Selasa, 30 Agustus 2016

Wajah Kekasih

Senja saga di tepian bandara

ketika angin semilir membelai wajah kekasih dalam bayangan

duh, lautan rindu menyuarakan gelombang

menikam Mahapatih terbujur di hamparan gersang,

menjadi ketakutan,

menjadi kematian.





Suara gagak mengingatkan pengembaraan,

menyeberang negeri membelah lautan

mengibarkan panji, bahwa ini tidak pernah putus asa

pun tak pernah patah hati,

tapi gagak makin jauh

hilang di tepian langit merah saga

menjemput kekasihya

yang setia menunggu, di penantian yang panjang.





Senja saga di tepian bandara,

ketika angin dingin berhembus makin perlahan,

wajah kekasih biarlah tinggal samar bayangan,

mengiringi kelelahan di hamparan peraduan

di malam-malam yang panjang…



---

22 April 2011 05:14

By Muhammad Saroji

Majalah Sastra

© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini