Senin, 29 Agustus 2016

Munajat Cinta Abadi

Hari itu udara pengap,
panas bercampur gelisah,
karena aroma keringat tubuhku yang sakit,
yang tersiksa dan menderita.

Aku mencoba mengerti,
BUKAN!
Tapi aku harus menikmati,
karena sakit adalah bagian dari nikmat,
bagian dari penebus dosa,
mungkin aku kerap tergelincir,
atau sering menyakiti orang,
atau sering berdusta,
atau bahkan membenci Tuhan.

Aku lagi sakit,
tapi aku lebih membutuhkan untuk mendamaikan diri,
berdamai dengan waktu,
berdamai dengan kesulitan,
bahkan berdamai dengan rajukanmu sekalipun.

Aku bahkan akan terus menikmati,
setiap langkah yang melaju atau tersisih,
akulah kehidupan,
setiap saat bercengkrama dengan waktu menunggu kematian.

Menikmati setiap detik,
barangkali ada keberkahan yang mengalir,
aku kan selalu berdoa,
semoga ada cinta dan kasih sayang,
yang abadi.

---
By Muhammad Saroji
Wed, 16 Mar 2016 13:46:11 +0800
Majalah Sastra
© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini