Sabtu, 25 April 2020

Kisah Kambing Mbah Sholeh Darat memakan Macan




Forum - Muslim - suatu hari KH Sholeh Darat yang sudah kembali dari Mekah dan tinggal di nDarat Semarang kedatangan tamu seorang tokoh yang terkenal sakti asal Jawa Timur. Si tokoh sudah biasa dipanggil kiai. Tamu tersebut datang di malam hari.  Karena Kiai Sholeh sedang mengajar ngaji, seorang santri mempersilakan sang tamu menunggu di serambi langgar seraya disuguhi minuman. Langgar yang dibangun oleh mertua Mbah Sholeh, Kiai Murtadho, itu berbentuk panggung dan terbuat dari kayu jati.

Usai mengaji, Mbah Sholeh menemui tamunya tersebut.   "Jenengan tindhak mriki nithih napa (Anda datang ke sini naik apa?)," tanya tuan rumah kepada si tamu.   "Numpak macan (naik harimau)," jawab si tamu dengan nuansa pamer.  Maklum saat itu tunggangan yang biasa dipakai orang umum adalah kuda. 
"Lho, dicancang teng pundi macane (diikat di mana harimau itu?)" "Saya ikat di luar pagar sana itu. Khawatir menakuti santri-santri jenengan." Mbah Sholeh hanya tersenyum. 

Lantas menyuruh santrinya menuntun macan besar tunggangan tamunya itu. Santri nDarat ternyata sama sekali tidak takut pada macan. "Masukkan kandang, Kang. Biar tidak kedinginan atau kehujanan," perintah Mbah Sholeh kepada santrinya. 

Mengatahui bahwa yang dimaksud adalah kandang kambing, si tamu jadi khawatir. "Jangan dimasukkan kandang,  Mbah. Nanti kambing jenengan dimakan sama macan saya," ujarnya yang hanya ditimpali senyum sang tuan rumah. "Tak apa-apa. Kambing saya akan aman kok," jawab Mbah Sholeh seraya menggamit tangan si tamu untuk menenangkannya. Lalu dipersilakan menuju kamar untuk dipersilakan istirahat. Sebelum tidur malam itu, si tamu membayangkan macannya pasti telah menerkam kambing-kambing milik Mbah Sholeh dan esoknya akan ada banyak bangkai. Namun karena kelelahan, matanya segera terpejam. 

Pagi hari usai diajak berbincang dan dijamu makanan oleh tuan rumah, dia bergegas menengok ke kandang. Betapa terperanjatnya dia, bukan bangkai kambing yang ditemukan, malah macannya yang mati, tergeletak kaku di barisan kambing yang riuh mengembik " mbeekkk mbeekkk " suara kambing gaduh seakan meminta bangkai macan segera di singkirkan. 

Seekor kambing powel yang jenggotnya panjang, mulutnya tampak merah, di duga kuat si kambing itulah yang membunuh si macan ,akhirnya si tamu meminta maaf dan menyesali kesombongannya,dia menyadari betapa rendah ilmunya di banding sang kyai yang pernah menjadi qadhi di mekkah dan menjadi mahaguru dari gurunya para ulama' nusantara ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar