Rabu, 28 Maret 2018

John Bolton Janji Tumbangkan Regim Iran Tahun Ini


John Bolton


Forum Muslim -- Pengangkatan John Bolton sebagai Penasihat Keamanan Nasional Amerika menimbulkan kekhawatiran kuat banyak kalangan, mengingat ia dikenal sebagai salah satu pejabat beraliran 'neocons' yang sangat membenci Iran. Bersama mantan Direktur CIA Mike Pompeo, yang diangkat sebagai Menlu, kekhawatiran itu semakin kuat saja.


Seperti dilaporkan The Intercept, 23 Maret, Rob Malley, penasihat politik Timur Tengah untuk Presiden Barack Obama, mengatakan bahwa penunjukan Bolton bersama Pompeo mengindikasikan kesepakatan nuklir Iran dengan Amerika dan negara-negara besar lainnya yang ditandatangani tahun 2015, akan bubar dalam hitungan bulan. Sementara Trita Parsi, pemimpin National-Iranian American Council menulis di akun Twitter

"Rakyat Amerika, mari kita fahami dengan sangat jelas: pengangkatan Bolton pada dasarnya adalah deklarasi perang terhadap Iran. Dengan Pompeo dan Bolton, Trump tengah membentuk 'kabinet perang'."

Kekhawatiran itu sangat beralasan. Bolton adalah pejabat yang secara keras dan terus-menerus menentang perjanjian nuklir Iran dan bahkan secara terang-terangan mengkampanyekan untuk membom Iran. 

"Menarik diri dari perjanjian nuklir Iran harus menjadi kebijakan utama pemerintahan DonaldTrump," tulis Bolton dalam akun Twitter-nya, 17 Juli 2017 lalu.

Pada bulan yang sama di Paris ia bertemu dengan kelompok pemberontak Iran di pengasingan, Mujahedeen Khalq (MK), dimana ia mengatakan bahwa pemerintah Amerika harus segera mewujudkan perubahan regim di Iran dan menggantinya dengan kelompok ini.

"Kelakuan dan tujuan-tujuan regim Iran tidak akan berubah dan karenanya satu-satunya cara adalah mengubah regim itu.... Dan karenanya, sebelum tahun 2019 kita akan merayakannya di Tehran!" katanya kepada delegasi MK.

Dan meski Donald Trump dalam kampanyenya selalu menentang intervensi Amerika di Libya, Irak, dan Suriah, John Bolton menentang pendapat bahwa intervensi itu membawa kegagalan Ameika dan kehancuran negara-negara yang diintervensi. Dalam wawancara dengan Fox News dua minggu lalu, ketika host acara Tucker Carlson menyebut intervensi tersebut sebagai 'bencana', Bolton menolaknya.

"Saya rasa analisis Anda terlalu sederhana, sejujurnya," katanya.


Eks. Menhan Israel Sebut Bolton Mendesaknya untuk Serang Iran

Sementara itu Russia Today melaporkan, 26 Maret, bahwa mantan Menhan Israel mengaku telah didesak oleh JOhn Bolton untuk menyerang Iran.

"Penasihat Keamanan Amerika yang baru ditunjuk, John Bolton, telah mencoba untuk mendesak Israel melakukan serangan 'pre-emptive' terhadap Iran sebelum negara itu memiliki senjata nuklir, mantan Menhan Israel mengakui," tulis Russia Today.
 –
"Saya kenal John Bolton saat ia menjabat Dubes Amerika di PBB. Ia telah mencoba meyakinkan saya untuk menyerang Iran," kata Jendral Shaul Mofaz, mantan Menhan Israel, seperti dikutip laporan itu.

Shaul Mofaz mengaku menolak saran itu karena percaya bahwa hal itu tidak membawa keuntungan bagi Israel maupun Amerika sendiri.

Bolton akan dilantik sebagai Penasihat Keamanan Nasional Amerika menggantikan Jendral HR McMaster pada 9 April, atau beberapa hari setelah Mike Pompeo menggantikan Rex Tillerson sebagai Menlu.

"Dengan susunan pejabat politik internasional ini, banyak politisi dan Capitol Hill mempercayai bahwa Donald Trump akan bersiap untuk berperang," tambah laporan itu.(Sumber : IFP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini