Minggu, 20 Desember 2015

Pesawat Rusia Bombardir Posisi Isis Di Suriah Meski Dilarang Melintasi Uni Eropa dan Turki



Forummuslim.org - Meski diblokir oleh Uni Eropa dan Turki,

pesawat-pesawat pembom strategis jarak jauh Rusia berhasil menembakkan

setidaknya 20 rudal jelajah ke posisi-posisi teroris ISIS dan

pemberontak Suriah. Hal ini seperti dilaporkan oleh Sputnik News bahwa

pesawat-pesawat pembom strategis Rusia telah melakukan 145 serangan

udara terhadap posisi-posisi strategis ISIS di Suriah sejak Rusia

menggelar operasi militer di Suriah pada tanggal 30 September lalu.

Demikian pernyataan komandan Unit Penerbangan Jarak Jauh AU Rusia

Mayjend Anatoly Konovalov, baru-baru ini.





"Kami telah melakukan sekitar 145 sorti serangan udara, menjatuhkan

1.500 bom dan menembakkan sekitar 20 rudal jelajah udara," kata

Anatoly Konovalov.





Dalam misi tersebut Rusia mengerahkan pesawat pembom supersonik

TU-95MS yang telah dilengkapi dengan rudal-rudal jelajah jarak jauh

Raduga Kh-101.





Sebelumnya Rusia juga telah melancarkan serangan rudal jelajah Kalibr

yang ditembakkan oleh kapal-kapal perang di Laut Kaspia dan kapal

selam di Laut Mediterania.





Berbeda dengan rudal jelajah Amerika, seperti Tomahawk yang hanya

mampu terbang dengan kecepatan sub-sonik, rudal-rudal jelajah Rusia

terbang dengan kecepatan mendekati tiga kali kecepatan suara sehingga

sangat sulit untuk ditangkal dengan sistem pertahanan lawan, selain

memberikan daya hancur yang lebih tinggi.



Karena diberlakukan larangan terbang oleh Uni Eropa dan Turki terhadap

pesawat-pesawat Rusia, maka pesawat-pesawat pembom strategis Rusia

tersebut terpaksa harus menempuh jalur penerbangan yang lebih jauh

saat menjalankan misinya untuk menggempur teroris di Suriah. Demikian

kata Konovalov, Sabtu (19 Desember) kepada Sputnik News.

"Terdapat sejumlah isyu tertentu yang mengharuskan kami melakukan

tugas militer dengan cara lain. Eropa tidak akan mengijinkan kami,

Turki juga," kata Konovalov lagi.

Namun demikian, kata Konovalov, pesawat-pesawat pembom strategis Rusia

mampu menjalankan misinya dengan baik.





Untuk mengebom basis-basis ISIS di Suriah, jet-jet bomber jarak jauh

Rusia harus terbang mengitari Eropa karena Turki tidak mengizinkan

mereka menggunakan wilayah udaranya untuk melawan ISIS



Sementara itu Presiden Rusia Vladimir Putin dalam wawancara dengan

media Rusia Rossiya-1 TV, Sabtu (19/12), mengatakan bahwa posisi Rusia

dalam konflik Suriah tidak berubah. "Kami tidak melakukan kemunafikan,

kami tidak mengubah posisi kami di Suriah," kata Putin.

Pernyataan itu sekaligus membantah laporan sejumlah media massa barat

yang berspekulasi tentang perubahan sikap Rusia dengan menerima

permintaan AS bagi pergantian kekuasaan Presiden Suriah Bashar al

Assad.(forummuslim.net)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini