Langsung ke konten utama

Penguasa, Seberapa Penting Arti Habib Rizieq Bagimu ?

Habib Rizieq Shihab
Forum Muslim - PENGUASA, "Seberapa penting arti HRS bagimu?"
Ada pemberitaan yang menyebutkan bahwa GNPF MUI ingin berdamai pada penguasa. Kita bawa ketawa aja sambil berpikir dengan cermat. Apakah benar GNPF MUI yang selama ini berada dibelakang aksi umat ingin damai pada penguasa? Bagaimana kalau berita yang benar adalah :

 "PENGUASA INGIN BERDAMAI DENGAN UMAT ISLAM INDONESIA."

Pilpres sudah dekat, kalau ingin mengulang sukses pilpres kemarin penguasa harus sudah bersiap dari sekarang untuk menebar pesona dan menanamkan dukungan pada sosok presiden saat ini. Namun, ada kekhawatiran mereka saat dukungan mayoritas umat Islam saat ini sangat jauh dr Jokowi. Kasus HRS membawa dampak yang tidak mereka bayangkan. Alih-alih ingin membuat citra HRS terpuruk, apa daya dukungan pada beliau malah sebaliknya. Tidak ada HRS tidak membuat umat kendur berjuang atas ketidak Adilan hukum di negeri ini. Berbagai serangan opini pada aparat semakin gencar saat ini. Pemerintah panik dan cemas atas semakin kencangnya pemberitaan tersebut. Propaganda mereka mainkan bersama pendukung mereka hingga terciptalah kosakata #RADIKAL#HOAX dan #PROVOKASI yang ditujukan pada umat Islam yang keras pada pemerintah. Bahkan saking paniknya, keberadaan media sosial pun akan di tutup karena pihak owner tidak dapat meberlakukan aturan pada penggunanya.

Keputusan penguasa untuk menutup media sosial adalah keputusan PANIK. Tidak mampu lagi meladeni opini masyarakat membuat mereka mengambil jalan asal dan ngawur ingin menutup media sosial apabila admin media sosial Tidak membuat aturan untuk menekan pihak2 yang keras bicara pada pemerintah. Menutup media sosial, yang rugi bukanlah kita..namun merekalah yang rugi. Karena kemenangan Jokowi tahun 2014 silam adalah peran media sosial. Mustahil apabila mereka ingin menutup medsos.

Awalnya ada optimisme dari penguasa saat kasus chat mesum menjadi booming di jagat media. Mereka tersenyum bahwa kasus ini akan membuat kharisma HRS akan luntur. Ternyata mereka salah skenario, menjadikan chat mesum sebagai senjata pembungkaman HRS adalah KESALAHAN FATAL penguasa. Pihak2 yang selama ini diam dan tidak ingin terlibat mendengar kasus chat mesum terpanggil untuk bicara sesuai bidang ilmu yang mereka kuasai . Berbagai ahli IT dan ahli telekomunikasi memberikan testimoni bahwa kasus ini penuh rekayasa. Sehingga munculah tuduhan KRIMINALISASI ULAMA.

Ulama-ulama yang selama ini diam di pondok mereka ikut juga bersuara melalui perwakilan penguasa yang menemui mereka. Sudah banyak bukti bagaimana ulama berbicara keras pada kasus HRS dan mengecam penguasa karena melakukan pembiaran. Ditambah lagi kasus-kasus yang melibatkan umat Islam sangat cepat diproses sedangkan kasus pelaporan dr umat Islam sangat lamban di selidiki sehingga muncul stigma bahwa penguasa saat ini sangat anti pada umat Islam.

Hal-hal inilah yang membuat penguasa berpikir ulang untuk penjarakan HRS. Apalagi mendengar visa HRS yang telah diperpanjang oleh kedutaan Saudi mengundang pertanyaan pada penguasa "bagaimana mungkin visa bisa diperpanjang?sedangkan persyaratan perpanjangan visa haruslah yang bersangkutan". Padahal mereka sudah menyiapkan "penyambutan" pada kedatangan HRS melalui surat perintah yang beredar namun karena skenario gagal..mereka sebut surat tersebut adalah HOAX.

Sebelumnya mereka yakin tanggal 12 Juni HRS akan pulang karena visa beliau sudah habis waktunya. Ternyata berita diperpanjangnya visa HRS membuat kubu penguasa panik. Saling tuding mengapa bisa diperpanjang, sayangnya mereka lupa menuding pemerintah Saudi. Harusnya mereka menanyakan pada Saudi, mengapa bisa perpanjang visa HRS tanpa kehadiran HRS? coba berani gak tanya sama Saudi. Krik....krik....krik...
Skenario gagal membuat penguasa harus memikirkan langkah bijak mengingat pilpres semakin dekat. Dukungan umat Islam harus didapatkan Jokowi bila ingin kembali memimpin negeri ini. Memaksa kondisi saat ini malah akan menjadi bumerang pada penguasa dan juga pada pencalonannya esok. Konsultan politik memberikan opsi pada penguasa. Opsi Harus berdamai pada HRS dan pendukungnya agar STIGMA PENGUASA MEMBENCI UMAT ISLAM Tidak semakin berkembang.

Akan ada pertemuan nantinya antara HRS dan penguasa yang entah akan diwakili siapa. Dalam lain kesempatan, pengacara HRS bersedia mendatangkan HRS asal tidak ada penangkapan. Permintaan pengacara HRS ini pastinya akan kembali di keluarkan saat adanya ISLAH antara HRS dan aparat yang mewakili penguasa. Tentu saja akan ada lagi permintaan selanjutnya, misalnya saja aparat harus membebaskan para ulama yang saat ini sedang mereka bidik dan tersangkakan atas kasus2 yang aneh.

Ada keuntungan andai penguasa berdamai dengan HRS. Keuntungan ini menyangkut pencalonan Jokowi di pilpres 2019. Dengan opsi damai tersebut, Jokowi bisa tampil sebagai PAHLAWAN untuk redakan masalah ini. Toh..peran pahlawan bukan sekali ini aja Jokowi perankan. Saat perintah dari Jokowi keluar, maka akan ada penilaian bahwa Jokowi sangat bijak dan juga sangat peduli pada ulama. Disinilah nilai #PLUSNYA. Nanti jangan kaget andai ada pidato Jokowi atau surat edaran dr presiden bahwa kasus ulama harus selesai dengan kekeluargaan. Sudahi ketegangan mari membangun indonesia. Apapun isi redaksinya, intinya adalah redakan kasus yang membawa ulama didalamnya. Dan nama Jokowi akan harum karena mampu mengambil kebijakan untuk persatuan umat khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya. Selanjutnya..mari berhitung dukungan suara yang mereka peroleh saat pilpres esok.

Gimana, opsi damai yang bagus atau tidak..?
Nanti kita akan lihat, kalau HRS pulang dalam waktu dekat ini tandanya beliau sudah menerima opsi damai dari penguasa. Namun andai beliau tidak pulang dan masih di Saudi hingga habis visa-nya, maka opsi damai itu tidak mendapatkan persetujuan dalam hal syarat2 yang di minta oleh HRS.
Umat harus bersiap berjuang tanpa HRS kedepannya. Ada atau tiada HRS, perjuangan jangan kendur. Adhie Massardi menuliskan :

 "IMAM BONJOL & PANGERAN DIPONEGORO diburu Belanda, stlah tertangkap dan di bui hingga wafat, perlawanan thdp (ketidakadilan) Belanda toh tetap membara!"

Bukan kita yang lelah saat ini, namun merekalah yang lelah dan sudah kehabisan cara bagaimana membuat citra HRS rusak. Karena kita bukanlah pendukung bayaran, karena kita bukanlah pendukung yang hanya ikut-ikutan.

Kita mendukung karena kita paham bagaimana kasus ini dari awal. Kita dukung karena kita bisa jujur menilai mana yang benar dan mana yang DIBENARKAN oleh mereka. Umat bersatu saat di sakiti, dan umat bersatu tidak akan bisa dikalahkan . Kita harus yakin hal itu..!
Ruh 212 itu terlalu indah untuk dilupakan, bahkan tidak sabar untuk mengadakan reuni kembali. Kita tau siapakah ulama yang membangkitkan GHIRAH dalam diri umat saat ini. Kita tau siapakah ulama yang berjuang bersama dan membela Panji Allah dijalannya.
HABIB RIZIEG SHIHAB..kami bangga berjuang bersamamu. (Sumber : Setiawan Budi)

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug

MENGAJARKAN PAMER DAN VIRAL ?

Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq   Syaikh Hasan as Sadziliy rahimahullah, seorang ulama pendiri thariqah Asy Syadiliyah yang hidup di abad ketujuh Hijriyah berkata : أعلنوا بطاعتكم إظهاراً لعبوديتكم كما يتظاهر غيرُكم بالمعاصي، وعليكم بالإعلام للناس بما منحكم الله تعالى من العلوم والمعارف. "Umumkan ketaatanmu agar orang-orang tahu akan ibadahmu, sebagaimana orang lain pede mempertunjukkan kemaksiatannya.  Viralkan kepada banyak orang akan ilmu dan pengetahuan yang telah Allah ta'ala anugerahkan kepadamu." [1] Penjelasan : Nasehat beliau dan juga ulama manapun harus disikapi dengan dua cara : Pertama adalah dengan didudukkan sesuai konteksnya. Perkataan sebaik apapun bila tidak dipahami dengan baik akan menjadi rusak.  Jangan sampai ketika kita membahas bab memaafkan, yang dibawa dalil-dalil tentang hukum dan keadilan. Dan saat kita bicara hukum dan keadilan, kita seret ke dalil tentang bab memaafkan. Akhirnya rancu. Dan yang kedua, perkataan siapapun harus diselara

KH.MUNFASIR, Padarincang, Serang, Banten

Akhlaq seorang kyai yang takut memakai uang yang belum jelas  Kyai Laduni yang pantang meminta kepada makhluk Pesantren Beliau yang tanpa nama terletak di kaki bukit padarincang. Dulunya beliau seorang dosen IAIN di kota cirebon. Saat mendapatkan hidayah beliau hijrah kembali ke padarincang, beliau menjual seluruh harta bendanya untuk dibelikan sebidang sawah & membangun sepetak gubuk ijuk, dan sisa selebihnya beliau sumbangkan. Beliau pernah bercerita disaat krisis moneter, dimana keadaan sangatlah paceklik. Sampai sampai pada saat itu, -katanya- untuk makan satu biji telor saja harus dibagi 7. Pernah tiba tiba datanglah seseorang meminta doa padanya. Saat itu Beliau merasa tidak pantas mendoakan orang tersebut. Tapi orang tersebut tetap memaksa beliau yang pada akhirnya beliaupun mendoakan Alfatihah kepada orang tersebut. Saat berkehendak untuk pamit pulang, orang tersebut memberikan sebuah amplop yang berisi segepok uang. Sebulan kemudian orang tersebut kembali datang untuk memi

Kisah Siti Ummu Ayman RA Meminum Air Kencing Nabi Muhammad SAW

Di kitab Asy Syifa disebutkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW punya pembantu rumah tangga perempuan bernama Siti Ummu Ayman RA. Dia biasanya membantu pekerjaan istri Kanjeng Nabi dan nginap di rumah Kanjeng Nabi. Dia bercerita satu pengalaman uniknya saat jadi pembantu Kanjeng Nabi. Kanjeng Nabi Muhammad itu punya kendi yang berfungsi sebagai pispot yang ditaruh di bawah ranjang. Saat di malam hari yang dingin, lalu ingin buang air kecil, Kanjeng Nabi buang air kecil di situ. Satu saat, kendi pispot tersebut hilang entah ke mana. Maka Kanjeng Nabi menanyakan kemana hilangnya kendi pispot itu pada Ummu Ayman. Ummu Ayman pun bercerita, satu malam, Ummu Ayman tiba-tiba terbangun karena kehausan. Dia mencari wadah air ke sana kemari. Lalu dia nemu satu kendi air di bawah ranjang Kanjeng Nabi SAW yang berisi air. Entah air apa itu, diminumlah isi kendi itu. Pokoknya minum dulu. Ternyata yang diambil adalah kendi pispot Kanjeng Nabi. Dan yang diminum adalah air seni Kanjeng Nabi yang ada dal

Prahara Aleppo

French Foreign Minister Bernard Kouchner takes off a Jewish skull-cap, or Kippa, at the end of a visit to the Yad Vashem Holocaust Memorial in Jerusalem, Tuesday, Sept. 11, 2007. Kouchner is on an official visit to Israel and the Palestinian Territories. (AP Photo/Kevin Frayer) Eskalasi konflik di Aleppo beberapa hari terakhir diwarnai propaganda anti-rezim Suriah yang sangat masif, baik oleh media Barat, maupun oleh media-media “jihad” di Indonesia. Dan inilah mengapa kita (orang Indonesia) harus peduli: karena para propagandis Wahabi/takfiri seperti biasa, mengangkat isu “Syiah membantai Sunni” (lalu menyamakan saudara-saudara Syiah dengan PKI, karena itu harus dihancurkan, lalu diakhiri dengan “silahkan kirim sumbangan dana ke no rekening berikut ini”). Perilaku para propagandis perang itu sangat membahayakan kita (mereka berupaya mengimpor konflik Timteng ke Indonesia), dan untuk itulah penting bagi kita untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Suriah. Tulisan i

Doa Meminta Jodoh Versi Abu Nawas

Pada suatu hari seseorang datang kepada Abu Nawas, dia bercerita bahwa Dia sedang mencari jodoh, dan dia menyukai sosok wanita yang diidamkannya namun dia merasa malu mengungkapkan perasaanya kepada si wanita tersebut karena takut jawabannya malah penolakan. Untuk memantapkan hatinya maka si pemuda itupun meminta amalan kepada Abu Nawas yang merupakan gurunya. Abu Nawas manggut - manggut lalu mengambil secarik kertas, lalu dituliskanlah do'a mengharap jodoh untuk si pemuda itu. Abu Nawas berkata pada pemuda itu "baca ini dan amalkan setiap malam, bacalah berulang-ulang kali dengan kesungguhan hati maka jodohmu akan datang untuk bersedia menikahimu". Si pemuda merasa senang ia pun membaca secarik kertas yang berisikan do'a harap jodoh , namun dia mengernyitkan dahi kok do'anya serasa ada yang janggal ? isi do'anya begini : "Ya Allah, Tuhan pemilik jodoh, aku meminta padamu agar aku berjodoh dengannya, jika dia sudah berjodoh dengan orang lain pu

Wasiat Al-Habib Umar bin Hafidz

قال الحبيب عمر بن حفيظ : لا تحمل هم الدنيا فإنها لله ، ولاتحمل همَّ الرزق فإنه من الله ، ولاتحمل هم المستقبل فإنه بيد الله .. فقط احمل همًا واحدًا : كيف  ترضي الله Al-Habib Umar bin Hafidz Berkata : "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan rizki karena itu dari Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan Allah. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingungan, yaitu Bagaimana Allah SWT Ridho kepadamu. [FM]

Mengelola Blog Wordpress dan Blogspot Melalui Ponsel

Di jaman gatget yang serba canggih ini, sekarang dasboard wordpress.com dan blogspot.com semakin mudah dikelola melalui ponsel. Namun pada settingan tertentu memang harus dilakukan melalui komputer seperti untuk mengedit themes atau template. Dan bagi kita yang sudah terbiasa "mobile" atau berada di lapangan maka kita bisa menerbitkan artikel kita ke blog wordpress.com melalui email yang ada di ponsel kita, so kita nggak usah kawatir.

ALASAN ALI MENUNDA QISHASH PEMBUNUH UTSMAN

Oleh :  Ahmad Syahrin Thoriq   1. Sebenarnya sebagian besar shahabat yang terlibat konflik dengan Ali khususnya, Zubeir dan Thalhah telah meraih kesepakatan dengannya dan mengetahui bahwa Ali akan menegakkan hukum qishash atas para pemberontak yang telah membunuh Utsman.  Namun akhirnya para shahabat tersebut berselisih pada sikap yang harus diambil selanjutnya. Sebagian besar dari mereka menginginkan agar segera diambil tindakan secepatnya. Sedangkan Ali memilih menunda hingga waktu yang dianggap tepat dan sesuai prosedur. 2. Sebab Ali menunda keputusan untuk menegakkan Qishash adalah karena beberapa pertimbangan, diantaranya : Pertama, para pelaku pembunuh Ustman adalah sekelompok orang dalam jumlah yang besar. Mereka kemudian berlindung di suku masing-masing atau mencari pengaruh agar selamat dari hukuman. Memanggil mereka untuk diadili sangat tidak mungkin. Jalan satu-satunya adalah dengan kekuatan. Dan Ali menilai memerangi mereka dalam kondisi negara sedang tidak stabil sudah pas

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Yunus Ayat 52

ثُمَّ قِيْلَ لِلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ذُوْقُوْا عَذَابَ الْخُلْدِۚ هَلْ تُجْزَوْنَ اِلَّا بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُوْنَ ( يونس : ٥٢) Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim (musyrik) itu: "Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan". (QS. Yunus ayat 52) Sebagai akibat dari kesombongan dan kedurhakaan mereka, kemudian di akhirat dikatakan kepada orang-orang yang zalim itu, "Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal di neraka. Kamu tidak diberi balasan, melainkan sesuai dengan apa yang telah kamu lakukan selama kamu hidup di dunia." Allah menjelaskan bahwa apabila mereka tetap tidak mau percaya, hendaklah dikatakan kepada mereka bahwa mereka akan merasakan siksaan Allah yang pasti akan datang dan untuk selama-lamanya. Siksaan Allah yang akan ditimpakan kepada mereka itu adalah sebagai imbalan dari apa yang mereka lakukan di dunia ini. Mereka akan diberi balasan setimpal dengan perbuatan yang telah merek