Selasa, 28 April 2020

Al Basthu dan Al Qobdhu

Ilustrasi


 بسطكَ كى لا يُبْقِيك مع القبضِ وقبضكَ كى لا يترُككَ معَ البسطِ واخْرَجكَ عَنْهماكى لاتكون لشىءٍدونهُ 

Allah melapangkan bagimu, supaya kamu tidak selalu dalam kesempitan (qobdh). dan الله telah menjadikan kamu sempit supaya kamu tidak hanyut(terlena dalam kelapangan(basth). dan الله melepaskan kamu dari keduanya, supaya kamu tidak tergantung kepada sesuatu selain الله."

Arti Hikmah ini, الله selalu membuat macam-macam keadaan hatimu, supaya kamu selalu sadar dan fana', yakni,tidak melihat keadaanmu itu.

 Jadi Qobdhu (kesempitan itu untuk ahli Bidayah, seumpama tidak ada Qobdhu tentu tidak bisa melatih/mencegah dari kebiasaan dan kesenangan nafsu. Sedangkan maqom Basthu, bagi orang yang masuk permulaan futuh, supaya tidak kendor kekuatannya dan angauta badannya bisa digunakan untuk sesuatu yang disenangi yaitu pemberian  dari الله dan dan tanda-tanda ridho dari الله. 

Sedangkan maqom I'TIDAL, itu bagi orang yang berada pada ahir suluknya, supaya keadaannya bisa tetap (tidak berubah) dan bersih amalnya,dan selalu di sisi الله, tanpa ada 'illat.الله merubah-rubah keadaan dari sedih ke gembira, dari sakit ke sehat, dari miskin kekaya dari gelap keterang dan seterusnya, supaya mengerti bahwa kita tidak bisa lepas dari hukum dan ketentuan-Nya. dan supaya kita selalu berdiri diatas landasan LAA-HAULAA-WALAA-QUWWATA ILLAA-BILLAH.

firman الله:

لِكيْلا تأ ْسَوْاعلٰى ماَ فاَتَكُم ولا تَفرَحُوْا بِماَ اٰتَكمُ ْ

" Supaya kamu tidak sedih (menyesal) terhadap apa yang terlepas dari tanganmu, dan tidak gembira atas apa yang di berikan kepadamu". 

 العَارِفوُنَ اِذاَ بُسِطواُ اَخـْوَفَ مِنْهُمْ اِذاَ قبَضَُوا وَلاَ يَقِفُ على َحُدُودِ الاَدَبِ فى الْبَسْطِ الاَّ قلِيْلٌ 

"al-'Arifun (Orang yang ma'rifat billah) jika merasa lapang, itu lebih khawatir/ takut kepada الله, dari pada jika berada dalam kesempitan, dan tidak dapat berdiri tegak dibatas-batas adab dalam keadaan lapang (basthu) kecuali hanya sedikit sekali."

Dalam kitab 'Latho-iful minan' Syeih Ibnu Ato-illah berkata: " Keadaan basthu itu menggelincirkan kaki para lelakinya الله (orang sholih),. 

Jadi keadaan Basthu menjadikan sebab para 'Arifin menambah kehati-hatiannya, dan kembali pada الله. Sedangkan keadaan Qobdhu itu lebih dekat dengan keselamatan, karena itu sudah menjadi kedudukan hamba. Karena hamba selalu dalam genggaman dan kekuasaan الله".
Abu bakar Assidiq رضي الله عنه. berkata: "kami diuji dengan kesukaran, maka kami kuat bertahan dan sabar. tetapi ketika kami diuji dengan kesenangan (kelapangan), hampir tidak tahan/ sabar".

Syeikh Yusuf bin Husain ar-razy menulis surat kepada Al-Junaidy: "Semoga الله tidak memberimu rasa kelezatan hawa nafsumu,jika engkau merasakan kelezatan,maka tidak akan merasakan kebaikan untuk selamanya".


Tidak ada komentar:

Posting Komentar