يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَاَنْتُمْ حُرُمٌ ۗوَمَنْ قَتَلَهٗ مِنْكُمْ مُّتَعَمِّدًا فَجَزَۤاءٌ مِّثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهٖ ذَوَا عَدْلٍ مِّنْكُمْ هَدْيًاۢ بٰلِغَ الْكَعْبَةِ اَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسٰكِيْنَ اَوْ عَدْلُ ذٰلِكَ صِيَامًا لِّيَذُوْقَ وَبَالَ اَمْرِهٖ ۗعَفَا اللّٰهُ عَمَّا سَلَفَ ۗوَمَنْ عَادَ فَيَنْتَقِمُ اللّٰهُ مِنْهُ ۗوَاللّٰهُ عَزِيْزٌ ذُو انْتِقَامٍ ( الماۤئدة : ٩٥) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai had-yad yang dibawa sampai ke Ka'bah atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa y
Maulana Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya berkata :
Jangan pernah tinggal mutholaah, dan jangan bosan mengulang2nya walaupun kitabnya hanya satu. sebab jika rajin mutholaah dgn berkah mu'allif, insya Alloh di futuh oleh Alloh.
Imam2 kita itu karya2nya luar biasa,Imam Ibnu Hajar tiap malam baca sholawat sebanyak 20 ribu, Imam Nawawi 40 ribu, dan Syaikh Abi Zakariya al-Anshari tiap malam baca sholawat sebanyak 30 ribu, sampai ketika disebut nama Rosululloh hati mereka bergetar.
Yang kedua, jangan tinggal hidmah kepada guru walaupun hanya sedikit, itu yg menjadikan sebab terbukanya mafahim yg luar biasa.
Yang terakhir, jangan tinggal kirim hadiah fatihah kepada guru, saya paling tidak suka kalau ada santri sampai melupakan gurunya, sebab kunci futuh itu ada di tangan guru, walaupun si santri lebih alim dari gurunya.
Dulu selama di pondok, saya ikut mencangkul, Matun ( menyiangi padi), Derep ( memanen). semua itu saya kerjakan atas perintah guru.
Selama di pondok, Saya tidak pernah menempatkan diriku sebagai seorang Sayyid ( Habib) .saya selalu menempatkan diriku hanya sebagai seorang santri. Walaupun sebenarnya guruku ( Kiai Muhammad Kaukab bin Muslim bin Sholeh) tahu nasabku. Pendiri Pondok Pesantren benda kerep yakni Kiai Sholeh, itu murid buyutku (Habib Umar bin Thoha bin Yahya Indramayu), Beliau sholat berjamaah subuh dgn wudhu sholat isya sebagai ma'mum di belakang Habib Umar selama 25 tahun. Kalau mau mencari orang2 yg alimnya melebihi Kiai Sholeh, banyak kita temui, tapi kalau mau mencari orang yg pangkat kewalianya tinggi seperti beliau, jarang kita temui. (FM)
.
Komentar
Posting Komentar