Selasa, 15 Maret 2016

Berbagai Macam Aliran Dalam Syi'ah (2)

- Nushairiyah didirikan oleh Nushair Khasru Al-Alawi ( mengajarkan
atheisme dan kekufuran) dan ajaran ini sudah musnah 200 tahun yang
lalu dan paling banyak pengikutnya di Thabaristan
- Shabbahiyah didirikan oleh Hasan Al-Shabbah dan telah lama musnah
seiring dengan terbunuhnya Hasan Al-Shabbah tersebut.
Syiah Imamiyah menghukumi Al-Ghulat ini sebagai Kafir, Zindiq dan Najis!
-Kisaniyah
Aliran Kisaniyah ini adalah para pengikut Kisani, seorang budak Imam
Ali as yang sudah dimerdekakan.
Aliran ini menganggap Muhammad Al-Hanafiyah, adik Imam Hasan as dan
Imam Husain as lain ibu sebagai Imam setelah Imam Hasan as dan Imam
Husain as, padahal Muhammad sendiri tidak pernah mengaku sebagai Imam
dan meminta untuk diangkat sebagai Imam.
Muhammad Hanafiyah adalah seorang pemuka tabi'in yg dikenal dengan
kealiman, kezuhudan, kewaraan, dan beliau sendiri taat dan berwilayah
kepada keponakannya, Imam Ali Zainal Abidin as.
Aliran Kisaniyah ini terpecah dalam 4 kelompok yaitu Al-Mukhtariyah,
Al-Karbiyah, Al-Ishaqiyah dan Al-Harbiyah.
Aliran ini telah lama punah dan musnah.
===============================

-Zaidiyah
Mazhab Zaidiyah ini adalah mazhab yang mengangkat Zaid bin Ali Zainal
Abidin sebagai Imam setelah ayahnya, Imam Ali Zainal Abidin as.
Pengikut Zaidiyah ini terdapat di Yaman. Mereka bersikap alim, zuhud,
pemberani dan selalu membawa pedang. Mereka berpenampilan demikian
untuk meniru Zaid bin Ali senagai Imam yg harus diteladani.
Ketika Zaid bin Ali syahid dalam melawan dinasti zalim Umayyah Hisyam
bin Abdul Malik, mereka menobatkannya sebagai Imam, padahal Zaid
sendiri tidak menganggap dirinya sebagai Imam dan beliau tidak meminta
orang-orang agar mengangkatnya sebagai Imam.
Yang beliau lakukan hanyalah mengajak orang-orang untuk beramar ma'ruf
nahi munkar, mencegah kezaliman agar tidak menimpa dirinya dan kaum
mukminin.
Beliau adalah seorang yang mulia, alim, takwa, pemberani dan dermawan.

Zaid bin Ali tidak menyatakan dirinya sebagai Imam, akan tetapi beliau
taat dan berwilayah kepada saudara kandungnya Imam Muhammad Al-Baqir
as, dan setelah syahidnya Imam Muhammad Al-Baqir as, beliau taat dan
berwilayah kepada keponakannya Imam Ja'far Ash-Shadiq as.
Namun setelah Zaid bin Ali syahid, bermunculan orang-orang yang
mengangkatnya sebagai Imam dan mereka membuat aturan sendiri tentang
syarat-syarat seorang Imam, yaitu bahwa tidak termasuk Imam orang yang
kerjanya hanya duduk-duduk di rumah dan menutupkan tirainya.
Menurut mereka Imam adalah setiap keturunan Fatimah as yg alim,
cerdas, shaleh dan selalu membawa pedang.
Mazhab Zaidiyah ini terpecah menjadi 5 golongan : Al-Mughiriyah,
Al-Jarudiyah, Adz-Dzakariyah, Al-Khasyabiyah dan Al-Khalqiyah.

Dari penjabaran mazhab Zaidiyah di atas dapat diambil kesimpulan :
1. Zaid bin Ali Zainal Abidin sendiri mengikuti Syiah Imamiyah, dimana
beliau taat dan berwilayah kepada Imam Muhammad Al-Baqir as dan Imam
Ja'far Ash-Shadiq as
2. Pengikut Zaidiyah ini batil dalam hal Imamah, karena tidak sesuai
dengan nash dan dalil, dimana mengangkat Imam Zaid setelah Zaid
syahid, sedangkan Zaid sendiri pada saat hidupnya tidak menganggap
dirinya sebagai Imam dan tidak pernah meminta orang-orang untuk
mengangkat dirinya sebagai Imam.
Namun Zaidiyah ini masih dianggap sebagai bagian dari Islam, karena
mazhab Zaidiyah ini dalam hal ushulnya mengikuti Mu'tazilah dan dalam
hal furu'nya mengikuti Hanafi. Karena itulah sebagian golongan syiah
menganggap bahwa mazhab Zaidiyah justru adalah golongan Sunny. (sumber
: Ust. Abdullah Ade)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini