Senin, 23 Oktober 2017

Berkawan Dalam Sepi


Muhammad Saroji - File Pribadi

Pekalongan, satu hari yang lalu,
ketika ku jabat erat tanganmu,
ku harap itu jabat tangan terakhir dariku,
tak ada kata-kata,
hanya senyuman yang terasa perih,
perih sekali.
Mataku dan matamu beradu pandang,
kemudian aku pun berpaling, meski kenangan indah itu masih membayangi.

Aku bukanlah siapa-siapa,
dan tak pernah berarti apa-apa dalam kehidupanmu yang suci dan mulia.

Pandanglah aku sebagai jiwa pendosa,
kuburlah aku dari ingatanmu, dalam - dalam.

Dulu kaulah kawanku dalam suka dan duka,
kini kaulah kawanku dalam sepi.

@All Rights Reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini