Sabtu, 03 September 2016

Aku

Aku,

berdiri memandang,

menelusuri perjalanan ini,

hendak beranjak aku katakan : tidak

hendak berpaling aku katakan : tidak

hendak berhenti aku katakan : tidak.





Burung camar hinggap di dahan pinus,

meratapi bengawan yang telah lama kering,

aku berkata inikah kegersangan musim,

kembang sekuntum tak mekar lagi ?





Aku,

memandang dan berdiri,

pada puncak batu menunggu tepi malam ini,

pada tebing-tebing sunyi melantunkan spoi angin dingin,

aku berkhalwat

aku tak mengerti

aku bermunajat

aku menanti akhir perjalanan ini.





---

25 Juli 2010 00:43

By Muhammad Saroji

- Majalah Sastra - Majalahsastra.com

© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar