Sabtu, 22 Oktober 2016

Catatan Kecil Sang Narapidana : Padamu Tuhan

Senja ini tidak ada mendung

angin berdebu keras menderu

daun-daun kering berserakan ke bumi

meninggalkan ranting-ranting layu dan mati.



Oh bumiku, jiwaku

segenap langkah kaki gersang dan perih

ku berlindung di bawah terik sinar matahari

malam hari dingin dan amat sunyi

mimpi mencekam menghantui hati

bumiku, jiwaku menangis perih

meratapi nasib bilakah haus terobati

bilakah lapar terpenuhi

bilakah kedamaian melingkupi

bilakah bahagia merengkuhi.



KepadaMu Tuhan

andai ku lihat Engkau

ku ciumTangan dan KakiMu

ku ikuti kemana Engkau pergi

ku turuti segala yang Engkau Kehendaki

tapi aku hilang diri

tak ingat betapa Engkau Maha Kasih

aku lupa diri

janji apa yang telah aku ingkari

burung-burung elang melanglang langit

membuatku meratap ngeri

apakah aku telah benar-benar mati.



Tuhanku

senja ini tidak ada mendung

tapi keresahan bergulung-gulung

bagaikan awan yang kelabu

aku teringat Kau Maha Kasih

terima kasih Tuhanku

dalam siksaMu

masih Kau beri aku kesempatan berserah diri.





- - -

Gunung Putri - Bogor, 7 Juli 1997

By Muhammad Saroji

- Majalah Sastra - Majalahsastra.com

© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini