Rabu, 31 Agustus 2016

Catatan Kecil Sang Narapidana : Hati Penyair Kepada Kekasihnya

Ku ingin terbang bagai burung

menjelajah senja menjemput setangkup rindu,

mawar sekuntum di jambangan tak kan layu,

harum mewangi

di-iringi nyanyian merdu, mengalun, merayu.





Tapi kepak sayap ini tersangkut duri,

lumpuh terpuruk di penjara ini.





Perkenankan permohonan ini mengalir,

mengepul asap dupa

menyapa relung mimpi,

Duh,

dimanakah kau kini ?

duh,

mengapakah jiwa ini

terjerembab di rimbunan perih ?

duh,

kapankah berakhir keterjajahan ini ?

duh,

ternyata kau tak mengerti

ada embun hangat mengalir di pipi ini…



---

1 April 2011 01:19

By Muhammad Saroji - Majalah Sastra

© Copyright - All Rights Reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar