Sabtu, 12 Desember 2015

Tony Abbott Juga Provokasi Umat Islam


 Mantan perdana menteri Australia

Tony Abbott menyatakan bahwa "kebudayaan itu tidak semua setara" dan

mendesak Barat untuk memproklamasikan superioritasnya atas Islam.

Komentar ini mengundang kritik luas dan dianggap meniru pernyataan

bakal calon

presiden Amerika Serikat Donald Trump.



Abbott, yang didepak Malcolm Turnbull lewat kudeta politik Partai

Liberal Party September lalu, mendesak Barat untuk "siap

memproklamasikan

superioritas sejati budaya kita terhadap budaya yang menghalalkan

pembunuhan manusia atas nama Tuhan".



"Kita tidak bisa terus membantah masalah massif di dalam Islam,"

tulisnya dalam kolom opini di Sydney Daily Telegraph seperti dilansir

Antara, Rabu petang (9/12).



Abbott, yang pernah dididik sebagai pendeta sebelum masuk politik

bahkan pernah dijuluki "pendeta gila", menambahkan bahwa warga

Australia mesti

berhenti merasa bersalah atas nilai-nilai "yang membuat negeri kita

bebas, jujur dan makmur".



Namun pemimpin oposisi Partai Buruh Ed Husic mengecam Abbott karena

berusaha "men-Trump-isasi" politik Australia. Donald Trump belum lama

ini mengusulkan orang muslim dilarang masuk ke AS.



Sementara itu Ketua Komisi HAM Australia Gillian Triggs, seperti

dikutip AFP, berkata, "Kita harus benar-benar hati-hati sebelum kita

membungkus pernyataan mengenai Islam sebagai agama, atau warga muslim

di Australia."



Dia melanjutkan, "Kebanyakan warga muslim yang saya temui dalam tugas

saya, saya mengenal mereka sungguh cinta damai dan orang dari keluarga

baik-baik. Oleh karena itu saya kira kita perlu berusaha keras

memahami mengapa sekelompok kecil ini menjadi begitu

teradikalisasi."(liputanislam.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini