Jumat, 02 September 2016

Negeriku

Negeriku,

Ada sesuatu yang hampir tertinggal

hampir tercampak tak berguna,

tulusnya senyum yang menyejukkan semua orang.





Aku bukan orang yang sempurna.

Aku menghayati seperti kalian

demokrasi bukan segala-galanya

kekuasaan juga akan sirna

hilang dalam sekejap mata.





Negeriku,

biarkan aku tersenyum untuk bangsaku

bangsa yang tak merasa hina dina

biarkan aku mengabdikan peluh

agar negeri nan jauh tak mengeluh : ini negeri untuk apa ? Ini

kedaulatan untuk siapa ?





Negeriku,

sekali merdeka tetap merdeka

di negeri nan jauh di sana

sekali merdeka juga tetap merdeka !

Bukankah hina dina keserakahan ?

Bukankah tak bermartabat kedurhakaan ?

Ini negeri adalah jiwa dan raga

seperti mereka punya jiwa dan raga,

betapa sucinya pengorbanan budak-budak tertindas

menjunjung tinggi negeri terjajah.





Nun jauh di sana,

negeri adalah jiwa dan raga

negeri adalah harta dan nyawa

sama, seperti yang selalu aku kumandangkan.



---

22 Agustus 2010 23:49

By Muhammad Saroji - Majalah Sastra

© Copyright - All Rights Reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini