Selasa, 28 April 2020

Permintaan Orang Arif Billah

Ilustrasi Berdoa


مَطْلَبُ العارفينَ مِنَ اللهِ تعالى الصِدق ُ في العُبُوديةِ والقِيامُ بحُقوُقِ الرُّبُوبيَّةِ 

"Permintaan orang yang sudah makrifat kepada الله, hanya semoga dapat bersungguh-sungguh dalam menghamba dan tetap dalam menunaikan hak-hak kewajiban terhadap Tuhan."

Yang dinamakan Sidqul 'Ubudiyyah yaitu: menetapi tatakramanya menghamba pada الله (ubudiyyah), seperti mencukupi hak-haknya الله dalam beribadah, mensyukuri pemberian الله , sabar menghadapi bala', menyerahkan semua urusannya pada الله, selalu Muroqobah (meniti taqdir الله, yang terjadi atas dirinya dan lainnya),memperlihatkan fakirnya kepada الله dan selalu mengharap rahmatnya الله dan lain-lain.
Hikmah 89 ini menjelaskan seorang arif itu tidak mempunyai permintaan kepada الله, kecuali dua perkara : 
1. SHIDQUL 'UBUDYYAH,  
2. AL-QIYAMU BIHUQUQIR-RUBUBYYAH. 
Tanpa melihat kepentingan dirinya dan nafsunya.
Berbeda dengan orang yang belum 'Arif billah, yang belum bisa meninggalkan kepentingan diri dan nafsunya.
  Syeikh  Abu Madyan berkata:
"Jauh berbeda antara orang yang semangat keinginannya hanya bidadari dan gedung [surga], dengan orang yang keinginannya selalu bertemu kepada Tuhan yang menciptakan bidadari dan yang mempunyai gedung [surga]. Sungguh-sungguh dalam sifat kehambaan, ialah: Berakhlak dan beradab sebagai seorang yang patuh dan taat kepada tuannya".


Tidak ada komentar:

Posting Komentar