأَغْرِقْنِيْ فِيْ عَيْنِ بَحْرِ الْوَحْدَةِ حَتَّى لاَ أَرَى وَلاَ اَسْمَعَ وَلاَ اَجِدَ وَلاَ اُحِسَّ اِلاَّ بِهَا . وَاجْعَلْ حِجَابَ اْلاَعْظَمَ حَيَاةَ رُوْحِىْ وَرُوْحَهُ سِرَّ حَقِيْقَتِىْ وَحَقِيْقَتَهُ جَامِعَ عَوَالِمِيْ بِتَحْقِيْقِ الْحَقِّ اْلاَوَّلِ . يَا اَوَّلُ يَاآخِرُ يَاظَاهِرُ يَا باَطِنُ . اِسْمَعْ نِدَائِى بِمَا سَمِعْتَ بِهِ نِدَاءَ عَبْدِكَ زَكَرِيَّا . وَانْصُرْنِيْ بِكَ لَكَ . وَاَيِّدْنِيِْ بِكَ لَكَ . وَاجْمَعْ بَيْنِىْ وَبَيْنَكَ وَحُلْ بَيْنِىْ وَبَيْنَ غَيْرِكَ . اَللهُ اللهُ اللهُ . إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآَنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ . رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَداً . إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا . صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ وَتَحِيَّاتُهُ وَرَحْمَاتُهُ وَبرَكَاتُهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ النَّبِىِّ الأُمِّىِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ . وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ الْمُبَارَكَاتِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ 

.Allahumma shalli ‘alaa man minhun syaqqatil asraar, Wan falaqatil anwaar, wa fiihir taqatil haqaaiq. Wa tanazallat ‘uluumu sayyidinaa aadama alaihis salaam fa a’jazal khalaaiq. Wa lahu tadhaa alatil fuhuumu falam yudrik-hu minnaa saabiquw wa laa laahiq. Fari yaa dhul malakuuti bizahri jamaalihi muuniqah wa hiyaadhul jabaruuti bifaydhi anwaarihi mutadaffiqah. Wa laa syay-a illa wa huwa bihi manuut. Idz lawla waa sithatu ladza haba kamaa qiilal mawsuuth Shalaatan taliiqu bika minka ilayhi kamaa huwa ahluh Allahumma inaahu sirrukal jaami’ud daallu ‘alayk Wa hijaabuka a’zhamu’l qaa-imulaka bayna yadayk Allahumma alhiqnii binasabih wa haqqiqnii bi hasabih Wa ‘arrifnii iyyahu ma’rifatan aslamu bihaa min mawaaridil jahl Wa akra’u bihaa min mawaaridil fadhl Wahmilnii ‘alaa sabiilihi ilaa hadhratik Hamlan mahfuufan binushratika waqdzif bii ‘alal baathili fa-admaghah wa zujjabii fii bihaari’ ahadiyyah wansyulnii min awhaalit-tawhiid wa aghriqnii fii ‘ayni bahril wahdah hatta laa araa wa laa asma’a wa laa ajida wa laa uhissa illaa bihaa waj’allahummal hijaaba a’zhama hayaata ruuhii wa ruuhahu sirra haqiiqatii wa haqiiqatahu jaami’a ‘awaalimi bitahqiiqil haqqi awwal yaa awwalu yaa aakhiru yaa zhaahiru yaa baathin isma’ nida-ii bimaa sami’ta bihi nidaa-a ‘abdika sayyidinaa Zakariyya ‘alayhis salaam wan shurnii bika laka, wa ayyidnii bika laka, wajma’ baynii wa baynaka wa hul bayni wabayna ghayrika, Allah Allah Allah. Innal-ladzii faradha ‘alaykal qur’aan laraadduka ilaa ma’aad. Rabbanaa aatinaa min ladunka rahmah Wa hayyi’lanaa min amrinaa rasyadaa (3 kali). Innallaaha wa malaaikatahu yushalluna ‘alan-nabiyy Yaa ayyuhal ladziina amanuu shallu ‘alayhi wa sallimuu tasliima. Solawatulloohi wa salaamuhuu wa tahiyyatuhuu wa rohmatuhuu wa baraakatuhuu ‘alaa sayyidina muhmammadin ‘abdika wa rosuulikan nabiyyil ummyyi wa ‘alaa aalihii wa shohbihii ‘adadasy syaf’i wal watri, wa ‘adada kalimaatillahit taammaatil mubaarokaati. Subhaana rabbika rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun wa salaamun ‘alal mursaliina wal hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin

-----------------------------------------------------------------
6. SHOLAWAT AL HABIB ABDULLAH AL AIDRUS 
----------------------------------------------------------------

Disebutkan oleh Al Allamah Al Habib Zein bin Ibrohim bin Sumaith Madinah Al Munawwarah dalam kitab An Nujumuz Zahiroh

ﺃﻓﺎﺩﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺍﻻﻣﺎﻡ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻴﺪﺭﻭﺱ ﺍﻟﻌﻴﺪﺭﻭﺱﻧﻔﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻪ ، ﺃﻥ ﺛﻼﺛﺔ ﻣﻦ ﺍﻻﺫﻛﺎﺭ ﺍﺫﺍ ﻗﺎﻟﻬﺎ ﺍﻻﻧﺴﺎﻥﻛﻞ ﻳﻮﻡ( 116 ﻣﺮﺓ ‏) ﻟﻢ ﻳﺘﻮﻝ ﻗﺒﺾ ﺭﻭﺣﻪ ﺍﻻﺍﻟﺤﺒﺒﺐ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻫﻲ ﻫﺬﻩ ; ﺍﻻﻭﻝ :ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪﻱ ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻞﺣﻴﻠﺘﻰ ﺃﺩﺭﻛﻨﻰ ‏( 166 ‏) ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ : ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻳﻬﺎﺍﻟﻨﺒﻲ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﺑﺮﻛﺎﺗﻪ ‏( 166 ‏) ﺍﻟﺜﺎﻟﺚ : ﺍﻧﺎ ﻓﻲﺟﺎﻩ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ‏( ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺍﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ 116 ) :

Berkata al Imam al Habib Abdullah bin Aidrus Al Aidarus, "Ada tiga jenis dzikir yang jika seorang mukmin membacanya setiap hari ( dengan istiqomah ) masing masing sebanyak 116x maka Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam akan hadir saat pencabutan nyawanya ( saat sakaratul maut )

☆ Pertama :
ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪﻱ ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻠﺖ ﺣﻴﻠﺘﻲ ﺍﺩﺭﻛﻨﻲ (116 x)
Assholatu was salamu 'alaika ya Sayyidi Ya Rosulalloh Qollat hiilaty adrikni

☆ Kedua :
ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎته
(116x)

Assalamu alaika ayyuhan Nabiyyu wa rohmatullohi wa barokatuh.

☆ Ketiga :
ﺍﻧﺎﻓﻲ ﺟﺎﻩ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺍﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ
(116x)
Ana fi jaahi Rosulillah sholallohu alaihi wa alihi wa sallam.

Semoga Allah selalu memberikan taufiq, maghfiroh, dan hidayahNya kepada kita semua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar