Rabu, 22 Juli 2020

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten



Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten.

Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup.

1. Abuya Syar'i Ciomas Banten
Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten.
Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau juga disebut sebut sebagai pemegang golok ciomas banten yang asli dan hanya ada satu satunya di dunia ini.

2. Abuya Muhtadi Cidahu Banten
Beliau merupaka salah satu ulama yg diakui sebagai pakunya tanah Banten. Seorang ulama yang terdaftar dalam jajaran mustasyar PBNU ini adalah seorang putra dari Abuya Dimyati Cidahu Pandeglang. Ayahnya merupakan seorang waliyullah yang sangat masyhur, tak hanya di nusantara namun juga dunia internasional. 
Banyak murid-muridnya yang menyaksikan secara langsung karomah Abuya Muhtadi. Salah satunya yang terkait soal banjir besar di Serang - Banten. Sebelum banjir menghantam kota Serang, malam harinya Beliau sudah memberikan aba - aba terkait bencana besar ini.

Sumber dan kisah karomah Abah Syar'i, Abah Muhtadi dan Abah Munfasir klik link ini 👇 https://youtu.be/4E8PbCfWqfI

3. Abuya Munfasir Padarincang
Abuya menerapkan beberapa syarat untuk dapat mondok dan menuntut ilmu ditempatnya, salah satunya dengan tidak diperbolehkannya membawa apapun. Hanya baju yang melekat dibadan saja yang diperbolehkan untuk di bawa ke pondok beliau. Selain itu, abuya juga memberikan syarat untuk siapa saja yang ingin menuntut ilmu dengan beliau, diharuskan untuk di test agar sanggup berpuasa selama 40 hari sambil berbuka dan sahur hanya dengan 3 teguk air (tidak lebih). Setelah melewati taraf pengetesan ini, abuya mengharuskan santri untuk berpuasa dengan umbi-umbian yang tidak dipebolehkan untuk di masak / terkena api, pada taraf ini santri harus mengiringi puasanya dengan membaca Al-quran 10 juz perharinya.
Ketika semua sudah dilewati, sampailah kita pada syarat yang bisa di bilang syarat tertinggi yang diberikan oleh Abuya, yaitu harus puasa mutih (berpuasa dengan hanya nasi putih dan garam). Dan berpuasa dari segala omongan (berdiam diri). Jadi jangan heran, ketika berkunjung ketempat beliau akan menemukan santri santri beliau yang tidak mengeluarkan sepatah kata sedikitpun.
Syarat syarat yang di berikan beliau memang terlihat sangat berat, tapi beliau punya manhaj sendiri untuk menjadikan santri santrinya memiliki hati yang bersih, salah satunya melalui jalan tasawwuf.
Wallahu 'alam (FM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar