Rabu, 16 Maret 2016

Kamuflase Aliran Wahabi Dari Masa ke Masa

Forummuslim.org - Awalnya mereka bangga dengan sebutan Wahhabi karena
merupakan salah satu dari Asma'ul Husna. Setelah terbongkar
kesesatannya, mereka merubah nama dan berklamufase menjadi Manhaj
Salaf. Setelah Manhaj Salaf diketahui bahwa nama tersebut berasal dari
nama sebelumnya yaitu Wahabi, mereka pun merubah namanya menjadi
Salafi. Setelah Salafi terbongkar juga, mereka merubahnya menjadi
namanya menjadi Ahlussunnah. Setelah Ahlussunnah tidakak laku juga di
pasaran, mereka merubah namanya yang sekarang ini dengan sebutan
Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja).

‪Keren kan‬....!!??

Dari sini kita harus tau dan paham apa itu sebenarnya Ahlussunnah
Waljamaah atau yang biasa kita sebut Aswaja...!?

Berikut keterangan dari ulama-ulama terdahulu kita:

1. Al-Imam al-Hafizh Muhammad Murtadla az-Zabidi (w 1205 H) dalam
pasal kedua pada Kitab Qawa-id al-'Ala-id dalam kitab Ithaf as-Sadah
al-Muttaqin Bi Syarh Ihya' 'Ulum ad-Din, menuliskan sbgai berikut:
"Jika disebut nama Ahlussunnah Wal Jama'Aah maka yang dimaksud adalah
kaum Asy 'Ariyyah dan kaum Maturidiyyah".

2. Asy-Syaikh Ibn Abidin al-Hanafi (w 1252 H) dalam kitab Hasyiyah
Radd al-Muhtar 'Ala ad-Durr al-Mukhtar, menuliskan: "Ahlussunnah wal
jama'ah adalah kaum Asy 'Ariyyah dan Maturidiyyah".
Dan yang tidak kalah pentingnya buat pengetahuan kita juga adalah terkait:
Aqidah Ahlussunnah wal jama'ah (Asy'ariyyah dan Maturidiyyah)
yaitu: Allah SWT ada tanpa tempat dan arah,
Perbedaan yang sangat amat jelas sekali pakai banget antara Aswaja
dengan Wahabi Salafi itu terkait Aqidah.

3. Sayyidina Ali ibn Abi Thalib berkata :
"Allah ada (pada azal) dan belum ada tempat dan Dia (Allah) sekarang
(setelah menciptakan tempat) tetap seperti semula, ada tanpa tempat"
(Dituturkan oleh al Imam Abu Manshur al Baghdadi dalam kitabnya al
Farq bayna al Firaq)
Al Imam Abu al Hasan al Asy'ari (W. 324 H) berkata: "Sesungguhnya
Allah ada tanpa tempat" (diriwayatkan oleh al Bayhaqi dalam al Asma wa
ash-Shifat). Beliau juga mengatakan: "Tidak boleh dikatakan bahwa
Allah ta'ala di satu tempat atau di semua tempat". Perkataan Al Imam
al Asy'ari ini dinukil oleh Al Imam Ibnu Furak (W. 406 H) dalam
karyanya Al Mujarrad.

4. Al Imam Abu Ja'far ath-Thahawi (227- 321 H) berkata: "Maha suci
Allah dari batas-batas (bentuk kecil maupun besar, jadi Allah tidak
mempunyai ukuran sama sekali), batas akhir, sisi-sisi, anggota badan
yang besar (seperti wajah, tangan dan lainnya) maupun anggota badan
yang kecil (seperti mulut, lidah, anak lidah, hidung, telinga dan
lainnya). Dia tidak diliputi oleh satu maupun enam arah penjuru (atas,
bawah, kanan, kiri, depan dan belakang) tidak seperti makhluk-Nya yang
diliputi enam arah penjuru tersebut".

5. Al Imam Abu Manshur Al Baghdadi (W. 429 H) dalam kitabnya al Farq
Bayna al Firaq berkata: "Sesungguhnya Ahlussunnah telah sepakat bahwa
Allah tidak diliputi tempat dan tidak dilalui oleh waktu".
Seribu kali Wahabi merubah, berkamuflase / mengganti nama dengan
sebutan apapun jika tetap berkeyakinan bhwa Alloh bertempat, mempunyai
arah dan menyerupai makhluq-Nya mereka adalah kaum Wahabi Mujassimah
Musyabbihah, bukan Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja). (Lulus Suprapto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini