Senin, 14 Desember 2015

Sikap Almarhum Syaikh Ramadhan Al Buthi terhadap krisis Suriah



Forummuslim.org - Terkait konflik Suriah, almarhum Syaikh Ramadhan Al

Buthi, memiliki sikap yang dilandasi dengan kaidah syariat. Sikap

tersebut tidak condong ke satu pihak, atau mendukung pihak lainnya,

akan tetapi berpegangan pada dua hal, hukum syariat menentang ulil

amri (pemerintah) merujuk hadis dan pendapat ulama terkait masalah

ini. Dan kedua, fitnah ini adalah siasat pihak luar terutama Zionis

yang menginginkan pertumpahan darah di Suriah juga kehancuran dan

perpecahan negara ini.





Dr Taufik Ramadhan Al Buthi mengungkapkan, "Telah terjadi agenda besar

untuk memecah belah Suriah secara sekterian dan sukuisme, hingga

menjadi negara-negara kecil yang saling bersiteru. Kami punya

buktinya. Posisi ini menempatkan alm ayah saya sangat netral, tidak

memuji pemerintah tak pula mencelanya, justru menjelaskan hukum

syari'inya dan memperingatkan dampak dari fitnah ini. Anda bisa simak

sikap beliau dalam film dokumentasi pendek di youtube dari awal krisis

meletus hingga jelang hari syahidnya dengan judul "watsaiqi haula

mauqi al-'Allamah al-Buthi min al-Azmat as-Suriyah". Faktanya,

'serangan' bertubi-tubi ditujukan kepada beliau dari stasiun tv yang

berpihak mengobarkan fitnah dan menjulukinya dengan beragam gelar,

seperti ulama pemerintah. Padahal begitu jelas, ayah saya tak pernah

seharipun memuji Basyar al-Asad. Tiap bertemu Asad, Al-Buthi justru

menasehati langsung, tidak menyanjung. Berbeda dengan ulama lainnya

yang bermanis-manis ria di depan Assad, lalu mereka mengobarkan fitnah

tatkala berada di belakang Sang Presiden itu. Intimadasi dan ancaman

yang dialamatkan ke ayah saya pun bermunculan".





Dr Taufik Ramadhan Al Buthi juga menjelaskan, "Konflik di negara kami

bukan konflik sekterian dan agama, yang membenturkan antara Sunni dan

Syiah, atau Muslim dan non-Muslim. Ada tiga target utama dari konflik

yang melanda Suriah sekarang. Pertama menghancurkan Suriah, kedua,

mendistorsi dan mencoreng wajah Islam di mata dunia, sebagai agama

yang menyeramkan sekaligus menakutkan agar mereka menjauh dari risalah

ini. Kita punya contoh bukti. Misalnya, perang Suriah sekarang

faktanya tidak melibatkan sesama warga Suriah asli, sama sekali.

Tetapi, konflik ini di-setting agar melibatkan warga sesama Suriah.

Kita lihat sekarang ISIS, tak semuanya orang Suriah, begitu juga Jubha

el-Nusra, mereka gabungan dari jihadis dari berbagai negara. Apakah

mereka datang hanya untuk Assad? Tidak. Sederhana saja, jika

masalahnya adalah Assad, maka lihatlah yang terjadi di Libya, apakah

saat Qaddafi berhasil dilengserkan dan dibunuh, masalah selesai?

Tidak! Justru di sanalah permulaannya. Demikian juga, ketika Shadam

Husein mati di tiang gantugan, Irak bebas masalah? Tidak. Mereka ingin

Suriah porak poranda karena negara ini dianggap sulit ditaklukkan.

Suriah hingga sekarang tak mau menyerahkan kehormatannya untuk

mereka".





Dr Taufik Ramadhan Al Buthi membeberkan beberapa bukti bahwa banyak

sekali para jihadis yang berasal dari Prancis, Inggris, ratusan hingga

ribuan berdatangan ke Suriah bersama dengan istri mereka bahkan

melibatkan media dan beranggapan, bahwa pintu surga terbuka melalui

Suriah. Mereka datang bukan tanpa sepengetahuan negara-negara Barat,

jelas Barat tahu. Mustahil intelijen mereka tak mampu mendeteksi

gerak-gerak para jihadis itu. Kita punya rekaman bagaimana aktivitas

jihadis itu. Lihat saja, bagaimana seorang jihadis membunuh tentara

Suriah, mengeluarkan jantung lalu memakannya. Apa maksudnya? Tak lain

menunjukkan ke Barat, ini lho potret seram Islam jika kalian memeluk

agama ini, ujung-ujungnya akan seperti ini. Jadi, apa yang terjadi di

Suriah sekarang, ialah mengatasnamakan Islam tetapi justru untuk

'menyembelih' agama ini.

Tetapi mereka melandasi doktrin mereka dengan agama? Di titik ini,

saya menyangsikan, keislaman mereka. Kalaupun Islam, mereka adalah

kalangan yang tak mengerti hukum-hukum syariat. Islam masuk ke Eropa

hanya kulitnya, permukaan saja. Dalam keyakinan para jihadis itu,

pintu surga terbuka langsung di Suriah. Memang tidak semua termakan

dengan propaganda negatif Islam itu, 20 persen mungkin bersikap bijak

bahwa aksi teror di Suriah ini bukan wajah Islam, tapi 80 persen tak

banyak tahu.

Kondisi tersebut ternyata juga dimanfaatkan oleh Barat. Inilah tujuan

ketiga dari krisis Suriah, yaitu menghabisi umat Islam di Eropa.

Biarkan Muslim Eropa berjihad ke Suriah, ratusan bahkan ribuan, dan

biar mereka meninggal di sana. Ini pula tujuan ketika Barat

membiarkan Muslim Eropa berjihad ke Afganistan dan Irak. Kita sudah

dalam level target ketiga ini. Barat tak takut dengan Islam di timur,

tetapi yang mereka takuti adalah kebangkitan Islam di Barat. Jika

mereka takut Islam di Timur pasti mereka akan menutup jihadis sejak di

imigrasi. (Rep)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini