Sabtu, 27 Juni 2020

Maqom Ma'rifat, Fana', dan Cinta


مَنْ عَرَفَ الحَقَّ شَهِدهُ فِىْ كُلِّ شَىءٍ

“Barang siapa yang benar-benar mengenal الله (berada dimaqom Ma’rifatulloh), pasti dapat melihatNya pada tiap segala sesuatu."

وَمَنْ فَنِيَ بِهِ غَابَ عَنْ كُلِّ شىءٍ

“ Barang siapa yang fana’ sebab melihat الله (berada dimaqom Fana’), pasti ia lupa (ghoib) dari segala sesuatu."

Jadi orang yang sudah berada di maqom fana’, mereka sudah tidak melihat apa yang ada di alam ini kecuali hanya الله, dan orang tersebut sudah lupa pada dirinya, tidak merasakan apa yang ada pada dirinya, mereka sudah tidak melihat sifat wujud dan nyata pada apa yang dilihat. Berbeda dengan orang yang berada dimaqom ma’rifat, mereka melihat makhluk dan juga melihat الله yang menciptakan makhluk, mereka dengan jelas melihat الله pada setiap perkara yang wujud(makhluk), jadi para arif itu masih merasa dirinya ada, dan masih melihat adanya makhluk.

وَمَنْ اَحَبَّهُ لَمْ يُوءْ ثِـرعَلَيهِ شَيـءـاً

“ Dan barang siapa yang cinta pada الله (berada di maqom Mahabbah), tidak akan mengutamakan sesuatu (dari kesenangan dirinya dan lainnya) mengalahkan الله."

Jadi siapa saja yang mengaku cinta pada الله, tetapi masih memilih selain الله, dan mementingkan kepentingannya dan kepentingan selain الله,dan mengalahkan kepentingan pada الله, maka pengakuan cintanya itu bohong.

Jadi keterangan lain dari tiga hikmah ini : Siapa yang siapa yang benar-benar mengenal الله (Makrifat kepada الله), pasti ia selalu ingat pada الله, pada tiap sesuatu apapun yang aia lihat, ia dengar, dan ia rasakan. Sebab tidak ada sesuatu melainkan menunjukkan keindahan, kekuasaan dan buatan الله.

Dan orang yang sudah fana’ kepada الله, mereka sungguh-sungguh yang diingat hanya الله,  sehingga segala sesuatu yang dilihat dan yang ada didepannya, seolah-olah kosong dan hanya bayangan belaka.

Dan orang-orang yang benar-benar cinta kepada الله, ia tidak akan mengutamakan sesuatu apapun selain الله yang dicintainya, bahkan ia sanggup mengurbankan segala kepentingannya dan hawa nafsunya, demi mendapatkan keridhoan dari الله. 

Sumber :  https://telegram.me/kitabhikam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar