Sabtu, 17 Maret 2018

Ancaman Putin Cegah Serangan Amerika ke Suriah?



Forum Muslim
 -- Amerika disebut tengah dilanda kegalauan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan ancaman dengan senjata-senjata supernya. Karenanya, Amerika membatalkan rencananya untuk menyerang Suriah. Demikian analisis wartawan dan analisis politik senior Israel Shamir, di situs The Unz Review March, 11 Maret.


"Presiden Rusia berbicara tentang rudal-rudal baru Rusia yang tidak bisa ditangkal oleh pertahanan lawan, yang bisa membuat kapal-kapal induk Amerika, simbol utama kekuatan militer Amerika, menjadi seperti sasaran empuk. Rusia akan menenggelamkannya jika Rusia atau sekutu-sekutu Rusia, diserang, kata Putin," tulis Shamir tentang pidato Putin di depan Majelis Federal tanggal 1 Maret lalu.


Menurut Shamir, 'sekutu' dalam pernyataan Putin tersebut sangat tegas ditujukan bagi Suriah. Artinya, serangan terhadap Suriah akan dibalas Rusia dengan menenggelamkan kapal-kapal induk Amerika dan pangkalan-pangkalan militer Amerika di Timur Tengah.

"Sekutu Rusia yang tengah terancam adalah Suriah. Putin mengingatkan Amerika bahwa jika mereka menyerang Suriah akan dibalas dengan serangan terhadap kapal-kapal induk Amerika di area. Jika Anda menyerang Damascus, kami akan menenggelamkan kapal-kapal induk Anda di Laut Tengah dan Teluk Parsi. Kami juga bisa menghancurkan pangkalan-pangkalan militer Anda di area.

Ancaman tersebut diperkuat dengan pernyataan kepala staff gabungan (Panglima Angkatan Perang) Rusia Jendral Valery Gerasimov seperti dikutip media-media internasional termasuk Reuters danDaily Express, Selasa (13 Maret). Gerasimov mengatakan bahwa Rusia akan melakukan langkah militer balasan jika Amerika menyerang Suriah dengan menggunakan alasan serangan senjata kimia oleh Suriah di Ghouta Timur.

"Jika Anda menyerang Damaskus, kami akan menyerang Anda," demikian judul di Daily Express.

"Jika ada ancaman terhadap personil militer kita, angkatan bersenjata Rusia akan mengambil langkah balasan terhadap rudal-rudal dan kapal-kapal induk yang terlibat dalam serangan," kata Gerasimov.

Menurutnya, Rusia memiliki informasi kuat bahwa para pemberontak dan inteligen Barat tengah merencanakan serangan senjata kimia di Ghouta Timur yang akan dituduhkan kepada militer Suriah. Atas dasar itu, Amerika kemudian akan melakukan serangan terhadap Damaskus.

"Di beberapa distrik di Ghouta Timur, orang-orang termasuk wanita dan anak-anak, dikumpulkan dari berbagai tempat untuk mengklaim sebagai korban serangan senjata kimia," kata Gerasimov.

Putin sendiri telah mengeluarkan ancaman yang sangat jelas dan tegas, yang membawa konsekuensi sangat besar bagi dunia. Menurutnya, ia akan mengambil resiko paling buruk sekalipun, termasuk kehancuran dunia. Dalam pidato yang disampaikan tanggal 7 Maret, ia mengatakan:

"Tentu ini akan membawa kehancuran pada manusia, kehancuran bagi seluruh dunia. Namun, sebagai warga negara dan kepala negara Rusia saya harus bertanya kepada diri sendiri, mengapa kita harus mempertahankan dunia jika tanpa Rusia?

Kini, setengah bulan setelah ancaman Putin dan Ghouta Timur telah 70% dikuasai militer Suriah sementara pemberontak terpecah menjadi dua 'kantung pertahanan' dan terancam kollaps dalam beberapa hari ke depan, klaim serangan senjata kimia dan ancaman serangan Amerika ke Damaskus ini berlalu begitu saja. Ini mengindikasikan kuat bahwa Amerika dan sekutu-sekutunya telah membatalkan rencana tersebut karena takut dengan reaksi Rusia.(Sumber : IFP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini