Kamis, 28 Mei 2020

Rahasia Berdoa

Ilustrasi Berdoa


 مَتٰى اَطـْلَقَ لِساَنَكَ بِاالطَلَبِ فَاعلمْ اَنَّهُ يُرِيدُ ان يُعْطِيكَ 

" Apabila الله telah melepaskan lidahmu untuk meminta, maka ketahuilah bahwa الله akan memberi kepadamu."_

Yakni ketika الله melepaskan lidahmu dari diam (tidak meminta) yang timbul karena kamu merasa kaya dan tidak butuh dan tidak melihat kefakiranmu, sehingga kamu mau meminta/ berdo'a dengan lisanmu kepada الله, itu disebabkan kamu sadar dengan kefakiranmu, pasti الله akan memberi kepadamu. Karena الله telah berjanji akan mengijabah do'a orang-orang yang sangat berhajat.

Abdulloh bin Umar berkata: رَسُول اللهﷺ .bersabda : Siapa yang telah mendapatkan izin berdo'a, berarti telah dibukakan baginya pintu rahmat, dan tiada dimintai sesuatu yang lebih disukai oleh الله dari pada dimintai ampunan dan selamat dunia akhirat.

 Dalam Hadits lain: رَسُول اللهﷺ . bersabda: Siapa yang telah diberi kesempatan berdo'a, maka tidak akan diharamkan dari ijabah (diterimanya do'a)

 Anas bin Malik berkata: رَسُول اللهﷺ . Bersabda: Apabila الله kasih sayang kepada seorang hamba, maka diturunkan kepadanya bala', maka bila ia berdo'a, Malaikat berkata: suara yang sudah terkenal, Jibril berkata; Tuhanku, hambaMu fulan, sampaikan hajatnya. الله menjawab: Biarkan saja hambaku, Aku suka mendengar suaranya, maka apabila hamba berkata: Ya Robbi, الله menjawab: Labbaika hambaKu, tiada engkau berdo'a kecuali Aku sambut, dan tiada engkau meminta melainkan pasti Aku berikan,ada kalanya aku segerakan pemberianku untukmu, atau aku simpan untukmu yang lebih baik bagimu. Atau  Aku tolak dari padamu bala' yang lebih besar dari itu. 


 العاَرِفُ لاَ يَزوُلُ اِضْطرَارُهُ ولاَ يَكُوْنُ معَ غَيْرِالله قرَارةٌ 

" Seorang aarif tidak akan hilang rasa hajat kebutuhannya kepada الله, dan tidak pernah merasa tenang, atau bersandar kepada  sesuatu selain الله."

 Seorang Arif mempunyai hati yang sangat halus dan adab sopan santun yang sangat tinggi terhadap الله. Dia mengenali karunia dan kekuasaan الله, pada nikmat penciptaan (ijaad) dan nikmat kelanjutan kewujudan (imdaad) yang diciptakan الله. Dia meyakini bahwa tiada satu detik pun makhluk bisa terlepas dari ketergantungan kepada الله.

Seorang 'Aarif selalu merasa berhajat kepada الله, sebab memang tidak ada Sesutu yang bisa memuaskan kepadanya selain الله,. Juga karena sadar benar-benar terhadap kekuasaan الله di samping kelemahan dan kebutuhan diri sendiri kepada الله. 


File Gambar : mim.or.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar