Jumat, 03 April 2020

Jangan Meninggalkan Dzikir




لاَتتـْرُكِ الذِكْرَ لِعَدَمِ حُضوُرِكَ مَعَ اللهِ فيهِ لاَنَّ غفلَتَكَ عن وُجُودِ ذِكرِهِ أَشَدُّ من غَفلَتِكَ فى وُجوُدِ ذِكرِهِ فعَساَهُ أَنْ يَرْفَعَكَ من ذِكرٍ مع وجودِغَفلَةٍ إلى ذِكرٍ معَ وُجودِ يَقظةٍ ، ومن ذكرٍ معَ وُجودِ يَقظةٍ إلى ذِكرٍ معَ وُجودِ حُضوُرٍ، ومن ذكرٍ معَ وُجودِ حُضوُرٍ إلى ذِكرٍ معَ وُجودِ غـَيْبَةٍ عمَّا سِوىَ المَذكـُورِ وَماَ ذٰلكَ على اللهِ بِعَزِيزِ .

"Jangan meninggalkan dzikir, karena engkau belum bisa selalu ingat kepada الله di waktu berdzikir, sebab kelalaianmu terhadap الله ketika tidak berdzikir itu lebih berbahaya dari pada kelalaianmu terhadap الله ketika kamu berdzikir." Semoga الله menaikkan derajatmu dari dzikir dengan kelalaian, kepada dzikir yang disertai ingat terhadap الله, kemudian naik pula dari dzikir dengan kesadaran ingat, kepada dzikir yang disertai rasa hadir, dan dari dzikir yang disertai rasa hadir kepada dzikir hingga lupa terhadap segala sesuatu selain الله. Dan yang demikian itu bagi الله tidak berat [tidak sulit]. “

`Empat keadaan yang berkaitan dengan dzikir:

1: Berdzikir dalam keadaan hati tidak ingat kepada الله.
2: Berdzikir dalam keadaan hati yang ingat kepada الله.
3: Berdzikir dengan disertai rasa kehadiran الله di dalam hati.
4: Berdzikir dalam keadaan fana' dari makhluk, lenyap segala sesuatu dari hati, hanya الله saja yang ada.

Seorang salik tidak boleh meninggalkan Dzikir, disebabkan karena hatinya belum bisa ingat/menghadap kepada الله. akan tetapi ia harus tetap selalu berdzikir walaupun hatinya masih belum bisa khudhur.
Karena orang yang meninggalkan dzikir itu jauh dengan الله hati dan lisannya. berbeda dengan orang yang mau berdzikir, meskipun hatinya masih jauh dengan الله karena belum bisa mengingat الله waktu berdzikir, tapi lisannya dekat dengan الله.
karena tidaklah sulit bagi الله untuk mengubah suasana hati hamba-Nya yang berdzikir dari suasana yang kurang baik kepada yang lebih baik hingga mencapai yang terbaik. Menaikkan satu tingkat [derajat] kelain tingkat [derajat], dzikir adalah satu-satunya jalan yang terdekat menuju kepada الله, bahkan sangat mudah dan ringan.

Abu Qasim al-Qusyairy berkata: "Dzikir itu simbol wilayah [kewalian], dan pelita penerangan untuk sampai, dan tanda sehatnya permulaannya, dan menunjukkan jernihnya akhir puncaknya, dan tiada suatu amal yang menyamai dzikir, sebab segala amal perbuatan itu ditujukan untuk berdzikir, maka dzikir itu bagaikan jiwa dari segala amal. Sedang kelebihan dzikir dan keutamaannya tidak dapat dibatasi"

Allah berfirman:

(فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ)

"Berdzikirlah [ingatlah] kamu kepada-ku, niscaya Aku berdzikir [ingat] kepadamu." [QS. Al-Baqorah 152].

 Dalam hadits Qudsi, رَسُول اللهﷺ   bersabda, الله ﷻ berfirman: "Aku selalu mengikuti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika ia berdzikir kepada-Ku. Jika ia berdzikir [mengingat] dalam dirinya. Aku pun berdzikir padanya dalam dzat-Ku dan jika ia berdzikir pada-Ku di keramaian, maka Aku pun berdzikir padanya dalam keramaian yang lebih baik dari pada kelompoknya, dan jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta, dan jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa, dan jika ia datang kepada-Ku berjalan, Aku akan datang kepadanya berjalan cepat."     

     Abdullah bin Abbas رضي الله عنه berkata: "Tidak ada suatu kewajiban yang diwajibkan oleh الله pada hamba-Nya melainkan ada batas-batasnya, kemudian bagi orang-orang yang berudzur dimaafkan jika ia tidak dapat melakukannya, kecuali dzikir, maka tidak ada batas dan tidak ada udzur yang dapat diterima untuk tidak berdzikir, kecuali jika berubah akal [gila].

 Allah berfirman:

(لِأُولِي الْأَلْبَابِ)(الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ)

 "... Bagi orang-orang yang mempunyai pikiran [sempurna akal]. Yang selalu berdzikir [mengingat] الله sambil berdiri, duduk dan berbaring." [QS. Ali-Imran 190-191].

 Firman الله:

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا)(وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا)
[Surat Al-Ahzab 41-42]

 "Wahai orang-orang yang beriman, Berdzikirlah [ingatlah] kamu kepada الله dengan dzikir sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang." 

   Yakni pagi, siang, sore, malam, di darat, di laut, di udara, dalam perjalanan [musafir] berdiam diri pada semua tempat dan waktu, bagi yang kaya, miskin, sehat, sakit, terang-terangan atau sembunyi dengan lisan atau hati dan pada tiap keadaan. `

Sumber : https://telegram.me/kitabhikam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar