Langsung ke konten utama

Berbagai Macam Aliran Dalam Syi'ah (1)

Forummuslim.org - Selama ini mungkin banyak yg bertanya, sebenarnya
syiah itu ada berapa golongan dan di antara golongan-golongan syiah
tersebut mana yg benar?

Kami akan berusaha menjawab pertanyaan di atas ini, dan insya Allah
bisa memuaskan pihak penanya apapun kepentingan pihak penanya
tersebut.

Syiah Imamiyah adalah satu-satunyanya mazhab syiah yg sesuai dengan
nash baik dari ushulnya dan furu'nya, sedangkan aliran-aliran lain
yang menisbatkan terhadap syiah atau sebagai mazhab syiah tidak sah
dan batil, karena bertentangan dengan nash dan dalil baik bersumberkan
dr Al-Qur'an dan Al-Hadis.

Syiah Imamiyah disebut juga Syiah Ali, di mana ajarannya mengesakan
Allah SWT dan taat kepadaNya serta tidak menyekutukanNya dengan
sesuatu apapun.
Mereka bersaksi bahwa Muhammad bin Abdullah adalah hamba dan RasulNya,
penutup para Nabi, dan tidak ada Nabi sesudahnya hingga hari kiamat.

Syiah Ali meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib as adalah Wali Allah dan
hambaNya yang shaleh. Nabi saww telah mengangkatnya sebagai saudara,
sebagai Washinya dan menjadikannya sebagai penggantinya (Khalifah)
sepeninggalnya. Semua itu dengan perintah Allah SWT.

Syiah Ali juga meyakini keimaman Al-Hasan Al-Mujtaba as sepeninggal
ayahnya Ali Al-Murtadha as, dan sepeninggal Imam Hasan as digantikan
oleh Al-Husain Asy-Syahid as, kemudian dilanjutkan keimaman 9 Imam
keturunan Imam Husain as.

Rasulullah saww menetapkan mereka dan menjelaskan sifat-sifat mereka.
Allah SWT memelihara mereka dari dosa, menghilangkan kotoran dari
mereka dan menyucikan mereka sesuci-sucinya.
Mereka adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan. Mereka tidak
didahului perkataan dan mereka mengetahui perintahNya.
Barangsiapa yang mengatakan dan meyakini selain ini tentang Imam Ali
as dan 11 Imam as keturunannya, janganlah mereka dinisbatkan kepada
Syiah.

Di bawah ini adalah aliran-aliran ekstrim menyimpang yang dinisbatkan
oleh Takfiri sebagai bagian dari mazhab Syiah.

1. Al-Ghulat

Al-Ghulat ini adalah aliran yg paling hina yang dinisbatkan kepada
Syiah dan terdiri dari banyak aliran yang semuanya atheis, diantaranya
adalah Saba'iyah, Manshuriyah, Ghurabiyah, Bazighiyah, Ya'qubiyah,
Isma'iliyah, Duruziyah dan lain-lain.

Syiah Imamiyah berlepas diri dari aliran-aliran sesat, ghuluw, ekstrim
dan batil tersebut dan Syiah Imamiyah menghukumi mereka sebagai Kafir,
Zindiq dan Najis, dan wajib menjauhi mereka.

Aliran-aliran ekstrim sesat ini hanya segilintir yang masih tersisa
dan sebagian telah musnah tidak ada bekasnya sama sekali.
Untuk itu mazhab Syiah Imamiyah berlepas diri dari aqidah-aqidah sesat
dan batil ini yang dinisbatkan kepada Syiah oleh Takfiri.

Berikut riwayat-riwayat dari para Imam Ahlulbait as yang tertulis
dalam salah satu kitab Syiah yang paling lengkap Biharul Anwar karya
Syaikh Maula Muhammad Baqir Al-Majlisi :

1. Diriwayatkan dalam juz 25 halaman 273 hadis nomer 19 dr Abu Hasyim
Al-Ja fari : Aku bertanya kepada Abul Hasan (Imam Ali Ar-Ridha) as
tentang kaum Ghulat dan Al-Mufawwidhah, maka beliau as menjawab, "Kaum
Ghulat adalah orang-orang kafir dan kaum Mufawwidhah adalah
orang-orang Musyrik. Barangsiapa yang duduk, bergaul, makan, minum,
berhubungan, menikah, memberikan amanat, mempercayai, membenarkan
ucapan, atau menolong mereka walau dengan satu kata, ia telah keluar
dari Kewalian Allah SWT, Kewalian Rasulullah saww dan Kewalian
Ahlulbait as."

2. Diriwayatkan dalam juz 25 halaman 283 hadis nomer 33 dr Imam Ja'far
Ash-Shadiq as, "Kaum Ghulat adalah mahluk Allah yang paling jahat.
Mereka meremehkan keagungan Allah dan mendakwakan Ketuhanan kepada
hamba-hamba Allah. Demi Allah! Kaum Ghulat itu lebih jahat dari kaum
Yahudi, Nasrani, Majusi dan orang-orang Musyrik."

3. Diriwayatkan dalam juz 25 halaman 296 hadis nomer 55 dr Al-Mufadhal
bin Yazid : Ketika disebutkan para pengikut Abu Al-Khathab dan kaum
Ghulat, Abu Abdillah (Imam Ja'far Ash-Shadiq) as berkata kepadaku,
"Wahai Al-Mufadhal, janganlah engkau duduk, saling mewakilkan, minum,
berjabat tangan dan saling mewarisi dengan mereka."
Dan masih banyak lagi riwayat dalam kitab-kitab Syiah yang
diriwayatkan oleh para Imam Ahlulbait as tentang Kekafiran Al-Ghulat
ini, dan 3 contoh riwayat di atas sudah cukup membuktikan kebatilan
aliran Al-Ghulat ini yang selalu dinisbatkan sebagai ajaran Syiah oleh
Takfiri dalam serangan mereka terhadap Syiah.

Al-Ghulat terpecah banyak kelompok dan diantaranya adalah :
1. Saba'iyah : menuhankan Imam Ali as
2. Baziqiyah : menuhankan para Imam Ahlulbait as khususnya Imam Ja'far
Ash-Shadiq as
3. Mansyuriyah : menganggap Imam Ali as sebagai Nabi
4. Ghurobiyah : menganggap Jibril as salah menyampaikan wahyu yang
seharusnya kepada Imam Ali as bukan Nabi Muhammad saww
5. Al-Ismailiyah : mengikuti aliran kebatinan dan meniadakan ibadah
lahiriyah seperti sholat, puasa, zakat dan haji.
Al-Ismailiyah ini masih terpecah-pecah lagi diantaranya adalah :
- Qaramitah (merampok Hajar Aswad dan menyimpannya selama 22 tahun di
Yaman) dan sudah musnah ajarannya.

Artikel Terkait

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KH.MUNFASIR, Padarincang, Serang, Banten

Akhlaq seorang kyai yang takut memakai uang yang belum jelas Kyai Laduni yang pantang meminta kepada makhluk Pesantren Beliau yang tanpa nama terletak di kaki bukit padarincang. Dulunya beliau seorang dosen IAIN di kota cirebon. Saat mendapatkan hidayah beliau hijrah kembali ke padarincang, beliau menjual seluruh harta bendanya untuk dibelikan sebidang sawah & membangun sepetak gubuk ijuk, dan sisa selebihnya beliau sumbangkan. Beliau pernah bercerita disaat krisis moneter, dimana keadaan sangatlah paceklik. Sampai sampai pada saat itu, -katanya- untuk makan satu biji telor saja harus dibagi 7. Pernah tiba tiba datanglah seseorang meminta doa padanya. Saat itu Beliau merasa tidak pantas mendoakan orang tersebut. Tapi orang tersebut tetap memaksa beliau yang pada akhirnya beliaupun mendoakan Alfatihah kepada orang tersebut. Saat berkehendak untuk pamit pulang, orang tersebut memberikan sebuah amplop yang berisi segepok uang. Sebulan kemudian orang tersebut kembali datang untuk memin

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug

Sholawat-Sholawat Pembuka Hijab

Kaligrafi Muhammad SAW - File Youtube Dalam Islam sangat banyak para ulama-ulama sholihin yang bermimpi Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam dan mendapatkan petunjuk atau isyarat untuk melakukan atau mengucapkan kalimat-kalimat tertentu (seperti dzikir, sholawat, doa dll ). Bahkan sebagian di antara mereka menerima redaksi sholawat langsung dari Rasulullah dengan ditalqin kata demi kata oleh Beliau saw. Maka jadilah sebuah susunan dzikir atau sholawat yg memiliki fadhilah/asror yg tak terhingga.  Dalam berbagai riwayat hadits dikatakan bahwa siapa pun yang bermimpi Nabi saw maka mimpi itu adalah sebuah kebenaran/kenyataan, dan sosok dalam mimpinya tersebut adalah benar-benar Nabi Muhammad saw. Karena setan tidak diizinkan oleh Alloh untuk menyerupai Nabi Muhammad saw. Beliau juga bersabda, "Barangsiapa yg melihatku dalam mimpi maka ia pasti melihatku dalam keadaan terjaga" ----------------------------- 1. SHOLAWAT JIBRIL ------------------------------ صَلَّى اللّٰهُ عَلٰى م

Benarkah Nabi Muhammad SAW Wafat Tanggal 12 Rabi'ul Awal?

Setiap momen Maulid Nabi ﷺ, saudara-saudara kita dari kalangan Wahabi selalu nyinyir, dan mereka dengan sok berdalil dan sok ilmiah bertanya, “Kenapa kalian merayakan Maulid Nabi pada tanggal 12 Rabiul Awal, sedangkan beliau wafat pada tanggal yang sama? Apakah kalian bergembira dan merayakan wafatnya Rasulullah? Mereka juga mengatakan, bahwa telah ditetapkan secara ittifaq bahwa Rasulullah wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal, adapun hari kelahiran Nabi masih diperselisihkan; jadi kalian sebenarnya sedang merayakan wafatnya Nabi alih-alih merayakan kelahiran beliau. *** Namun sayang sekali nyinyiran yang sok berdalil tersebut sama sekali tidak ilmiah. Alasannya, karena jika kita perkirakan (anggap saja) klaim tadi benar; bahwa Nabi tidak lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal dan dipastikan beliau wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal, maka sebenarnya tidak masalah, karena kita diperintahkan untuk bergembira atas turunnya suatu rahmat dan anugerah, dan diperintahkan bersabar atas suatu musibah; k

Abuya Syar'i Ciomas Banten

''Abuya Syar'i Ciomas(banten)" Abuya Syar'i Adalah Seorang Ulama Yg Sangat Sepuh. Menurut beliau sekarang beliau telah berrusia lebih dari 140 tahun. Sungguh sangat sepuh untuk ukuran manusia pada umumnya. Abuya Sar'i adalah salah satu murid dari syekh. Nawawi al bantani yg masih hidup. Beliau satu angkatan dengan kyai Hasyim asy'ary pendiri Nahdatul ulama. Dan juga beliau adalah pemilik asli dari golok ciomas yg terkenal itu. Beliau adalah ulama yg sangat sederhana dan bersahaja. Tapi walaupun begitu tapi ada saja tamu yg berkunjung ke kediamannya di ciomas banten. Beliau juga di yakini salah satu paku banten zaman sekarang. Beliau adalah kyai yg mempunyai banyak karomah. Salah satunya adalah menginjak usia 140 tahun tapi beliau masih sehat dan kuat fisiknya. Itulah sepenggal kisah dari salah satu ulama banten yg sangat berpengaruh dan juga kharismatik. Semoga beliau senantiasa diberi umur panjang dan sehat selalu Aaamiiin... (FM/ FB )

Tafsir Al Qur'an Surat Al Fath Ayat 11-14

Tafsir Al Qur'an Surat Al Fath Ayat 11-14 Al-Fath, ayat 11-14 {سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الأعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا (11) بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ وَكُنْتُمْ قَوْمًا بُورًا (12) وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا (13) وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (14) } Orang-orang Badui yang tertinggal  (tidak turut ke Hudaibiyah)  akan mengatakan, "Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami, " mereka mengucapkan dengan lidahny

Tafsir Al Qur'an Surat Al Fil Ayat 1-5

Tafsir Al Qur'an Surat Al Fil Ayat 1-5 Al-Fil, ayat 1-5 أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ (1) أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ (2) وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ (3) تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ (4) فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ (5) Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). Ini mempakan nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada kaum Quraisy, karena Allah telah menyelamatkan mereka dari serangan tentara bergajah, yang sejak semula telah bertekad akan merobohkan Ka'bah dan meratakannya dengan tanah hingga tiada bekas-bekasnya lagi. Maka Allah memusnahkan mereka dan menjadikan mereka

Tafsir Al Qur'an Surat Al Kautsar Ayat 1-3

Tafsir Al Qur'an Surat Al Kautsar Ayat 1-3 Al-Kautsar, ayat 1-3 إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3) Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus.' Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Fudail, dari Al-Mukhtar ibnu Fulful, dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam menundukkan kepalanya sejenak, lalu beliau mengangkat kepalanya seraya tersenyum. Beliau bersabda kepada mereka, atau mereka bertanya kepada beliau Shalallahu'alaihi Wasallam, "Mengapa engkau tersenyum?" Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam menjawab,  "Sesungguhnya barusan telah diturunkan kepadaku suatu surat."  Lalu beliau membaca firman-Nya:  Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sesu

Tafsir Al Qur'an Surat Al Fath Ayat 1-3

Tafsir Al Qur'an Surat Al Fath Ayat 1-3 Al-Fath, ayat 1-3 {إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا (1) لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (2) وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا (3) } Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat  (banyak). Surat yang mulia ini diturunkan ketika Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam kembali dari Hudaibiyah dalam bulan Zul Qa'dah tahun enam Hijriah. Saat itu Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam di halang-halangi oleh kaum musyrik untuk dapat sampai ke Masjidil Haram guna menunaikan Umrahnya; mereka menghalang-halangi beliau dari tujuannya. Kemudian mereka berubah sikap dan cenderung mengadak

'Illat Safar : Antara Masyaqqah dan Masafah

Ilustrasi Perjalanan - File popbela.com Oleh :   Ahmad Sarwat A. Musafir Mendapatkan Keringanan Orang yang musafir itu memang mendapatkan beberapa keringanan dalam Al-Quran dan Hadits. Shalatnya boleh dijamak dan diqashar, puasanya boleh diqadha' di hari lain. Dan seterusnya. Kalau ditanya, apa alasan atau 'illat keringanan itu diberikan? Jawabannya adalah karena dalam safar itu ada masyaqaah atau sesuatu yang memberatkan. Bahkan dalam sabdanya sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim, Nabi SAW sempat menyebut bahwa safar itu bagian dari adzab (السفر قطعة من العذاب). Namun kalau kita bicara tarikh tasyri' atau sejarah perjalanan pensyariatan, masyaqqah yang awalnya masih menjadi 'illat keringanan itu kemudian di masa berikutnya berubah. Catatan penting bahwa perubahan 'illat ini bukan terjadi di masa sekarang, tapi justru terjadinya masih di masa pensyariatan itu sendiri, yaitu di masa wahyu masih turun dari langit dan Nabi SAW masih membersamai para shahabat. o